Kabupaten Pasuruan | Sebanyak 27 personel gabungan berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno-Ringgit, Jawa Timur. Kebakaran tersebut terdeteksi pada Jumat, 16 Oktober 2026, dengan titik api berada di kawasan Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Penanganan dilakukan melalui upaya pemadaman langsung di lapangan, di tengah keterbatasan sarana yang tersedia.
Pengerahan puluhan personel menunjukkan bahwa penanganan kebakaran memerlukan kerja bersama dari berbagai unsur. Para petugas berupaya menekan api agar tidak terus meluas, sekaligus menghadapi tantangan dalam menjangkau dan menangani titik kebakaran di kawasan tersebut. Informasi yang tersedia menyebutkan jumlah personel, waktu terdeteksinya kebakaran, serta lokasi titik api, tetapi tidak merinci jenis peralatan yang digunakan maupun kondisi setiap titik saat pemadaman berlangsung.
Lokasi kebakaran yang tercatat berada di dua desa dalam satu kecamatan membuat koordinasi di lapangan menjadi bagian penting dari respons. Personel gabungan perlu menyelaraskan upaya penanganan berdasarkan situasi yang mereka hadapi, dengan mengutamakan keselamatan selama bekerja. Namun, rincian mengenai pembagian tugas, durasi pemadaman, dan perkembangan terkini api belum dijelaskan dalam informasi awal.
Upaya pemadaman manual menjadi perhatian dalam peristiwa ini karena penanganan dilakukan di tengah keterbatasan sarana. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya dukungan yang memadai bagi petugas, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan dan lahan. Meski begitu, tanpa keterangan lebih lanjut, tidak dapat dipastikan bentuk keterbatasan yang dimaksud atau dampaknya terhadap kecepatan penanganan.
Informasi awal mengenai kebakaran Gunung Arjuno-Ringgit ini memberi gambaran tentang respons yang dilakukan oleh 27 personel gabungan sejak api terdeteksi. Titik kebakaran berada di sekitar Desa Jatiarjo dan Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Pemantauan dan pembaruan informasi dari pihak terkait diperlukan untuk mengetahui perkembangan upaya pemadaman, tanpa menyimpulkan luas area terdampak ataupun penyebab kebakaran yang belum disampaikan.
Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Arjuno-Ringgit masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana serta kondisi medan yang sulit. Area yang terjal membuat pekerjaan petugas di lapangan berlangsung dengan mengandalkan kemampuan personel untuk menjangkau dan menangani titik kebakaran. Dalam keadaan tersebut, dukungan peralatan belum dapat digunakan sepenuhnya, sehingga penanganan api masih bertumpu pada upaya manual.
Salah satu sarana yang belum dapat dimanfaatkan dalam pemadaman adalah pompa air berkapasitas besar. Penggunaan pompa tersebut saat ini belum memungkinkan. Karena itu, petugas mengandalkan tenaga personel di darat untuk melakukan upaya pemadaman sesuai kondisi lapangan. Keterbatasan ini menjadi bagian dari tantangan yang perlu dihadapi selama penanganan kebakaran, terutama ketika medan yang terjal menyertai upaya menjangkau area terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa pemadaman saat ini bertumpu pada personel yang berada di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa penggunaan pompa besar belum memungkinkan. Pernyataan tersebut menggambarkan pendekatan yang dijalankan petugas di tengah keterbatasan sarana, tanpa mengesampingkan kondisi medan yang harus dihadapi. Dengan demikian, tenaga personel tetap menjadi andalan dalam penanganan langsung, sementara pompa berkapasitas besar belum dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan tersebut.
Kombinasi medan yang sulit dan terbatasnya peralatan membuat operasi pemadaman memerlukan upaya langsung dari petugas di darat. Mereka menjalankan penanganan berdasarkan sumber daya yang tersedia, sementara sarana berkapasitas besar belum menjadi bagian dari kegiatan saat ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan pemadaman di Arjuno-Ringgit bukan hanya berkaitan dengan keberadaan api, tetapi juga dengan keterbatasan dukungan dan akses pada medan. Informasi mengenai kendala tersebut penting untuk menjelaskan mengapa upaya yang berlangsung masih mengandalkan personel lapangan.
Di tengah keterbatasan sarana, petugas menangani kebakaran dengan mengandalkan langkah manual yang dapat dilakukan di lapangan. Salah satunya adalah penyisiran untuk mengamati area terdampak dan mengenali arah pergerakan api. Cara ini membantu petugas menilai bagian yang perlu menjadi perhatian serta menentukan tindakan pengendalian berikutnya. Penyisiran dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel. Upaya tersebut bukan berarti kebakaran telah terkendali, melainkan bagian dari penanganan yang terus disesuaikan dengan situasi di lokasi.
