JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 27 September 2026, PT Telkom Indonesia, sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, telah menggelar acara peluncuran resmi untuk kerangka kerja strategis yang dikenal dengan nama Scale. Produk terbaru ini merupakan bagian dari upaya Telkom untuk menyederhanakan dan meningkatkan tata kelola teknologi informasi yang ada. Dengan pengenalan Scale, Telkom menjadi lebih sigap dalam mengelola sumber daya teknologi yang dimiliki, yang pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi investasi yang dilakukan oleh perusahaan.
Dengan mengambil langkah strategis ini, Telkom bertujuan untuk memperkuat posisinya sebagai pengelola strategis bagi TelkomGroup. Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh anak perusahaan dalam grup ini dapat beroperasi dengan cara yang lebih terintegrasi dan efisien. Scale dirancang untuk membantu perusahaan dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks, serta untuk mendorong transformasi digital yang lebih cepat dan efektif di seluruh organisasi.
Para stakeholder, baik internal maupun eksternal, diharapkan dapat merasakan manfaat dari kehadiran Scale. Misalnya, dengan tata kelola yang lebih baik, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat. Selain itu, diharapkan bahwa peluncuran kerangka kerja ini dapat memfasilitasi kolaborasi yang lebih intensif pihak-pihak yang terlibat, sehingga menciptakan sinergi yang positif dan mendukung inovasi.
Secara keseluruhan, tujuan utama dari peluncuran Scale adalah untuk memperkuat kapasitas manajemen teknologi informasi di PT Telkom Indonesia, menjaga kelangsungan operasi yang efisien, dan memberikan dukungan optimal untuk pertumbuhan berkelanjutan di era digital. Dengan mengimplementasikan kerangka kerja ini, Telkom tidak hanya berfokus pada efisiensi internal, tetapi juga berupaya untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan serta meningkatkan daya saing perusahaan di pasar telekomunikasi yang semakin kompetitif.
Kerangka Scale yang diluncurkan oleh Telkom memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar pembaruan perangkat lunak. Ini adalah sebuah langkah strategis yang diambil untuk menciptakan sebuah ekosistem digital yang efisien, menghubungkan berbagai kapabilitas yang sebelumnya terpisah. Dengan Scale, Telkom menargetkan untuk mencapai transformasi menyeluruh yang melibatkan tidak hanya teknologi, tetapi juga proses kerja dan budaya organisasi.
Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, otomatisasi menjadi salah satu pilar utama dalam meningkatkan efisiensi. Scale dirancang untuk mengintegrasikan otomatisasi ke dalam setiap aspek operasional, memungkinkan perusahaan untuk mengurangi redundansi, mengoptimalkan alur kerja, dan meningkatkan kolaborasi antar departemen. Dengan pendekatan ini, Telkom berusaha untuk mempercepat proses bisnis dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan.
Lebih jauh lagi, kerangka Scale berfungsi sebagai jembatan teknologi dan manusia. Melalui tools dan metode baru yang diimplementasikan, para karyawan diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat, sambil tetap mempertahankan inovasi dan kreativitas. Penerapan Scale berarti memberikan pelatihan yang diperlukan agar staf dapat memanfaatkan potensi penuh dari alat yang ada, serta mendorong pola pikir yang selaras dengan perkembangan teknologi.
Signifikansi Scale tidak hanya terlihat dari peningkatan efisiensi dan otomatisasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap budaya kerja. Perubahan paradigma yang dibawa oleh kerangka ini menciptakan peluang bagi karyawan untuk berkontribusi lebih efektif, sehingga memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin dalam transformasi digital. Dengan memastikan bahwa setiap elemen dalam organisasi beroperasi dalam satu ekosistem yang harmonis, Telkom dapat menjawab tantangan pasar global dan memperkuat daya saingnya.
