Jakarta | Seorang pemilik Geely EX2 mengeluhkan gangguan pengisian baterai yang muncul pada pekan pertama pemakaian. Keluhan tersebut terasa mengecewakan karena mobil listrik itu baru saja diterima dan sejak awal dipilih sebagai kendaraan keluarga untuk penggunaan jangka panjang. Sebelum membeli, pemilik mengaku telah meneliti sejumlah aspek, termasuk efisiensi dan kenyamanan, agar mobil yang dipilih sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Namun, menurut keterangannya, tidak ada masalah berarti selama masa awal penggunaan. Gangguan pada proses pengisian baru menjadi perhatian setelah mobil digunakan beberapa hari.
Pemilik tersebut memilih varian tertinggi Geely EX2, dengan pertimbangan bahwa kendaraan akan digunakan bersama keluarga dalam jangka panjang. Ia melakukan pemesanan pada 5 September 2026, kemudian membayar tanda jadi dan uang muka sekitar Rp128 juta. Proses menentukan unit sempat mengalami perubahan terkait pilihan warna. Warna yang semula diinginkan ternyata telah diambil oleh konsumen lain, sehingga pemilik perlu mempertimbangkan kembali opsi yang tersedia. Setelah berdiskusi dan menyepakati warna pengganti, proses pembelian berlanjut hingga unit siap diserahkan.
Mobil itu akhirnya diterima pada Senin, 5 Oktober 2026. Pada fase awal pemakaian, pemilik menyebut tidak menemukan kendala besar yang mengganggu penggunaan sehari-hari. Karena itu, munculnya persoalan pengisian baterai pada pekan pertama menjadi perubahan yang tidak ia duga, terutama setelah mempertimbangkan mobil tersebut sebagai pilihan untuk keluarga. Pengalaman ini menyoroti pentingnya memastikan sistem pengisian bekerja konsisten setelah kendaraan diserahkan kepada konsumen. Keluhan pemilik berfokus pada gangguan yang muncul saat mengisi daya, sementara rincian lebih lanjut mengenai frekuensi kejadian dan tindak lanjutnya belum disampaikan dalam keterangan awal. Meski begitu, urutan kejadian yang ia ceritakan menunjukkan bahwa masalah baru diketahui setelah mobil mulai digunakan, bukan saat transaksi maupun serah terima berlangsung. Dengan demikian, keluhan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman awal kepemilikan, ketika harapan terhadap efisiensi dan kenyamanan mobil listrik diuji oleh kendala teknis yang muncul tidak lama setelah pembelian.
Pada 8 Oktober 2026, pemilik Geely EX2 tersebut mengalami kendala saat melakukan pengisian daya untuk pertama kalinya. Waktu itu baru tiga hari sejak mobil diterima, sehingga pengalaman tersebut menjadi kesempatan awal untuk mencoba proses pengisian di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Pengisian dilakukan di SPKLU iGreen dengan memanfaatkan voucher yang diberikan oleh tenaga penjual.
Pemilik memulai pengisian ketika indikator baterai menunjukkan kapasitas sekitar 30 persen. Targetnya, daya terisi hingga 85 persen. Namun, proses untuk mencapai tingkat tersebut berlangsung lebih dari satu jam. Durasi itu terasa cukup lama bagi pemilik, terutama karena mobil masih baru dan kegiatan tersebut merupakan pengalaman pengisian pertamanya sejak kendaraan diterima.
Lamanya waktu pengisian kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai apakah proses berjalan sebagaimana mestinya. Pemilik merasa ada sesuatu yang tidak beres, meskipun pengalaman itu baru terjadi satu kali dan belum cukup untuk memastikan penyebabnya. Informasi yang dibagikan tidak dengan sendirinya menjelaskan apakah keterlambatan berkaitan dengan kondisi unit, fasilitas pengisian, atau faktor lain. Karena itu, durasi tersebut lebih tepat dipahami sebagai awal kekhawatiran yang dirasakan pemilik, bukan sebagai bukti bahwa ada komponen tertentu yang mengalami kerusakan.
Pengalaman pada pekan pertama pemakaian ini disampaikan melalui akun Threads @heryxxx. Unggahan tersebut menceritakan pengisian perdana dari 30 persen sampai 85 persen di SPKLU iGreen, termasuk penggunaan voucher dari tenaga penjual dan waktu yang dibutuhkan lebih dari satu jam. Kronologi sederhana itu menjadi titik awal perhatian pemilik terhadap performa pengisian Geely EX2. Pada tahap ini, hal utama yang diketahui adalah rentang daya yang diisi, lokasi pengisian, serta durasi yang dirasakan terlalu panjang. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kondisi pengisi daya atau rincian teknis lainnya saat kejadian berlangsung. Dengan demikian, pengalaman tersebut mencatat kesan awal pemilik setelah menerima mobil, sekaligus menunjukkan mengapa waktu pengisian menjadi perhatian dalam penggunaan kendaraan listrik sehari-hari.
