banner 728x250
Sport  

Veda Ega Pratama Prioritaskan Finis Aman di Moto3 Mandalika 2026

Veda Ega Pratama Prioritaskan Finis Aman di Moto3 Mandalika 2026
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Veda Ega Pratama memilih memasang target yang sederhana ketika menghadapi Moto3 Mandalika 2026. Pebalap Honda Team Asia itu tidak menjadikan podium sebagai sasaran utama dalam balapan yang akan berlangsung di hadapan publik Indonesia. Prioritasnya adalah menyelesaikan lomba dengan aman, menjaga konsistensi sepanjang lap, serta menghindari insiden yang dapat membuatnya gagal mencapai garis finis.

Sikap tersebut disampaikan Veda menjelang seri yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Sebagai pebalap Indonesia yang tampil di kelas Moto3, kehadirannya tentu membawa perhatian besar dari para penggemar. Namun, Veda berupaya tidak membiarkan dukungan dan ekspektasi publik berubah menjadi tekanan berlebihan, terutama karena musim ini merupakan tahun debutnya di persaingan Moto3.

banner 325x300

Target finis aman menjadi pendekatan realistis bagi Veda untuk membangun pengalaman di lintasan sepanjang 4,3 kilometer tersebut. Mandalika memiliki karakter yang menuntut keberanian, tetapi juga membutuhkan pengelolaan ban, pemilihan jalur, dan konsentrasi hingga lap terakhir. Dengan mengutamakan penyelesaian balapan, ia dapat mengumpulkan data serta pengalaman penting tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.

Keputusan itu tidak berarti Veda mengurangi ambisi kompetitifnya. Sebaliknya, fokus pada balapan yang bersih memberikan fondasi bagi dirinya untuk berkembang secara bertahap. Ia tetap berpeluang memanfaatkan setiap kesempatan di lintasan, tetapi hasil akhir tidak akan dikejar dengan mengorbankan keselamatan. Di tengah sorotan besar pada balapan kandang, Veda ingin tampil tenang, disiplin, dan mampu memberikan performa terbaik sesuai kondisi yang dihadapinya.

Veda Ega Pratama menyambut antusias balapan Moto3 Mandalika 2026. Pebalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mengaku tidak sabar kembali tampil di lintasan yang memiliki arti khusus baginya. Mandalika bukan sekadar lokasi balapan kandang, melainkan juga salah satu trek favorit yang selalu dinantikannya. Karena itu, kesempatan untuk kembali berkompetisi di sirkuit tersebut menjadi momen yang ingin dijalani dengan penuh semangat.

Antusiasme itu muncul karena Veda memiliki kedekatan tersendiri dengan lintasan Mandalika. Ia menilai trek tersebut sebagai salah satu sirkuit favoritnya, sehingga balapan di sana memberikan motivasi tambahan. Keinginan untuk segera kembali mengaspal menunjukkan betapa pentingnya agenda tersebut bagi dirinya. Veda ingin menikmati setiap kesempatan berlaga di hadapan pendukung yang datang memberikan dukungan secara langsung.

Bagi Veda, tampil di hadapan publik Indonesia merupakan sumber kebanggaan tersendiri. Ia merasa terhormat dapat membawa semangat tersebut ke dalam balapan dan menunjukkan kemampuannya di hadapan masyarakat Tanah Air. “Saya bangga bisa balapan di depan publik Indonesia,” katanya. Dengan antusiasme itu, Veda bersiap menjalani Moto3 Mandalika 2026 dengan semangat besar, sekaligus menghargai kesempatan untuk kembali tampil di lintasan favoritnya.

Veda Ega Pratama menilai dirinya memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi seri Moto3 Mandalika 2026. Penilaian tersebut tidak semata-mata didasarkan pada persiapan teknis menjelang perlombaan, tetapi juga pada pengalaman yang telah ia kumpulkan ketika berbalap di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Pemahaman terhadap karakter lintasan menjadi salah satu modal penting bagi pembalap karena setiap tikungan, perubahan arah, dan bagian pengereman dapat dikenali dengan lebih baik.

