Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua ditunjuk sebagai Panglima Kodam XXVII/Sobe Sonbai yang berkedudukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari penataan kepemimpinan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia seiring dengan peresmian enam komando daerah militer (kodam) baru. Sebagai salah satu perwira tinggi yang dipercaya mengemban jabatan tersebut, Thevi akan memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai dalam menjalankan tugas pertahanan dan pembinaan wilayah di Nusa Tenggara Timur.
Presiden Prabowo Subianto melantik enam perwira tinggi TNI berpangkat mayor jenderal sebagai panglima kodam pada 5 Oktober 2026. Pelantikan itu berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Keenam perwira tersebut masing-masing menerima amanah untuk memimpin kodam baru yang dibentuk sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi TNI di sejumlah wilayah.
Dalam rangkaian kebijakan tersebut, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua memperoleh penugasan untuk memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai di Nusa Tenggara Timur. Jabatan ini menempatkannya sebagai pimpinan utama kodam yang baru diresmikan di provinsi tersebut. Penunjukan itu juga menandai dimulainya kepemimpinan Kodam XXVII/Sobe Sonbai setelah enam kodam baru diresmikan bersamaan dengan pelantikan enam pangdam oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pelantikan pada 5 Oktober 2026 dengan demikian memiliki dua konteks penting, yakni peringatan HUT ke-81 TNI dan peresmian enam kodam baru. Di enam pangdam yang dilantik, Thevi Angandowa Zebua mendapat mandat untuk menjalankan kepemimpinan di Kodam XXVII/Sobe Sonbai. Penugasan tersebut menempatkan nama perwira Kopassus itu dalam struktur kepemimpinan baru TNI di tingkat komando daerah militer, khususnya untuk wilayah Nusa Tenggara Timur.
Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua merupakan abituren Akademi Militer tahun 1993. Status tersebut menempatkannya sebagai bagian dari perwira TNI Angkatan Darat yang memperoleh dasar pendidikan kemiliteran melalui Akademi Militer. Pendidikan itu menjadi fondasi awal bagi pembentukan pengetahuan, sikap, disiplin, dan tanggung jawab yang diperlukan dalam menjalankan pengabdian sebagai prajurit.
Dalam struktur kecabangan militer, Thevi berasal dari kecabangan infanteri Kopassus, yang dikenal pula sebagai korps baret merah. Identitas kecabangan ini menjadi bagian penting dari profil militernya karena infanteri Kopassus memiliki karakter pengabdian yang berkaitan erat dengan kesiapan, ketangguhan, dan kemampuan menghadapi tuntutan tugas. Penyebutan tersebut menjelaskan posisi dasar Thevi dalam lingkungan profesi militer tanpa perlu mengaitkannya dengan informasi lain di luar profil pendidikan dan kecabangannya.
Latar sebagai abituren Akademi Militer tahun 1993 dan perwira dari infanteri Kopassus memperlihatkan keterhubungan pendidikan formal militer dan perjalanan pengabdiannya di lingkungan TNI Angkatan Darat. Akademi Militer memberikan dasar pembentukan perwira, sedangkan kecabangan infanteri Kopassus menjadi identitas profesi yang melekat dalam pelaksanaan tugas. Kedua unsur tersebut membentuk gambaran awal mengenai kapasitas dan latar belakang kemiliteran Thevi secara proporsional.
Dengan demikian, profil Thevi dapat dipahami melalui dua pijakan utama, yakni pendidikan sebagai abituren Akademi Militer tahun 1993 dan kecabangannya di infanteri Kopassus. Pendidikan menunjukkan dasar pembentukan seorang perwira, sementara kecabangan menegaskan lingkungan pengabdian yang dijalaninya. Keduanya menjadi konteks penting untuk memahami perannya dalam tubuh TNI Angkatan Darat, tanpa menambahkan rincian mengenai satuan pendidikan, angkatan, daerah asal pendidikan, atau riwayat penugasan yang tidak tercantum.