Pada pengisian kedua yang dilakukan pada 11 Oktober 2026, kondisi baterai Geely EX2 berada di kisaran 30 persen. Mobil telah dipasangkan ke pengisi daya di lokasi pengisian umum, tetapi angka kapasitas baterai tidak bertambah. Pemilik menunggu sambil memastikan koneksi kendaraan dan alat terpasang sebagaimana mestinya. Namun, setelah kendaraan terhubung, proses pengisian tidak menunjukkan kemajuan yang terlihat pada indikator baterai. Keadaan ini menjadi perhatian karena pengisian sebelumnya sempat dilakukan pada pekan pertama pemakaian kendaraan. Meski mobil menerima sambungan dari unit pengisi daya, persentase baterai tetap bertahan di tingkat awal dan tidak berubah selama percobaan tersebut berlangsung di lokasi itu.
Awalnya, pemilik menduga kendala berasal dari perangkat SPKLU yang digunakan, bukan dari mobil. Untuk menguji dugaan itu, ia mencoba mengisi daya di beberapa lokasi berbeda. Setiap kali kendaraan disambungkan, hasilnya tetap sama: kapasitas baterai tidak naik. Perpindahan lokasi tersebut dimaksudkan untuk memastikan apakah gangguan hanya terjadi pada satu unit atau satu titik pengisian tertentu. Namun, percobaan di tempat lain tidak memberikan perubahan. Dengan daya yang tersisa terus berkurang selama penggunaan, pemilik akhirnya memutuskan menghentikan upaya pengisian di luar rumah. Kendaraan dibawa pulang ketika indikator menunjukkan sisa daya sekitar 12 persen. Pada tahap itu, masalah belum dapat dipastikan bersumber dari SPKLU atau kendaraan.
Setibanya di rumah, pemilik mencoba mengisi baterai menggunakan portable charger. Pengisian rumahan itu diharapkan dapat membantu membedakan kemungkinan gangguan pada fasilitas umum dari masalah yang mungkin berasal dari kendaraan atau proses pengisian secara umum. Namun, sambungan portable charger juga tidak membuat kapasitas baterai bertambah. Percobaan tersebut kemudian diulang keesokan harinya, tetapi hasilnya tidak berubah. Walaupun mobil kembali dihubungkan ke perangkat pengisian portabel, indikator baterai tetap tidak menunjukkan kenaikan daya. Dengan demikian, kegagalan pengisian tidak terbatas pada satu SPKLU atau satu lokasi tertentu, sebab pengisian di rumah pun tidak berhasil. Rangkaian percobaan ini memperpanjang persoalan yang muncul pada pekan pertama pemakaian.
Setelah beberapa upaya pengisian daya tidak berhasil, pemilik Geely EX2 tersebut menghubungi tenaga penjual untuk meminta arahan mengenai langkah berikutnya. Kegagalan pengisian menjadi kendala yang perlu ditangani melalui pemeriksaan lebih lanjut, terutama karena kendaraan masih berada pada pekan pertama pemakaian. Pemilik menyampaikan kondisi yang dialami dan menanyakan prosedur yang dapat ditempuh agar mobil dapat diperiksa oleh pihak yang berwenang. Berdasarkan arahan yang diterima, pemilik diminta menghubungi layanan Emergency Road Assistance (ERA), yaitu layanan bantuan darurat yang dapat membantu penanganan kendaraan di luar bengkel. Arahan ini menjadi tindak lanjut setelah pengisian gagal dan komunikasi awal dengan tenaga penjual.
Melalui layanan ERA, kendaraan kemudian dijadwalkan untuk dibawa ke bengkel dealer. Pada 12 Oktober 2026, Geely EX2 tersebut diderek menuju bengkel untuk menjalani pemeriksaan. Proses penderekan memungkinkan kendaraan ditangani oleh teknisi dealer meskipun pemilik sebelumnya tidak berhasil mengisi daya. Setibanya di bengkel, mobil dapat diperiksa secara langsung untuk mencari penyebab masalah yang menghambat proses pengisian. Tahap ini penting untuk membedakan apakah kendala berasal dari port pengisian atau komponen lain pada sistem kendaraan. Informasi yang tersedia pada tahap ini mencatat tanggal penderekan dan tujuan pemeriksaan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai prosedur teknis yang dilakukan.
Diagnosis awal disampaikan pada 14 Oktober 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, port charger dinyatakan perlu diganti.
Baca juga: Kedatangan Kapal Induk Pertama Indonesia: Mengungkap Spesifikasi dan Keunggulan Giuseppe Garibaldi















