Kota Tangerang Selatan | Pemerintah Kota Tangerang Selatan memastikan biaya perawatan warga yang terluka akibat ledakan ruko di Kompleks Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat, ditanggung pemerintah daerah. Ledakan yang terjadi pada Rabu, 14 Oktober 2026, menewaskan dua orang dan melukai belasan lainnya. Pemkot menyatakan penanganan korban menjadi perhatian, terutama agar mereka dapat memperoleh layanan kesehatan sesuai kondisi medis tanpa harus menghadapi kendala biaya selama masa perawatan.
Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia. Ia juga menyampaikan dukungan bagi warga yang terluka dan keluarga yang mendampingi mereka. Pemerintah kota, kata Pilar, mengawal proses penanganan para korban agar layanan yang dibutuhkan tersedia secara maksimal. Upaya tersebut dilakukan supaya beban biaya pengobatan tidak jatuh kepada keluarga, yang pada saat bersamaan tengah menghadapi dampak peristiwa dan mendampingi anggota keluarga di rumah sakit.
Pendampingan pemerintah disesuaikan dengan status kepesertaan masing-masing korban, baik melalui BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan. Penyesuaian ini diperlukan untuk memastikan skema pembiayaan yang berlaku dapat dimanfaatkan dengan tepat, sekaligus membantu kelancaran proses administrasi dan perawatan. Pemkot berkoordinasi dalam pengawalan tersebut agar kebutuhan medis korban menjadi prioritas, termasuk ketika penanganan lanjutan diperlukan. Dengan demikian, keluarga dapat memperoleh kejelasan mengenai dukungan yang tersedia dan tidak dibiarkan mengurus seluruh proses sendirian.
Pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kondisi korban selama menjalani perawatan serta kebutuhan lanjutan yang mungkin muncul setelah penanganan awal. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan pihak terkait menjadi bagian dari upaya memastikan layanan diberikan berdasarkan kebutuhan medis, bukan semata-mata kemampuan keluarga membayar. Bagi warga yang terdampak, informasi mengenai kepesertaan dan prosedur pembiayaan dapat membantu mempercepat akses terhadap manfaat jaminan kesehatan atau ketenagakerjaan. Pemkot menyatakan akan terus mengawal korban dan keluarga dalam proses tersebut. Langkah ini diharapkan memberi kepastian dukungan di tengah situasi yang berat, sekaligus memastikan setiap korban memperoleh perhatian dan perawatan yang layak.
Seorang pasien yang mengalami luka bakar luas menjadi perhatian dalam penanganan korban ledakan di Cimanggis. Pilar menyebut tingkat luka bakar pasien tersebut mencapai 82 persen dan kondisinya memerlukan perawatan khusus. Luas cedera itu membuat kebutuhan terhadap fasilitas serta layanan medis lanjutan menjadi pertimbangan penting bagi tim yang menangani pasien. Karena itu, kemungkinan rujukan sedang dipersiapkan agar pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan klinisnya, dengan tetap memperhatikan kesiapan rumah sakit tujuan.
RSU Kota Tangerang Selatan masih menunggu kepastian mengenai kesiapan fasilitas di sejumlah rumah sakit yang berpotensi menerima pasien, yakni RSUP Fatmawati, RSPAD Gatot Soebroto, atau RS Pertamina. Rencana pemindahan belum dapat dipastikan sebelum ada konfirmasi bahwa rumah sakit tujuan mampu menerima pasien dan menyediakan dukungan yang diperlukan. Dengan demikian, proses rujukan bergantung pada koordinasi antarfasilitas kesehatan, bukan semata-mata pada penentuan rumah sakit yang akan dituju. Informasi mengenai kesiapan penerimaan menjadi dasar sebelum langkah pemindahan dilakukan.
