banner 728x250

Prabowo Resmikan Kodam Mataram, DIY Keluar dari Wilayah Kodam Diponegoro

Prabowo Resmikan Kodam Mataram, DIY Keluar dari Wilayah Kodam Diponegoro
banner 120x600
banner 468x60

YOGYAKARTA, DI YOGYAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Komando Daerah Militer (Kodam) 26 Mataram di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin, 5 Oktober 2026. Peresmian tersebut dilakukan bersama lima komando daerah militer baru lainnya dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Prosesi peresmian berlangsung di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Dalam agenda tersebut, Kodam 26 Mataram menjadi salah satu satuan kewilayahan yang secara resmi diperkenalkan sebagai bagian dari struktur komando daerah militer TNI. Peresmian dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 TNI.

banner 325x300

Pembentukan Kodam 26 Mataram turut mengubah posisi kelembagaan wilayah DIY dalam susunan komando TNI. Sebelumnya, wilayah DIY berada dalam cakupan Kodam IV/Diponegoro melalui Komando Resor Militer (Korem) 072/Pamungkas. Dengan peresmian tersebut, posisi kelembagaan DIY tidak lagi disebut berada dalam wilayah Kodam IV/Diponegoro melalui Korem 072/Pamungkas.

Rangkaian kegiatan di Mabes TNI itu menjadi momentum peresmian enam komando daerah militer baru secara bersamaan, termasuk Kodam 26 Mataram. Penyebutan Kodam Mataram dalam agenda tersebut berkaitan langsung dengan perubahan kedudukan wilayah DIY dalam struktur kelembagaan TNI. Peristiwa ini berlangsung pada tanggal yang sama dengan peringatan HUT ke-81 TNI, yakni 5 Oktober 2026.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI sebelum melanjutkan agenda pelantikan. Peresmian tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan kenegaraan dan menandai penguatan struktur organisasi Tentara Nasional Indonesia. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan pernyataan resmi mengenai pengesahan satuan-satuan baru tersebut di hadapan jajaran TNI serta para undangan yang hadir.

Momen peresmian berlangsung sebelum Prabowo meneruskan agenda pelantikan. Dengan demikian, rangkaian acara tidak berhenti pada pembacaan pernyataan peresmian, tetapi dilanjutkan melalui prosesi simbolis yang melibatkan Presiden dan perwakilan pimpinan satuan. Tahapan tersebut memperlihatkan penyerahan tanggung jawab kepemimpinan sekaligus pengakuan resmi terhadap keberadaan satuan-satuan baru dalam organisasi TNI.

Setelah menyatakan peresmian, Prabowo menyerahkan tongkat komando dan lambang kesatuan kepada perwakilan pimpinan satuan. Penyerahan tongkat komando menjadi bagian dari prosesi yang menandai pemberian simbol kepemimpinan kepada unsur pimpinan masing-masing satuan. Sementara itu, lambang kesatuan diserahkan sebagai simbol identitas satuan yang baru diresmikan. Prosesi ini kemudian menjadi pengantar bagi kelanjutan agenda pelantikan setelah peresmian 204 satuan baru TNI dinyatakan.

Peresmian Kodam 26 Mataram membawa konsekuensi faktual terhadap posisi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pembagian wilayah komando. Setelah komando baru tersebut diresmikan, DIY tidak lagi tergabung dalam wilayah Kodam IV/Diponegoro. Perubahan ini menandai berakhirnya penggabungan wilayah DIY dengan komando utama yang sebelumnya menaungi daerah tersebut.

Dalam hubungan sebelumnya, DIY berada dalam cakupan Kodam IV/Diponegoro melalui Korem 072/Pamungkas. Korem tersebut menjadi bagian dari hubungan komando yang mengaitkan wilayah Yogyakarta dengan Kodam Diponegoro. Dengan diresmikannya Kodam 26 Mataram, hubungan penggabungan wilayah itu mengalami perubahan sebagaimana disebutkan dalam sumber.

Informasi yang dapat dipastikan pada tahap ini terbatas pada perubahan tersebut, yaitu keluarnya DIY dari wilayah Kodam IV/Diponegoro dan peresmian komando baru bernama Kodam 26 Mataram. Keterangan itu belum memberikan penjelasan mengenai bentuk operasional komando baru, batas wilayah yang berlaku, susunan personel, maupun pembagian kewenangan setelah perubahan dilakukan.

Karena itu, perubahan ini perlu dipahami sebagai penataan hubungan wilayah komando berdasarkan informasi yang tersedia, bukan sebagai dasar untuk menarik kesimpulan lebih jauh mengenai mekanisme kerja atau struktur internal Kodam 26 Mataram. Rincian mengenai kedudukan Korem 072/Pamungkas setelah perubahan, termasuk keterkaitannya dengan komando baru, juga belum dijelaskan dalam bahan yang menjadi rujukan.

Dengan demikian, fakta utama yang tercatat adalah peresmian Kodam 26 Mataram beriringan dengan perubahan status penggabungan wilayah DIY. Daerah tersebut sebelumnya terhubung dengan Kodam IV/Diponegoro melalui Korem 072/Pamungkas, sedangkan setelah peresmian, DIY disebut tidak lagi berada dalam wilayah Kodam Diponegoro. Penjelasan lebih rinci mengenai dampak administratif dan operasionalnya memerlukan keterangan resmi tambahan.

Peresmian satuan baru oleh Presiden Prabowo Subianto mencakup enam komando daerah militer (Kodam) yang ditempatkan di sejumlah provinsi. Pembentukan tersebut memperluas cakupan organisasi kewilayahan TNI Angkatan Darat sekaligus menyesuaikan struktur komando dengan wilayah administratif yang menjadi tanggung jawabnya. Berikut daftar lengkap enam Kodam baru beserta provinsi masing-masing.

Kodam 25 Sultan Mahmud Riayat Syah berada di Provinsi Kepulauan Riau. Kodam ini menjadi satuan kewilayahan yang menaungi wilayah Kepulauan Riau dalam struktur komando daerah militer yang baru diresmikan.

Kodam 26 Mataram berkedudukan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan peresmian Kodam ini, Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki satuan komando daerah militer tersendiri dan tidak lagi berada dalam wilayah Kodam Diponegoro.

Kodam 27 Sobe Sonbai mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur. Nama tersebut digunakan sebagai identitas satuan baru yang bertugas dalam lingkup kewilayahan provinsi tersebut.

Kodam 28 Moloku Kie Raha berada di Provinsi Maluku Utara. Kodam ini menjadi bagian dari penataan organisasi teritorial TNI Angkatan Darat di kawasan Maluku Utara.

Kodam 29 Mambruk berada di Provinsi Papua Tengah. Kehadiran satuan ini menambah struktur komando kewilayahan di Papua dan secara khusus mencakup wilayah Provinsi Papua Tengah.

Kodam 30 Rinambora ditempatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kodam tersebut melengkapi susunan satuan baru yang dibentuk berdasarkan pembagian wilayah komando yang telah ditetapkan.

Keenam Kodam tersebut, yaitu Kodam 25 Sultan Mahmud Riayat Syah, Kodam 26 Mataram, Kodam 27 Sobe Sonbai, Kodam 28 Moloku Kie Raha, Kodam 29 Mambruk, dan Kodam 30 Rinambora, termasuk dalam 204 satuan baru yang diresmikan oleh Presiden Prabowo.

banner 325x300