Transformasi digital yang diimplementasikan oleh Telkom dalam kerangka Scale diatur berdasarkan lima pilar strategis. Lima pilar ini menjadi fondasi dalam mencapai tujuan investasi dan pengembangan teknologi informasi yang berkelanjutan. Masing-masing pilar memiliki peran krusial dalam mendukung keberhasilan upaya transformasi, serta memastikan efisiensi operasional dan peningkatan kualitas layanan.
Pilar pertama adalah Digital Infrastructure, yang fokus pada pembangunan jaringan telekomunikasi yang robust dan handal. Dengan infrastruktur digital yang kuat, Telkom bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital di seluruh wilayah Indonesia. Selanjutnya, pilar kedua adalah Digital Solutions, yang mencakup pengembangan solusi teknologi yang inovatif, mulai dari layanan cloud hingga aplikasi yang meningkatkan produktivitas. Solusi digital ini berperan penting dalam membantu perusahaan beradaptasi dengan perubahan pasar yang cepat.
Pilar ketiga, Digital Security, menggarisbawahi pentingnya keamanan informasi dan perlindungan data dalam era digital. Mengingat meningkatnya ancaman siber, Telkom berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan dan menjaga kepercayaan pelanggan. Pilar keempat adalah Digital Talent, yang mengedepankan pengembangan sumber daya manusia. Pelatihan dan peningkatan keterampilan dalam bidang teknologi merupakan kunci untuk mendorong inovasi dan menciptakan lingkungan kerja yang efisien.
Terakhir, pilar kelima adalah Digital Ecosystem, berfokus pada kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk mitra bisnis dan komunitas. Dengan membangun ekosistem digital yang saling terhubung, Telkom berharap dapat menciptakan sinergi yang mempercepat adopsi teknologi dan memperluas jangkauan layanan. Kesemua pilar ini kemudian diringkas ke dalam 13 program operasional yang bertujuan untuk mendorong kemajuan yang terintegrasi dalam implementasi Scale.
Shared services merupakan suatu metode yang diadopsi oleh perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai fungsi yang serupa dalam satu unit, sehingga memungkinkan efisiensi yang lebih tinggi. Dalam konteks anak perusahaan Telkom, implementasi skema shared services menawarkan beberapa keuntungan signifikan yang dapat mengakselerasi pertumbuhan dan inovasi dalam bisnis digital.
Pertama, dengan mengadopsi shared services, anak perusahaan Telkom dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah ada, yang mencakup teknologi informasi dan sistem keamanan yang terstandarisasi. Ini mengurangi kebutuhan untuk setiap entitas berinvestasi secara independen dalam perangkat keras dan perangkat lunak; dengan demikian, biaya investasi dapat diminimalisir. Konsekuensinya, dana yang sebelumnya dialokasikan untuk infrastruktur bisa dialihkan untuk inovasi dan pengembangan produk baru.
Kedua, dengan menerapkan standar keamanan yang sama di seluruh anak perusahaan, Telkom dapat memperkuat pertahanan siber mereka. Keamanan menjadi isu yang sangat penting khususnya dalam dunia bisnis digital, di mana ancaman dapat muncul dari berbagai pihak. Dengan shared services, pendekatan keamanan dapat lebih konsisten dan efisien, baik dalam hal pengawasan maupun respons terhadap kemungkinan pelanggaran data.
Ketiga, kolaborasi antar anak perusahaan menjadi lebih mudah. Dengan adanya sistem dan proses yang terintegrasi, setiap entitas dapat berbagi informasi dan sumber daya secara lebih efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membantu dalam pembelajaran dan pengembangan kompetensi bersama di dalam organisasi. Selain itu, memudahkan transfer pengetahuan antar unit bisnis akan membuat Telkom lebih agile dalam menghadapi perubahan pasar dan tuntutan konsumen.
Secara keseluruhan, manfaat shared services bagi anak perusahaan Telkom tidak hanya terletak pada penghematan biaya, namun juga peningkatan keamanan, efisiensi operasional, serta kolaborasi yang lebih baik, yang pada gilirannya mendorong pertumbuhan yang lebih lincah dalam era transformasi digital ini.
















