Bogor | Arief Rahman Kusuma, seorang bobotoh asal Bogor, ditemukan meninggal dunia setelah pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib. Laga tersebut berlangsung di Stadion Pakansari pada Minggu (25/10/2026) malam. Informasi mengenai penemuan Arief menyebutkan bahwa ia ditemukan tergeletak di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Lokasi itu menjadi titik yang tercantum dalam keterangan terkait peristiwa tersebut.
Peristiwa ini terjadi setelah pertandingan yang digelar di stadion di Kabupaten Bogor tersebut. Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci rangkaian kejadian berakhirnya pertandingan dan saat Arief ditemukan. Karena itu, waktu tepat penemuan maupun kondisi yang mendahului kejadian tersebut tidak dapat dijelaskan lebih jauh berdasarkan informasi yang ada. Penyebutan hubungan waktu dengan pertandingan hanya menjelaskan bahwa penemuan berlangsung setelah laga, bukan penyebab atau latar belakang kematian Arief.
Informasi awal juga tidak menjelaskan penyebab Arief meninggal dunia. Tidak ada rincian mengenai keadaan yang mengarah pada kematiannya, sehingga hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan dari keterangan yang tersedia. Nama, asal, lokasi penemuan, dan waktu pertandingan merupakan fakta yang dapat disampaikan tanpa menambahkan dugaan. Dengan demikian, pemberitaan mengenai peristiwa ini perlu tetap berpegang pada detail yang telah disebutkan dan tidak menarik kesimpulan mengenai apa yang terjadi sebelum Arief ditemukan.
Arief dikenal dalam konteks pemberitaan ini sebagai bobotoh asal Bogor yang ditemukan seusai laga Garudayaksa FC kontra Persib. Pertandingan berlangsung di Stadion Pakansari pada Minggu malam, sedangkan lokasi penemuan berada di Jalan Raya Jakarta–Bogor KM 50, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja. Kedua lokasi tersebut dicantumkan untuk memberi gambaran faktual mengenai peristiwa, tanpa menyiratkan hubungan sebab-akibat. Hingga tersedia keterangan lebih lanjut, informasi mengenai keadaan Arief dan penyebab wafatnya tetap tidak diketahui.
Manajemen Persib Bandung menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Arief, Bobotoh asal Bogor. Pernyataan resmi tersebut ditujukan kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai ungkapan duka atas kepergian almarhum. Manajemen menyampaikan perhatian dan rasa kehilangan kepada keluarga Arief, yang kini harus menghadapi masa sulit setelah berpulangnya orang terkasih. Ungkapan belasungkawa itu juga menggambarkan bahwa kabar duka tersebut dirasakan tidak hanya oleh keluarga dekat, tetapi turut menjadi perhatian keluarga besar Persib. Melalui pernyataan itu, klub menyampaikan simpati kepada keluarga almarhum dan berharap mereka memperoleh kekuatan dalam melewati keadaan ini. Duka yang disampaikan manajemen merupakan bentuk kepedulian terhadap Arief serta orang-orang yang ditinggalkannya.
Manajemen menyebut kepergian Arief sebagai kehilangan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Berpulangnya almarhum meninggalkan ruang kehilangan bagi orang-orang terdekatnya, yang harus menjalani hari-hari berikutnya tanpa kehadiran Arief. Dalam pernyataan yang sama, manajemen juga menegaskan bahwa wafatnya Arief menjadi duka bagi keluarga besar Persib. Sebagai Bobotoh, Arief merupakan bagian dari lingkungan pendukung yang dekat dengan klub. Karena itu, kabar kepergiannya turut dirasakan sebagai kehilangan oleh keluarga besar Persib. Pernyataan ini menempatkan duka keluarga sebagai hal utama, sekaligus menyampaikan bahwa Persib ikut merasakan kesedihan atas berpulangnya Arief. Manajemen menyampaikan belasungkawa dengan tetap berfokus pada keluarga yang sedang berduka dan kehilangan yang mereka alami.
Dalam pernyataannya, manajemen turut memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa tersebut menjadi bagian dari ungkapan belasungkawa atas wafatnya Arief. Manajemen juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa duka. Harapan itu disampaikan bagi keluarga agar dapat melalui kehilangan ini dengan dukungan dan keteguhan. Pesan resmi Persib tersebut merangkum rasa duka atas kepergian Arief, kehilangan mendalam yang dialami keluarganya, serta kesedihan yang dirasakan keluarga besar Persib. Doa untuk almarhum dan harapan bagi keluarga yang ditinggalkan menjadi inti dari pernyataan belasungkawa manajemen. Dengan demikian, manajemen menyampaikan simpati kepada keluarga Arief sekaligus mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap keluarga Bobotoh yang berduka, perwakilan manajemen Persib berencana hadir di rumah duka pada hari itu. Kehadiran tersebut direncanakan untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung, sekaligus menunjukkan bahwa klub turut merasakan kehilangan yang dialami keluarga. Dalam situasi seperti ini, dukungan moral dari lingkungan klub dapat menjadi bentuk perhatian yang berarti bagi mereka yang ditinggalkan. Rencana tersebut mencerminkan kedekatan Persib dengan para pendukung, yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan klub. Meski duka yang dirasakan terutama berada pada keluarga, ungkapan simpati dari komunitas yang lebih luas dapat menghadirkan rasa kebersamaan di tengah masa sulit ini.
Belasungkawa secara langsung memberi kesempatan bagi perwakilan klub untuk menyampaikan rasa prihatin dan penghormatan kepada keluarga. Tindakan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perhatian terhadap sosok pendukung yang telah menjadi bagian dari keluarga besar Persib. Bagi keluarga yang sedang menghadapi kehilangan, kehadiran pihak yang datang dengan niat tulus dapat menjadi penguat, sekalipun tidak menghapus kesedihan yang dirasakan. Karena itu, rencana kunjungan manajemen menjadi salah satu cara klub menunjukkan empati dengan tetap menghormati suasana duka keluarga.
Persib dan para pendukung memiliki hubungan yang dibangun melalui dukungan serta rasa kebersamaan. Dalam momen kehilangan, hubungan itu dapat terlihat melalui sikap saling peduli dan kesediaan untuk hadir bagi mereka yang berduka. Rencana perwakilan manajemen untuk datang ke rumah duka pada hari itu menyampaikan pesan bahwa keluarga tidak menghadapi masa sulit tersebut tanpa perhatian dari komunitas klub. Penyampaian belasungkawa secara langsung diharapkan menjadi ungkapan simpati yang tulus, sekaligus penghormatan kepada Bobotoh yang telah menjadi bagian dari Persib. Sikap solidaritas ini menegaskan bahwa kepedulian klub tidak hanya hadir dalam pertandingan, tetapi juga dalam momen penting yang dialami para pendukung dan keluarga mereka.
Persib berharap aparat kepolisian dapat mengusut peristiwa yang menewaskan Bobotoh asal Bogor tersebut secara menyeluruh, profesional, dan transparan. Penanganan yang cermat diperlukan agar setiap fakta dapat diperiksa dengan baik, termasuk keterangan para saksi serta bukti yang berkaitan dengan kejadian. Dengan proses yang terbuka sesuai ketentuan, masyarakat dan terutama keluarga korban diharapkan memperoleh informasi yang jelas mengenai perkembangan penanganan perkara.
Klub juga berharap penyelidikan berlangsung hingga tuntas dan pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku. Harapan itu tidak dimaksudkan untuk mendahului hasil penyelidikan atau menyimpulkan pihak tertentu bersalah. Penentuan fakta dan tanggung jawab merupakan kewenangan aparat penegak hukum, yang diharapkan bekerja berdasarkan bukti serta prosedur yang berlaku. Persib menghormati proses penyelidikan yang sedang berjalan dan menyerahkan pemeriksaan perkara kepada pihak berwenang.
Bagi keluarga yang tengah menghadapi kehilangan, kejelasan mengenai peristiwa tersebut menjadi hal penting. Persib berharap penegakan hukum dapat memberikan kejelasan dan menghadirkan rasa keadilan bagi keluarga, tanpa mengabaikan hak semua pihak untuk memperoleh proses yang adil. Informasi resmi mengenai perkembangan kasus diharapkan disampaikan dengan kehati-hatian, sehingga tidak memunculkan spekulasi atau kesimpulan sebelum penyelidikan selesai.
Di tengah proses hukum yang berlangsung, Persib menyatakan siap mendampingi keluarga sesuai kebutuhan dan kewenangan klub. Bentuk dukungan tersebut dapat dibicarakan secara langsung dengan keluarga, dengan tetap menghormati privasi serta pilihan mereka. Pendampingan dari klub tidak menggantikan tugas aparat dalam menyelidiki perkara, tetapi menjadi wujud kepedulian kepada keluarga yang berduka. Persib berharap komunikasi dengan keluarga tetap terjaga dan bantuan yang diperlukan dapat diberikan secara tepat selama proses hukum berlangsung.
Baca juga: Pengacara Silmy Karim Sampaikan Pesan Penting kepada KPK | Persib Bandung Bangkit Kembali Setelah Kemenangan atas Persijap Jepara













