BOJONEGORO, – Dinding-dinding bata yang dulunya kusam dan lapuk kini perlahan bersolek. Bau adukan semen segar dan suara cangkul yang bersahutan menjadi irama keseharian warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Sejak bergulir pada 15 Juli 2026 lalu, program kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat ini tak hanya membawa material bangunan, tetapi juga meniupkan asa baru bagi masyarakat setempat.
Salah satu fokus utama gerakan terpadu lintas sektoral ini adalah perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebanyak 9 unit rumah milik warga kurang mampu di Desa Kesongo kini tengah dipugar secara intensif oleh personel Satgas TMMD bersama warga setempat melalui semangat gotong-royong.
Mengusung konsep skema Aladin (Atap, Lantai, Dinding), para prajurit TNI bahu-membahu mengganti atap yang bocor, memplester dan mengecat dinding, serta memasang keramik bersih menggantikan lantai tanah.
Dansatgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan, esensi dari kegiatan ini adalah menghadirkan negara dan TNI di tengah-tengah kesulitan masyarakat.
“TNI terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, bahagia dan sejahtera,” ungkapnya, Kamis (30/7/2026).
Tak hanya menyasar hunian warga, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro juga mendedikasikan energinya untuk perbaikan sarana pendidikan dengan merehabilitasi 4 ruang kelas di SDN Kesongo 1.
Langkah ini diambil agar anak-anak desa dapat menuntut ilmu dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.
Menurut Dansatgas, sarana prasarana pendidikan yang memadai merupakan pondasi krusial bagi tumbuh kembang generasi muda.
“Kami meyakini, dengan lingkungan belajar yang kondusif bakal memicu semangat para siswa untuk meraih prestasi dan menjadi SDM yang produktif di masa depan,” kata Letkol Inf Dedy.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas hadirnya prajurit Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di wilayahnya.
Menurutnya, program TMMD ke-129 tahun 2026 benar-benar menjawab kebutuhan riil infrastruktur desa.
Selain renovasi rumah dan sekolah, program TMMD kali ini mengeksekusi berbagai pembangunan infrastruktur vital, di antaranya adalah pembangunan jalan cor beton di dua dusun untuk memperlancar aksesibilitas warga.
“Kemudian pembuatan sumur bor dan jaringan perpiaan, guna memastikan ketersediaan air bersih, pembangunan drainase dan normalisasi sungai untuk mencegah banjir serta mendukung pengairan lahan pertanian,” ungkap Kusnadi.
Menariknya, program TMMD ini juga mencatatkan sasaran fisik over prestasi berupa perbaikan Jembatan Brang Etan serta pembangunan Kawasan Rest Area Terpadu.
Rest area terpadu ini dirancang ramah pengunjung dan fleksibel untuk memenuhi kebutuhan pengguna jalan maupun wisatawan yang melintas.
Di dalamnya akan dilengkapi fasilitas lengkap seperti MCK, musholla, lapak UMKM masyarakat lokal, hingga area parkir yang luas.
“Kami ingin kehadiran kawasan Rest Area Terpadu ini nantinya tidak hanya memberi rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” tutur Kusnadi optimistis.
Melalui kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin erat di Desa Kesongo, TMMD ke-129 tidak sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga membangun harapan, memulihkan roda ekonomi, dan merajut masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.
- Semangat Gotong Royong Menyala di Kesongo: Satgas TMMD 129 dan Warga Bahu-Membahu Pasang Atap Rumah Mbah Kardo
- Dorong Kemandirian Ekonomi Kaum Perempuan: TMMD 129 Bojonegoro Gandeng P4S Latih Ibu PKK Kesongo Buat Roti
- Keran Kebahagiaan Mulai Mengalir: Cerita Gotong Royong Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Bekatul















