banner 728x250

Tolak Peremajaan Armada, Sopir Mikrolet DKI Gelar Aksi Konvoi dari Terminal Kampung Melayu

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta Timur, 31 Juli 2026 – Ratusan sopir angkutan umum yang tergabung dalam Perhimpunan Kelompok Kerja Angkutan Umum Mikrolet DKI Jakarta menggelar aksi konvoi menuju Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (31/7/2026). Keberangkatan massa dipusatkan di Terminal Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Sekitar 300 peserta mengikuti aksi yang dipimpin koordinator lapangan Bion Siregar. Mereka membawa sekitar 30 unit mikrolet, satu mobil komando, serta sejumlah atribut pendukung aksi sebelum bergerak meninggalkan titik kumpul menuju lokasi penyampaian aspirasi di pusat pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

banner 325x300

Dalam aksi tersebut, para sopir menyuarakan dua tuntutan utama. Mereka meminta pemerintah membuka kembali akses pelaksanaan uji berkala kendaraan (KIR) hingga tahun 2030, sekaligus menolak kebijakan peremajaan armada mikrolet yang dinilai membebani pemilik maupun pengemudi angkutan umum.

Menurut peserta aksi, banyak kendaraan mikrolet yang masih berada dalam kondisi layak jalan sehingga dinilai belum perlu diganti. Mereka berharap pemerintah lebih mengedepankan pemeriksaan kelayakan kendaraan dibanding menerapkan kebijakan peremajaan yang dianggap berpotensi menambah beban ekonomi para pelaku transportasi.

Iring-iringan kendaraan bergerak melalui Jalan Otista Raya, Jalan Dewi Sartika, kawasan PGC Cililitan, kemudian melintasi Jalan Jatinegara Barat hingga Jalan Matraman Raya sebelum melanjutkan perjalanan menuju wilayah Jakarta Pusat. Selama konvoi berlangsung, arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan dengan pengawasan aparat di sepanjang jalur yang dilalui.

Sebelum keberangkatan, aparat keamanan terlebih dahulu melaksanakan apel pengamanan untuk mengantisipasi jalannya kegiatan. Massa mulai berdatangan sejak siang hari dan secara bertahap meninggalkan Terminal Kampung Melayu sesuai rute yang telah ditentukan tanpa menimbulkan gangguan berarti.

Hingga rombongan meninggalkan wilayah Jakarta Timur, situasi terpantau aman dan kondusif. Para peserta berharap aspirasi mereka terkait kebijakan KIR dan peremajaan armada mikrolet dapat menjadi perhatian pemerintah, sehingga solusi yang diambil tidak memberatkan para pengemudi maupun pemilik angkutan umum di Ibu Kota.

Pewarta: Abdul Latif

banner 325x300

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *