Lombok | Veda Ega Pratama mengamankan posisi start ketujuh pada sesi kualifikasi kelas Moto3 dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Sabtu, 10 Oktober 2026. Hasil tersebut menempatkan pembalap Indonesia itu di barisan depan untuk menghadapi balapan utama di hadapan pendukung tuan rumah.
Posisi ketujuh menjadi hasil penting bagi Veda karena memberinya peluang untuk langsung bersaing dalam rombongan terdepan sejak awal perlombaan. Dari grid tersebut, ia akan berusaha mempertahankan ritme, memanfaatkan kecepatan motornya, serta mengatur strategi dengan cermat sepanjang balapan. Dukungan penonton Indonesia di Mandalika juga menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat menambah motivasi Veda saat menjalani persaingan Moto3 yang ketat.
Pembalap Spanyol Brian Uriarte tampil sebagai yang tercepat dalam kualifikasi. Catatan waktunya membuat Uriarte merebut posisi terdepan atau pole position untuk balapan utama Moto3 Mandalika. Ia akan memimpin barisan start, sementara para pembalap di belakangnya, termasuk Veda, bersiap mengejar posisi terbaik melalui persaingan yang diperkirakan berlangsung rapat sejak putaran pertama.
Susunan start ini memberikan gambaran awal mengenai peta persaingan pada balapan utama. Veda berada dalam posisi yang cukup strategis untuk memburu hasil tinggi, tetapi tetap perlu menjaga konsistensi dan menghindari kesalahan pada fase pembuka. Dengan start dari posisi ketujuh dan Uriarte di urutan terdepan, perhatian publik Indonesia akan tertuju pada kemampuan Veda memanfaatkan momentum balapan kandang di Mandalika.
Veda Ega Pratama langsung mengikuti sesi kualifikasi kedua atau Q2 pada rangkaian kualifikasi Moto3 Mandalika 2026. Sebagai salah satu pembalap yang telah mengamankan akses menuju sesi penentuan tersebut, pembalap Honda Team Asia itu memiliki kesempatan untuk memburu posisi start terbaik tanpa harus melalui Q1. Sesi Q2 menjadi momen penting bagi Veda untuk menunjukkan konsistensi sekaligus memaksimalkan performa motornya di hadapan pendukung tuan rumah.
Pada percobaan awal, pembalap kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta, tersebut belum langsung menempati barisan terdepan. Veda sempat berada di posisi ke-12 setelah mencatatkan waktu putaran pertamanya. Posisi itu membuatnya perlu meningkatkan kecepatan pada kesempatan berikutnya, mengingat persaingan di Q2 berlangsung sangat rapat dan perubahan urutan dapat terjadi hanya dalam hitungan sepersekian detik. Dengan sisa waktu yang tersedia, ia bersama tim kemudian berupaya menemukan kombinasi terbaik pemilihan ban, ritme putaran, dan strategi melaju di lintasan.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Veda mampu memperbaiki catatan waktunya secara bertahap hingga akhirnya menutup sesi kualifikasi dengan menempati posisi start ketujuh. Hasil itu memastikan dirinya berada di barisan depan untuk menghadapi balapan Moto3 Mandalika 2026, sekaligus memberikan modal kompetitif dalam menjalani lap-lap awal perlombaan. Catatan waktu Veda hanya terpaut 0,385 detik dari Brian Uriarte, yang menunjukkan bahwa jarak antarpembalap di kelompok teratas sangat tipis. Perbaikan dari posisi ke-12 menuju peringkat ketujuh juga mencerminkan kemampuan Veda merespons tekanan dan memanfaatkan kesempatan terakhir pada sesi kualifikasi.