Selama mengabdi di lingkungan Korps Pasukan Khusus atau Kopassus, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua memiliki pengalaman yang membentuk pemahamannya terhadap karakter, tata kerja, dan tuntutan tugas korps tersebut. Kopassus dikenal sebagai satuan TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus, sehingga penugasan di dalamnya menuntut kesiapan fisik, disiplin, ketahanan mental, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi. Pengalaman di korps baret merah menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional Mayjen TNI Thevi.
Salah satu aspek yang menonjol dalam profil militernya adalah keahlian di bidang penanggulangan teror, yang lazim disingkat Gultor. Bidang ini berkaitan dengan kemampuan menghadapi ancaman teror secara terukur, terencana, dan sesuai prosedur. Keahlian tersebut membutuhkan penguasaan taktik, ketelitian dalam mengambil keputusan, koordinasi antarpersonel, serta kesiapan menjalankan tugas dalam situasi berisiko tinggi. Pengalaman Gultor turut menunjukkan kedekatan kariernya dengan kompetensi khusus yang menjadi bagian dari karakter Kopassus.
Namun, informasi yang tersedia mengenai perjalanan Mayjen TNI Thevi di Kopassus tidak memuat rincian tentang operasi, misi, penugasan tertentu, maupun capaian spesifik dalam bidang penanggulangan teror. Karena itu, penggambaran pengalamannya perlu ditempatkan secara proporsional. Keahliannya dapat disebut sebagai salah satu unsur penting dalam latar belakang profesional, tanpa menarik kesimpulan yang melampaui keterangan faktual yang ada.
Pengalaman di Kopassus dan penguasaan bidang Gultor memberikan konteks untuk memahami profil Mayjen TNI Thevi sebagai perwira yang dibentuk dalam lingkungan dengan standar kesiapan tinggi. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebelum memegang tanggung jawab kepemimpinan yang lebih luas. Penekanannya bukan pada klaim keberhasilan tertentu, melainkan pada pengalaman korps dan kompetensi khusus yang tercatat dalam riwayat militernya.
Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang disebut lahir di Jambi pada 21 Juli 1971. Informasi tersebut menjadi bagian penting dalam profil singkatnya, terutama karena perjalanan kariernya berlangsung di lingkungan militer dengan pengalaman yang mencakup satuan strategis Angkatan Darat. Ia dikenal sebagai perwira yang memiliki keterkaitan kuat dengan Kopassus, satuan elite TNI Angkatan Darat yang menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan profesionalnya.
Sepanjang masa pengabdiannya, Thevi disebut telah menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI, khususnya dalam karier yang berkaitan dengan Kopassus. Namun, bahan yang menjadi dasar uraian ini hanya menyatakan adanya daftar jabatan yang pernah diemban tanpa mencantumkan rincian nama, urutan, maupun periode setiap jabatan tersebut. Oleh sebab itu, informasi mengenai riwayat penugasannya perlu disampaikan secara terbatas sesuai keterangan yang tersedia, tanpa menambahkan jabatan yang tidak tercantum dalam sumber.
Profil Thevi juga memperlihatkan perjalanan seorang perwira yang mencapai jenjang mayor jenderal. Penyebutan latar kelahiran, kedekatannya dengan Kopassus, serta pengalaman menduduki jabatan penting memberikan gambaran umum mengenai rekam pengabdiannya di TNI Angkatan Darat. Meski demikian, rincian lengkap mengenai setiap posisi yang pernah dijalankan tetap memerlukan rujukan sumber yang secara khusus memuat daftar tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua dipercaya menempati jabatan sebagai Pangdam XXVII/Sobe Sonbai. Penetapan tersebut menjadi jabatan barunya dalam struktur kepemimpinan TNI Angkatan Darat dan menempatkannya sebagai pemimpin Komando Daerah Militer XXVII/Sobe Sonbai.







