Kota Sorong PBD (30/06/26) – Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Papua Barat Daya menggelar Rapat Sosialisasi Manajemen Risiko Tahun 2026 selama dua hari, pada 29–30 Juni 2026, di Hotel Vega Sorong. Kegiatan ini dipimpin oleh Irwasda Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., sebagai bagian dari upaya memperkuat penerapan manajemen risiko guna mewujudkan tata kelola organisasi yang efektif, transparan, dan akuntabel.
Pelaksanaan sosialisasi dibagi dalam dua sesi. Pada Senin (29/6/2026), kegiatan diikuti oleh jajaran Polres di wilayah hukum Polda Papua Barat Daya. Sementara itu, pada Selasa (30/6/2026), sosialisasi diikuti oleh personel di lingkungan Polda Papua Barat Daya. Kegiatan tersebut dihadiri para pejabat pengawas, personel terkait, serta peserta yang membidangi fungsi perencanaan dan pengawasan.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Barat Daya, Edi Sunardi, Ak., M.Ak., CA, CRMP, CGCAE, CRGP, yang menyampaikan materi mengenai penerapan manajemen risiko sebagai bagian dari penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan tata kelola organisasi. Turut memberikan materi Koordinator Pengawasan Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Pusat 1 BPKP Provinsi Papua Barat Daya, Aris Yusuf, S.E., yang memaparkan implementasi manajemen risiko dalam mendukung peningkatan kinerja organisasi dan pengawasan yang efektif.
Melalui sosialisasi tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai proses identifikasi, analisis, pengendalian, hingga mitigasi berbagai potensi risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi. Seluruh satuan kerja di lingkungan Polda Papua Barat Daya diharapkan mampu mengimplementasikan manajemen risiko secara konsisten dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga setiap potensi risiko dapat dikelola secara tepat dan terukur.
Pada saat pembukaan kegiatan tersebut Irwasda Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu, S.I.K., menyampaikan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan salah satu instrumen penting dalam memperkuat sistem pengawasan internal serta mendukung terciptanya tata kelola organisasi yang profesional, efektif, dan akuntabel.
“Melalui sosialisasi ini diharapkan seluruh personel memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya manajemen risiko dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan kemampuan mengidentifikasi dan memitigasi risiko sejak dini, pelaksanaan program dan kegiatan akan berjalan lebih efektif, efisien, serta mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Itwasda Polda Papua Barat Daya akan terus berkomitmen meningkatkan kualitas pengawasan internal melalui penerapan manajemen risiko secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya kerja yang berintegritas, akuntabel, dan profesional, sekaligus mendukung terwujudnya Polri yang modern dan terpercaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
(Tim/Red)
















