Tuban — Di tengah hujan yang turun tanpa jeda, di saat kebanyakan orang memilih berteduh dan menunda pekerjaan, ada sosok-sosok yang justru bergerak semakin cepat. Mereka adalah para petugas OPK Plumpang PDAM, dipimpin oleh Kanit OPK Plumpang, M. Alfin, yang hari ini kembali membuktikan bahwa pelayanan publik bukan sekadar tugas, tetapi panggilan hati.
Keluhan masyarakat mengenai gangguan aliran air langsung ditindaklanjuti. Tanpa menunggu lama, Alfin bersama jajaran dan para tukang gali terjun ke lapangan, menelusuri titik kerusakan pipa yang menyebabkan aliran air terganggu. Lumpur menempel di pakaian, hujan mengguyur tubuh, namun langkah mereka tidak pernah terhenti.
Di pinggir jalan desa, warga yang melihat perjuangan itu hanya bisa mengangguk haru. “MasyaAllah, hujan-hujan tetap dikerjakan. Kalau bukan karena peduli masyarakat, mana mungkin mau begini,” ujar seorang ibu yang sejak pagi menunggu aliran air kembali normal.
Bagi M. Alfin, pekerjaan itu bukan soal waktu atau cuaca. “Keluhan warga adalah prioritas kami. Kalau tidak segera diperbaiki, mereka yang akan kesusahan,” ucapnya singkat sambil terus memantau perbaikan.
Sikap sigap dan keteguhan hati itulah yang membuat masyarakat merasa benar-benar diperhatikan. Di tengah banyaknya keluhan tentang pelayanan publik, kehadiran sosok seperti Alfin dan timnya menjadi pengingat bahwa masih banyak petugas di lapangan yang bekerja dengan hati, bukan sekadar memenuhi kewajiban.
Menjelang sore, pipa berhasil diperbaiki dan aliran air kembali normal. Warga menyambutnya dengan rasa syukur yang sulit disembunyikan. “Terima kasih, Pak. Kerja panjenengan tidak sia-sia. Semoga selalu diberi kesehatan,” ucap seorang warga sambil menyalami salah satu petugas.
Di balik lumpur dan basahnya hujan, ada ketulusan yang menyentuh hati. Dan hari ini, M. Alfin bersama tim OPK Plumpang kembali menorehkan bukti bahwa pelayanan terbaik lahir dari kepedulian, bukan sekadar kewenangan.