Petugas juga membuat sekat bakar sebagai upaya mengurangi kemungkinan api bergerak ke area lain. Sekat bakar berupa jalur yang dibersihkan dari bahan yang mudah terbakar, sehingga diharapkan dapat menghambat sambungan bahan bakar di sepanjang jalur tersebut. Pembuatan sekat dilakukan secara manual dan memerlukan tenaga serta waktu, terutama ketika sarana pendukung terbatas. Langkah ini menjadi salah satu bentuk pengendalian yang dapat diterapkan bersamaan dengan pemantauan dan penyisiran, tanpa menganggap bahwa jalur tersebut dengan sendirinya mampu menghentikan kebakaran.
Prioritas pengendalian adalah mencegah api meluas ke permukiman maupun kawasan konservasi di sekitar Arjuno-Ringgit. Karena itu, penyisiran dan pembuatan sekat bakar diarahkan untuk membantu petugas memperhatikan area yang berisiko dan menentukan upaya perlindungan. Kedua langkah tersebut tetap bergantung pada kondisi lapangan, termasuk akses dan ketersediaan perlengkapan. Informasi mengenai upaya ini perlu dipahami sebagai gambaran tindakan yang dilakukan, bukan sebagai kepastian bahwa api sudah berhasil dibatasi atau bahwa kondisi kebakaran telah berubah. Selama penanganan berlangsung, petugas perlu terus memantau perkembangan dan menyesuaikan langkah sesuai kebutuhan. Pendekatan manual tersebut menunjukkan cara kerja di tengah keterbatasan, sementara tujuan utamanya tetap menjaga agar dampak kebakaran tidak menjangkau wilayah yang lebih luas.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Arjuno-Ringgit melibatkan sejumlah unsur yang bekerja bersama di tengah keterbatasan sarana. Personel BPBD Kabupaten Pasuruan berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur, pengelola Tahura Raden Soerjo, polisi hutan, serta Manggala Agni. Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara terarah, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau dan memiliki kondisi medan yang menantang. Setiap unsur mendukung penanganan sesuai tugas dan kemampuan di lapangan, mulai dari pengerahan personel hingga pengamatan perkembangan titik api.
Untuk memperkuat koordinasi, posko darurat disiagakan di Desa Dayurejo. Posko tersebut menjadi titik komunikasi dan pengaturan bagi petugas yang terlibat, termasuk dalam menyampaikan informasi mengenai situasi kebakaran dan kebutuhan penanganan. Keberadaan posko juga membantu menyelaraskan pengerahan personel dari berbagai instansi, sehingga langkah pemadaman dapat disesuaikan dengan kondisi terkini. Dari posko, koordinasi lapangan dapat dilakukan lebih terpusat, sementara petugas tetap bergerak menuju area kebakaran sesuai arahan dan situasi yang dihadapi. Upaya ini penting ketika akses terbatas dan dukungan peralatan belum memadai.
Meski melibatkan banyak personel, pengendalian api masih menghadapi kendala utama berupa keterbatasan peralatan. Kondisi tersebut membuat pekerjaan pemadaman manual membutuhkan tenaga, kewaspadaan, dan koordinasi yang berkelanjutan. Petugas harus memperhatikan perubahan keadaan di sekitar titik api sekaligus menjaga keselamatan selama bertugas. Sugeng menyampaikan bahwa pemadaman akan terus dilakukan sampai kebakaran benar-benar terkendali. Ia juga menegaskan bahwa petugas tetap bersiaga, meskipun keterbatasan peralatan menjadi hambatan utama dalam penanganan. Dengan dukungan lintas instansi dan koordinasi melalui posko Dayurejo, personel diharapkan dapat terus merespons perkembangan kebakaran serta menjaga upaya pengendalian tetap berlangsung hingga kondisi dinyatakan terkendali.
Baca juga: Tak Hanya Logistik, Hercules TNI AU Bawa Dukungan Kesehatan dan Peralatan Untuk Menopang Perjuangan Pasukan Karhutla Kalsel | Keterbatasan Pasokan Beras Premium di Ritel Modern | TNI Perkuat Sinergitas Lintas Sektor dalam Pencegahan Karhutla di Sambas