Angka luka bakar 82 persen yang disampaikan Pilar merujuk pada pasien dalam uraian mengenai rencana rujukan tersebut. Angka ini perlu dibedakan dari keterangan lain yang menyebut luka bakar Andri Rahmanto mencapai 83 persen; keduanya tidak boleh dianggap sebagai data yang sama. Sambil menunggu kepastian fasilitas, RSU Kota Tangsel tetap menjadi bagian dari penanganan pasien dan menyiapkan kemungkinan pemindahan apabila rumah sakit rujukan menyatakan dapat menerima. Keputusan tersebut akan mengikuti kondisi layanan dan kesiapan tempat tujuan, sehingga pasien dapat dipindahkan ketika dukungan untuk perawatan lanjutan telah tersedia. Rincian lebih jauh mengenai waktu pemindahan belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia. Prioritasnya adalah memastikan kesinambungan penanganan tanpa mengabaikan kebutuhan pasien selama proses koordinasi berlangsung. Kepastian penerimaan dari salah satu rumah sakit tersebut akan menentukan apakah rujukan dapat dijalankan, sementara opsi lain masih menunggu konfirmasi. Langkah ini dimaksudkan untuk membuka akses pada perawatan khusus yang diperlukan akibat luasnya luka bakar, dengan memperhatikan kemampuan fasilitas medis yang menerima pasien.RSU Kota Tangerang Selatan menerima lima korban setelah ledakan di Cimanggis. Informasi mengenai penanganan para korban disampaikan Kepala Bidang Pelayanan RSU Tangsel, Lanna Marita, pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dari lima korban yang dibawa ke rumah sakit tersebut, satu orang meninggal dunia. Dua pasien lainnya mengalami luka berat dan direncanakan untuk dirujuk ke rumah sakit yang memiliki kapasitas perawatan lebih besar. Rumah sakit masih menangani para korban sambil mengupayakan langkah lanjutan bagi pasien yang membutuhkan perawatan intensif.
Dua pasien dengan luka berat yang disiapkan untuk dirujuk adalah Andri Rahmanto dan Andre Ahmad. Andri mengalami luka bakar hingga 83 persen, sementara Andre menderita luka bakar serius dengan luas di bawah 83 persen. Besarnya area tubuh yang mengalami luka menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana pemindahan pasien. Meski kondisi kedua pasien sama-sama memerlukan perhatian serius, kondisi kesadaran Andre saat itu masih penuh. Lanna menjelaskan bahwa kesadaran tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk mempertimbangkan rujukan.
Menurut Lanna, Andre tetap perlu dibawa ke rumah sakit yang lebih besar karena luas luka bakarnya. Dengan demikian, keputusan rujukan tidak hanya didasarkan pada apakah pasien masih sadar, tetapi juga pada tingkat dan cakupan cedera yang dialami. Andri dan Andre termasuk pasien yang memerlukan penanganan lanjutan, sementara RSU Tangsel berupaya memastikan proses perawatan tetap berjalan. Rencana tersebut disiapkan untuk memberi pasien akses pada fasilitas yang dinilai sesuai dengan kebutuhan medis mereka.
Hingga keterangan disampaikan, tujuan rumah sakit rujukan belum dipastikan. Pihak RSU Tangsel masih berkoordinasi dengan istri serta keluarga pasien sebelum menentukan rumah sakit penerima. Koordinasi itu diperlukan agar rencana pemindahan dapat dibicarakan bersama keluarga dan tujuan rujukan dapat ditetapkan. Karena itu, belum ada rumah sakit tertentu yang diumumkan sebagai tempat tujuan kedua pasien. RSU Tangsel tetap menangani para korban selama proses koordinasi dan persiapan rujukan berlangsung.
Dua korban lain yang dirawat di RSUD Tangerang Selatan (Tangsel), Pamulang, diketahui bernama Maman dan Ade. Keduanya mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut. Informasi mengenai kondisi mereka disampaikan terpisah dari penanganan terhadap korban yang mengalami luka berat, sebab kebutuhan perawatan setiap pasien berbeda sesuai hasil pemeriksaan tim medis.
Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa korban dengan luka ringan diharapkan dapat pulang setelah tim medis menyatakan mereka layak meninggalkan rumah sakit. Dengan demikian, kepulangan Maman dan Ade tidak ditentukan hanya berdasarkan kategori luka, tetapi menunggu penilaian tenaga kesehatan yang menangani mereka. Pemeriksaan medis menjadi dasar untuk memastikan apakah perawatan di rumah sakit masih diperlukan atau pasien sudah dapat kembali ke rumah.
Sementara itu, korban yang mengalami luka berat memerlukan perawatan lebih lanjut. Penanganannya dapat mencakup tindakan medis lanjutan, termasuk kemungkinan operasi plastik, sebagaimana disampaikan dalam keterangan mengenai rencana perawatan. Kebutuhan tindakan tersebut bergantung pada penilaian dan keputusan tim medis. Rencana ini menunjukkan bahwa pasien dengan luka berat masih membutuhkan perhatian khusus, berbeda dengan korban luka ringan yang diharapkan bisa pulang setelah dinyatakan layak.
Secara terpisah, Riko Eka Putra merupakan korban meninggal yang dibawa dari lokasi kejadian. Menurut keterangan yang tersedia, Riko tertimpa reruntuhan bangunan dan pintu besi.















