banner 728x250

Rizky Ridho Soroti Rumput JIS Usai Persija Menang Tipis atas Persik

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Bek Persija Jakarta Rizky Ridho menilai kondisi rumput Jakarta International Stadium (JIS) menyulitkan timnya untuk menampilkan permainan terbaik. Keluhan itu disampaikan dalam jumpa pers setelah Persija menghadapi Persik di JIS, Senin. Menurut Ridho, kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi tim ketika berusaha mengembangkan permainan. Persija tetap dituntut tampil bagus dan meraih kemenangan, tetapi kualitas lapangan, dalam pandangannya, belum sepenuhnya mendukung upaya tersebut. Ia menyampaikan penilaian itu setelah timnya menang tipis atas Persik.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena Persija sedang memburu gelar BRI Super League 2026/2027. Dalam persaingan menuju target itu, setiap pertandingan memiliki arti penting dan tim perlu menjaga hasil sekaligus meningkatkan kualitas permainan. Ridho mengakui tuntutan untuk bermain baik dan menang tetap melekat pada Persija, apa pun kondisi yang ditemui di lapangan. Namun, ia merasa para pemain harus menghadapi keadaan yang membuat mereka kesulitan menunjukkan sepak bola terbaik. Pernyataan itu menggambarkan tantangan yang dirasakan tim, bukan perubahan pada ambisi mereka untuk terus bersaing.

banner 325x300

Ridho juga menyebut bahwa persoalan kondisi lapangan seperti ini terasa berulang setiap tahun. Ia berharap Persija memperoleh keberuntungan dalam setiap pertandingan, terutama ketika keadaan rumput dinilai belum mendukung permainan tim. Harapan tersebut disampaikan di tengah upaya klub menjaga konsistensi selama kompetisi berjalan. Bagi Ridho, tim tetap perlu berjuang dan memenuhi ekspektasi, meski ada faktor di luar kendali pemain yang dapat memengaruhi jalannya laga. Kemenangan atas Persik menjadi hasil penting, tetapi komentarnya menunjukkan bahwa kualitas lapangan masih menjadi hal yang ia soroti saat Persija mengejar target musim ini.

Persija Jakarta meraih kemenangan tipis 2-1 atas Persik Kediri dalam pertandingan yang berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS). Persik lebih dahulu membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui Imanol Garcia. Gol tersebut membuat Persija harus mengejar ketertinggalan, sementara permainan kedua tim berlangsung di tengah kondisi lapangan yang kemudian menjadi perhatian Rizky Ridho.

Persija baru berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-64. Denis Kolinger mencetak gol untuk mengubah skor menjadi 1-1, sebelum Ridho membawa tuan rumah berbalik unggul dua menit kemudian. Gol pada menit ke-66 itu menjadi penentu kemenangan Persija, yang mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir. Meski hasilnya berpihak kepada timnya, Ridho menilai kualitas permukaan lapangan JIS belum maksimal dan cukup menyulitkan para pemain.

Menurut Ridho, kondisi lapangan membuat pemain lebih sulit mengalirkan bola dengan lancar. Persoalan itu, katanya, tidak hanya dirasakan Persija, tetapi juga dialami oleh tim tamu. Ia mengaitkan situasi tersebut dengan cara gol-gol tercipta dalam pertandingan: gol Persik bermula dari sepak pojok, sedangkan dua gol Persija datang dari situasi tendangan bebas. Dengan demikian, seluruh gol dalam laga itu lahir melalui skema bola mati, bukan dari rangkaian serangan terbuka yang berujung penyelesaian akhir.

Ridho menyampaikan bahwa kedua tim sama-sama mencetak gol lewat set piece. Pernyataan itu menegaskan bagaimana kondisi lapangan dapat memengaruhi pilihan dan pelaksanaan permainan, termasuk upaya membangun serangan melalui operan. Namun, bola mati tetap menuntut ketepatan umpan, penempatan posisi, serta respons pemain di kotak penalti. Persija mampu memaksimalkan dua peluang dari tendangan bebas, sementara Persik memanfaatkan sepak pojok untuk mencetak gol pembuka. Hasil akhir 2-1 pun memperlihatkan bahwa efektivitas dalam situasi tersebut menjadi pembeda, sekaligus mengiringi sorotan Ridho terhadap kondisi rumput JIS.