Brian Uriarte tampil sebagai pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi Moto3 Mandalika 2026. Pembalap tersebut mencatat waktu putaran terbaik 1 menit 36,861 detik di lintasan sepanjang 4,31 kilometer. Hasil itu mengantarkannya ke posisi teratas sekaligus memastikan hak untuk memulai balapan dari pole position. Kecepatan Uriarte terlihat konsisten sepanjang sesi, terutama ketika persaingan antarpembalap semakin ketat pada putaran-putaran terakhir.
David Almansa akan menemani Uriarte di baris terdepan setelah mengamankan urutan kedua. Sementara itu, Alvaro Carpe melengkapi tiga besar dan menempati posisi ketiga. Susunan ini membuat ketiganya menjadi pembalap yang berada dalam posisi paling menguntungkan untuk mengendalikan jalannya lap pembuka, ketika perebutan posisi biasanya berlangsung sangat agresif.
Di sekitar posisi start Veda Ega Pratama, Maximo Quiles, Adrian Fernandez, dan Guido Pini berada di baris kedua. Ketiganya akan memulai balapan dari kelompok depan dan berpeluang langsung memberikan tekanan kepada para penghuni baris pertama. Marco Bertelle menempati posisi kedelapan, sedangkan Adrian Cruces berada satu tingkat di belakangnya di urutan kesembilan. Penempatan tersebut menunjukkan rapatnya persaingan di papan atas kualifikasi.
Veda Ega Pratama sendiri akan mengawali balapan dari posisi ketujuh. Ia berada di barisan pembalap yang memiliki kecepatan kompetitif, sehingga peluang untuk memperbaiki posisi tetap terbuka sejak awal perlombaan. Strategi memilih jalur, menjaga akselerasi saat keluar tikungan, dan mempertahankan ritme dapat menjadi faktor penting dalam upayanya merangsek ke posisi depan.
Dari pembalap Malaysia, Hakim Danish dijadwalkan memulai balapan dari posisi ke-18. Dengan konfigurasi grid tersebut, perhatian utama akan tertuju pada kemampuan Uriarte mempertahankan keunggulan, serta manuver para pembalap di belakangnya yang berusaha merebut posisi terdepan sejak lap pertama.
Hasil kualifikasi Moto3 Mandalika 2026 menjadi dasar penentuan susunan grid untuk balapan utama yang berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026. Veda Ega Pratama akan memulai perlombaan dari posisi ketujuh, atau baris ketiga. Balapan dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB atau 12.00 WITA, sehingga para pembalap memiliki waktu persiapan yang cukup setelah sesi kualifikasi berakhir.
Posisi start tersebut memberikan Veda peluang realistis untuk langsung bersaing di kelompok depan sejak awal putaran. Jarak dari baris ketiga menuju barisan terdepan masih relatif dekat, terutama dalam karakter balapan Moto3 yang kerap berlangsung rapat dan melibatkan perubahan posisi secara cepat. Start yang bersih, pemilihan jalur yang tepat, serta kemampuan menjaga kecepatan pada lap-lap awal akan menjadi faktor penting bagi pembalap asal Indonesia itu.
Veda juga perlu mengelola penggunaan ban dan menjaga konsistensi ritme sepanjang perlombaan. Persaingan ketat dapat membuat posisi berubah berkali-kali, sehingga strategi, ketenangan, dan kemampuan memanfaatkan peluang menyalip akan menentukan hasil akhirnya. Jika mampu mempertahankan kontak dengan kelompok terdepan, posisi ketujuh dapat menjadi pijakan untuk memburu finis yang lebih tinggi dan tambahan poin penting.
Dukungan publik tuan rumah di Sirkuit Mandalika diharapkan menjadi modal tambahan bagi Veda dalam menghadapi seri Indonesia tahun ini. Atmosfer penonton dapat memberikan dorongan mental, terutama ketika balapan memasuki fase-fase krusial. Dengan start dari baris ketiga dan dukungan penuh dari tribun, Veda memiliki kesempatan untuk menampilkan performa kompetitif serta meraih poin maksimal di hadapan pendukungnya sendiri.