Selain pernah tampil di sirkuit tersebut, Veda juga sempat menjalani latihan di Mandalika. Kesempatan itu membantunya kembali membangun ritme, menyesuaikan diri dengan kondisi trek, serta mengevaluasi respons motor pada berbagai bagian lintasan. Latihan tersebut menjadi pelengkap bagi pengalaman balap sebelumnya, terutama dalam mempersiapkan pendekatan yang sesuai dengan karakter sirkuit dan tuntutan kompetisi Moto3 yang berlangsung ketat.

Veda mengaku menyukai karakter trek Mandalika. Menurutnya, rasa nyaman terhadap lintasan dapat membantu membangun feeling yang lebih baik ketika mengendarai motor. Feeling itu diperlukan untuk menentukan pilihan garis balap, mengatur kecepatan, dan menjaga konsistensi sepanjang sesi. Pengalaman serta latihan yang sudah dimiliki membuatnya datang dengan keyakinan yang lebih terukur, tanpa harus memulai proses adaptasi dari awal.

Meski demikian, Veda tetap memandang pengalaman tersebut sebagai modal positif, bukan jaminan atas hasil tertentu. Kondisi perlombaan dapat berubah karena cuaca, performa motor, persaingan antarpembalap, maupun perkembangan selama akhir pekan. Karena itu, ia memilih berkonsentrasi pada setiap sesi dan memantau perkembangan yang terjadi di Mandalika. Sikap tersebut membuat persiapannya tetap realistis: pengalaman memberikan dasar kepercayaan diri, sedangkan hasil akhir akan ditentukan oleh pelaksanaan balapan pada pekan tersebut.

Veda Ega Pratama menilai Sirkuit Mandalika memiliki karakter yang perlu dicermati secara khusus menjelang penampilannya pada Moto3 Mandalika 2026. Sejumlah lintasan di Eropa memang menawarkan tingkat kesulitan yang lebih tinggi, baik karena desain tikungan, perubahan elevasi, maupun persaingan yang ketat. Namun, Mandalika tetap menghadirkan tantangan tersendiri bagi Veda karena ia belum pernah menjalani balapan kelas Moto3 di sirkuit tersebut.

Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi jalannya lomba adalah posisi lintasan yang berada di kawasan dekat pantai. Angin dapat berubah arah dan kekuatannya, sehingga memengaruhi kestabilan motor ketika pebalap memasuki tikungan, melakukan pengereman, atau melaju di lintasan lurus. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi pemilihan setelan motor dan strategi balapan. Karena itu, Veda perlu beradaptasi secara cepat melalui sesi latihan dan kualifikasi untuk memahami karakter angin serta dampaknya terhadap performa motor.

Pengalaman Veda meraih podium pada musim debutnya menjadi modal penting, tetapi pencapaian tersebut tidak membuatnya menjadikan podium sebagai target wajib di setiap seri. Ia tercatat sebagai pebalap Indonesia pertama yang naik podium Grand Prix setelah finis di posisi ketiga Moto3 Brasil. Hasil itu menunjukkan kapasitasnya bersaing di level dunia, sekaligus menjadi dorongan untuk terus berkembang. Meski demikian, Veda tetap memprioritaskan proses, konsistensi, dan penyelesaian balapan dengan aman.

Rangkaian MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober. Dalam agenda tersebut, Veda akan tampil di kelas Moto3, sementara Mario Suryo Aji menjadi wakil Indonesia di kelas Moto2. Kehadiran keduanya memberikan kesempatan bagi publik nasional untuk kembali menyaksikan pebalap Indonesia bersaing di ajang Grand Prix. Bagi Veda, memahami lintasan, mengantisipasi angin pesisir, dan menjaga ritme balapan akan menjadi bagian penting dari upayanya meraih hasil terbaik di Mandalika.

banner 325x300