JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 24 September 2026, Dalam upaya memperkuat transformasi digital, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk baru-baru ini meluncurkan kerangka kerja yang dikenal sebagai Scale. Kerangka ini merupakan langkah strategis yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi di seluruh entitas Telkom Group. Scale bertujuan untuk mengatasi masalah yang sering dihadapi dalam tata kelola teknologi, seperti tumpang tindih dalam investasi dan penggunaan sumber daya yang tidak optimal.
Melalui peluncuran kerangka Scale, Telkom berkomitmen untuk menciptakan sistem yang lebih terintegrasi dan terkoordinasi. Hal ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber daya teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki oleh perusahaan. Dengan adanya kerangka ini, Telkom berusaha menghilangkan redundansi dalam proyek-proyek teknologi dan memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan memiliki dampak maksimal terhadap efisiensi operasional.
Kerangka Scale juga dirancang untuk mendukung inovasi dalam pengembangan produk dan layanan yang ditawarkan oleh Telkom. Dengan struktur yang lebih terfokus, perusahaan dapat lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan pasar dan mengidentifikasi peluang baru untuk pertumbuhan. Penggunaan teknologi terkini, seperti kecerdasan buatan dan analitik data, akan dimanfaatkan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan merespon kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.
Pentingnya peluncuran kerangka Scale tidak hanya terletak pada aspek efisiensi, tetapi juga mencakup upaya untuk merespons tantangan di era digital. Dalam konteks ini, Telkom ingin memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selaras dengan visi perusahaan untuk menjadi penyedia layanan digital terdepan. Dengan fokus pada inovasi dan efisiensi, diharapkan Scale akan membawa dampak positif yang signifikan bagi kinerja bisnis Telkom ke depannya.
Dalam konteks transformasi digital Telkom, Scale memiliki peranan penting yang melampaui sekadar modernisasi perangkat lunak. Scale berfungsi sebagai penggerak utama dalam mendorong otomatisasi yang efisien dalam berbagai aspek operasional perusahaan. Dengan implementasi Scale, Telkom tidak hanya berupaya meningkatkan efektivitas kerja secara keseluruhan, tetapi juga memperkuat daya saing di dunia teknologi yang terus berkembang.
Pengembangan arsitektur yang terintegrasi merupakan salah satu aspek kunci dari penggunaan Scale. Arsitektur ini mendukung berbagai sistem yang ada di Telkom dan anak perusahaannya, dengan tujuan menciptakan ekosistem teknologi yang lebih responsif dan fleksibel. Dengan pendekatan ini, Telkom dapat dengan mudah beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi, yang tentunya akan berujung pada peningkatan layanan bagi pelanggan.
Untuk mendukung perjalanan transformasi ini, investasi dalam standar keamanan dan kepatuhan teknologi juga menjadi sangat krusial. Framework keamanan yang kuat diperlukan untuk melindungi data serta memastikan bahwa semua operasional sehari-hari mematuhi regulasi yang berlaku. Dengan mengedepankan kepatuhan ini, Telkom menunjukkan komitmennya terhadap keamanan informasi dan perlindungan data pelanggan.
Serangkaian langkah strategis yang datang dari Scale ini diharapkan mampu mengorkestrasi semua kegiatan yang dilakukan oleh Telkom, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Melalui pemanfaatan teknologi yang tepat, telkom berupaya menciptakan sinergi berbagai unit di holding induk dan anak perusahaan. Ini sangat penting untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dan inovasi berkelanjutan dalam layanan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, peran Scale dalam tata kelola teknologi di Telkom menjadi landasan bagi pencapaian tujuan strategis yang lebih luas, yang tertuang dalam visi transformasi digital perusahaan.
Transformasi digital yang dilakukan oleh Telkom Indonesia mengedepankan lima pilar strategis, yang dikenal dengan nama Scale. Setiap pilar ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional serta mendorong inovasi di berbagai sektor. Melalui pilar-pilar ini, Telkom berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi guna menjawab tantangan dan peluang yang ada di era digital.
Skema Scale tidak hanya berfokus pada satu aspek, melainkan mencakup berbagai dimensi operasional perusahaan. Dengan demikian, Telkom mengembangkan 13 program operasional yang menjadi fondasi bagi implementasi pilar strategis tersebut. Salah satu inisiatif utama adalah pembentukan AI Center of Excellence, yang akan berfungsi sebagai pusat inovasi dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi proses yang ada.
Selain itu, penyempurnaan model keamanan siber juga menjadi salah satu prioritas utama dalam perjalanan transformasi ini. Dalam dunia yang semakin digital, perlindungan data dan informasi harus diperhatikan dengan serius. Program operasional di bidang keamanan siber bertujuan untuk melindungi aset perusahaan serta memberikan rasa aman kepada pelanggan akan privasi data.
Pilar strategis Scale yang diadopsi Telkom mencakup juga pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga karyawan dapat beradaptasi dengan perubahan yang cepat dalam teknologi. Melalui pelatihan dan pengembangan kemampuan, Telkom berharap untuk menciptakan lingkungan kerja yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
Dengan membagi strategi menjadi program-program operasional yang jelas dan terukur, Telkom Indonesia berupaya untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil menuju transformasi digital dapat memberikan hasil yang optimal. Ini bukan hanya tentang adopsi teknologi baru, tetapi lebih kepada menciptakan budaya perusahaan yang inovatif dan efisien dalam menghadapi era digital.
Dalam era transformasi digital yang terus berkembang, implementasi skema shared services melalui Scale menjadi langkah strategis bagi Telkom dan anak perusahaannya untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung inovasi dalam bisnis digital. Dengan memanfaatkan infrastruktur dan standar keamanan yang disediakan oleh Scale, perusahaan-perusahaan ini diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya, sehingga meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Salah satu dampak utama dari penerapan strategis ini adalah penghematan biaya investasi. Setiap anak perusahaan yang bergabung dalam skema shared services dapat berbagi infrastruktur teknis dan layanan dasar tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun sistem individual. Hal ini tidak hanya mempercepat proses pembentukan solusi digital yang diperlukan, tetapi juga mengurangi risiko finansial terkait dengan investasi teknologi yang sering kali mahal dan kompleks.
Selain itu, Scale juga dirancang untuk memastikan kesiapan adaptasi terhadap kecerdasan buatan (AI). AI kini menjadi salah satu pilar penting dalam bisnis digital, yang mampu meningkatkan analisis data, pengambilan keputusan, dan personalisasi pengalaman pelanggan. Melalui integrasi AI dalam sistem yang disediakan oleh Scale, anak perusahaan dapat memperluas kapabilitas mereka dan berinovasi dengan cepat dalam merespons kebutuhan pasar yang dinamis.
Lebih jauh lagi, dengan mendukung pertumbuhan bisnis digital yang berkelanjutan, Scale memainkan peran krusial dalam menciptakan ekosistem yang memungkinkan inovasi berkelanjutan. Hal ini mencakup kolaborasi antar perusahaan yang lebih baik, pemanfaatan teknologi terkini, serta akses yang lebih luas terhadap pasar digital. Dengan demikian, dampak dari Scale terhadap pertumbuhan bisnis digital bukan hanya terlihat dalam segi efisiensi, tetapi juga dalam potensi untuk memimpin industri dalam era digital yang baru ini.
