Meski menyoroti kondisi rumput JIS setelah Persija meraih kemenangan tipis atas Persik, Rizky Ridho tetap menyampaikan apresiasi kepada pihak yang mengelola stadion. Ia memahami bahwa JIS tidak hanya digunakan untuk pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan lain, termasuk konser. Pemanfaatan stadion untuk beragam acara menunjukkan bahwa fasilitas tersebut dapat melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Menurut Ridho, kegiatan di luar sepak bola juga membawa manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Karena itu, keberadaan konser maupun agenda lainnya tidak semestinya langsung dipandang sebagai sesuatu yang bertentangan dengan kepentingan sepak bola. Keduanya dapat memberi nilai bagi banyak pihak apabila dikelola dengan mempertimbangkan kebutuhan setiap pengguna stadion.

Harapan Ridho adalah agar beragam kegiatan tersebut dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas lapangan. Rumput yang terawat penting bagi Persija sebagai tim tuan rumah, sekaligus bagi tim tamu yang bertanding di JIS. Kondisi lapangan yang lebih ideal memungkinkan para pemain menjalankan permainan dengan lebih nyaman dan mendukung jalannya pertandingan. Ia tidak menutup mata terhadap manfaat acara nonsepak bola, tetapi berharap dampaknya terhadap permukaan lapangan dapat diperhatikan. Dengan begitu, penggunaan stadion secara bergantian tidak harus membuat kualitas rumput terabaikan. Perencanaan dan perawatan yang tepat dapat membantu memastikan bahwa stadion tetap bermanfaat untuk berbagai kegiatan tanpa mengurangi kesiapan lapangan saat kembali digunakan untuk pertandingan.

Dalam menyampaikan kemungkinan solusi, Ridho menyebut gagasan menggulung lapangan sebagai salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan. Cara tersebut, atau metode lain yang sesuai, diharapkan bisa membantu melindungi rumput agar tidak mudah rusak ketika stadion digunakan untuk acara selain sepak bola. Usulan itu merupakan kemungkinan yang ia sampaikan, bukan keputusan yang telah ditetapkan oleh pengelola JIS. Bentuk perlindungan dan perawatan tetap memerlukan pertimbangan teknis dari pihak terkait. Yang menjadi perhatian Ridho ialah mencari jalan agar kegiatan yang memberi ruang bagi masyarakat dan membantu UMKM tetap dapat berlangsung, sementara lapangan juga dipelihara dengan baik. Jika keseimbangan itu tercapai, Persija dan tim tamu sama-sama dapat memperoleh kondisi bermain yang lebih ideal, dan JIS tetap bisa menjalankan fungsi lainnya.

Kemenangan tipis atas Persik membawa dampak penting bagi Persija Jakarta dalam persaingan Super League 2026/2027. Tambahan hasil tersebut membuat Macan Kemayoran kini mengoleksi 18 poin dari tujuh pertandingan. Catatan itu menempatkan Persija semakin kokoh di puncak klasemen, sekaligus mempertegas posisi tim setelah menjalani rangkaian pertandingan awal musim. Raihan poin yang terus bertambah menjadi dasar bagi Persija untuk mempertahankan keunggulan dalam persaingan di papan atas.

Jarak Persija dengan pesaing terdekatnya juga menjadi sorotan. Saat ini, Persija unggul empat poin dari Dewa United Banten FC yang berada di posisi kedua. Selisih tersebut memberi gambaran jelas mengenai posisi kedua tim berdasarkan perolehan poin yang tercatat. Dengan 18 poin dari tujuh laga, Persija memimpin, sedangkan Dewa United Banten FC mengikuti di bawahnya dengan jarak empat poin. Keunggulan itu menjadi hasil konkret yang dibawa Persija dari kemenangan atas Persik.

Bagi Persija, hasil melawan Persik bukan sekadar tambahan angka, tetapi juga memperkuat pijakan di puncak klasemen. Perolehan 18 poin setelah tujuh pertandingan menunjukkan konsistensi dalam mengumpulkan poin sejauh ini, sementara selisih empat angka atas tim peringkat kedua memberi ruang keunggulan yang nyata. Meski demikian, posisi tersebut tetap tercermin dari pertandingan-pertandingan yang telah dijalani dan jumlah poin yang sudah diraih. Kemenangan tipis itu pun berujung pada situasi klasemen yang semakin menguntungkan bagi Persija pada fase awal kompetisi.

Dengan demikian, Persija menutup pertandingan kontra Persik dengan tambahan hasil yang berdampak langsung pada persaingan papan atas.

Baca juga: Pemain Persija Diteror di Media Sosial: Siapa Victor Dethan? | Persija Jakarta Berpindah Markas Menuju Bali Lawan Java United

banner 325x300