banner 728x250

KRI Keris-624 Asah Kesiapan Tempur di Laut Bali

KRI Keris-624 Asah Kesiapan Tempur di Laut Bali
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | KRI Keris-624 melaksanakan latihan menembak meriam di perairan Laut Bali pada Rabu (28/10). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan kapal dan personel dalam menjalankan tugas di laut. Informasi mengenai waktu dan lokasi latihan disampaikan melalui siaran pers Komando Armada II (Koarmada II). Dalam latihan ini, unsur kapal mempraktikkan penggunaan meriam sesuai prosedur yang berlaku, dengan memperhatikan keselamatan personel serta lingkungan sekitar.

Latihan menembak bertujuan mengasah kemampuan tempur prajurit, khususnya dalam mengoperasikan persenjataan kapal secara terukur dan terkoordinasi. Kesiapan personel menjadi unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas, sehingga keterampilan yang telah dimiliki perlu dipelihara melalui latihan berkala. Kegiatan di laut juga memberi kesempatan bagi awak untuk menerapkan prosedur operasional dalam kondisi pelayaran, sekaligus memperkuat koordinasi di bagian-bagian terkait di kapal.

banner 325x300

Selain meningkatkan kecakapan awak, latihan tersebut digunakan untuk memastikan alutsista KRI Keris-624 berfungsi dengan baik. Pemeriksaan dan pengoperasian meriam dalam rangkaian latihan dapat membantu mengidentifikasi kesiapan sistem, sehingga aspek teknis dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan. Koarmada II menyampaikan bahwa pelaksanaan latihan merupakan bagian dari pembinaan kesiapan unsur operasional. Dengan kemampuan personel yang terasah dan dukungan peralatan yang siap digunakan, kapal diharapkan dapat melaksanakan tugas secara profesional ketika diperlukan.

Pelaksanaan kegiatan di perairan Laut Bali menunjukkan bahwa latihan rutin menjadi salah satu cara untuk mempertahankan kesiapan tempur unsur TNI Angkatan Laut. Informasi yang dirilis Koarmada II menegaskan dua sasaran utama latihan, yakni peningkatan kemampuan personel dan pemeriksaan fungsi alutsista. Tidak disampaikan rincian mengenai jenis amunisi, jumlah tembakan, maupun hasil evaluasi teknis latihan. Namun, kegiatan ini mencerminkan upaya berkelanjutan untuk memelihara kemampuan awak kapal dalam mengoperasikan persenjataan serta menjaga kesiapan peralatan yang menjadi bagian dari sistem pertahanan di laut.

Dalam latihan di Laut Bali, KRI Keris-624 mengasah kemampuan personel melalui penggunaan beragam jenis persenjataan. Materi penembakan mencakup meriam 57 mm, meriam 40 mm, dan meriam 20 mm. Perbedaan jenis serta kaliber senjata tersebut memberi awak kesempatan untuk melatih keterampilan pengoperasian sesuai fungsi masing-masing sistem. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan tempur kapal, sekaligus memastikan personel mampu menjalankan tugas secara terkoordinasi dalam situasi latihan di laut.

Keterangan mengenai persenjataan yang digunakan disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul. Ia menjelaskan bahwa latihan tidak hanya berfokus pada penembakan meriam yang menjadi bagian dari perlengkapan kapal. Personel juga berlatih menembak menggunakan senjata ringan M4 kaliber 5,56 mm. Dengan demikian, rangkaian kegiatan mencakup latihan dengan persenjataan kapal dan senjata individual, sehingga keterampilan yang diasah tidak terbatas pada pengoperasian meriam.

Latihan dengan beberapa jenis senjata membantu personel membangun pemahaman terhadap prosedur penggunaan, ketepatan, dan koordinasi dalam pelaksanaan tugas. Setiap sistem persenjataan memiliki karakteristik dan cara pengoperasian yang berbeda, sehingga awak perlu memahami peran serta penggunaannya dalam konteks latihan. Penembakan senjata ringan M4 juga melengkapi materi dengan keterampilan pada tingkat individu. Perpaduan materi tersebut memberi kesempatan bagi personel untuk berlatih secara lebih menyeluruh, dari penggunaan senjata kapal hingga senjata ringan. Melalui latihan terarah di Laut Bali, KRI Keris-624 terus memelihara kemampuan awak dalam mendukung tugas operasional TNI AL dan menjaga kesiapan menghadapi berbagai kebutuhan penugasan.

Sebelum melaksanakan latihan menembak, KRI Keris-624 lebih dahulu menjalankan tugas pengawasan dan pengamanan terhadap kapal perang Australia HMAS Choules yang melintas di perairan Laut Bali. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian tugas operasional kapal, sekaligus bentuk kehadiran unsur TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan laut. Dengan memantau pelayaran kapal asing yang berada di wilayah yurisdiksi Indonesia, personel dapat memastikan pergerakan kapal teridentifikasi dan berlangsung sesuai ketentuan. Pengawasan dilakukan ketika HMAS Choules melintas, sebelum KRI Keris-624 melanjutkan agenda latihan tempur yang telah direncanakan.

Komandan KRI Keris-624, Letkol Laut (P) Romi Iskandar Hasibuan, menjelaskan bahwa pemantauan terhadap kapal perang asing merupakan bagian dari tugas TNI AL. Menurutnya, pengawasan diperlukan untuk mengetahui dan memantau pergerakan kapal asing di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia. Tugas tersebut juga berkaitan dengan upaya menjaga keamanan wilayah laut nasional. Keberadaan kapal asing yang melintas tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya pelanggaran, namun tetap perlu dipantau secara profesional. Dengan demikian, TNI AL dapat menjaga kesadaran situasional di laut dan memastikan perkembangan di kawasan maritim teramati.

Pelaksanaan pengawasan terhadap HMAS Choules menggambarkan bahwa tugas KRI Keris-624 tidak hanya mencakup latihan dan kesiapan tempur, tetapi juga pemantauan aktivitas pelayaran di wilayah perairan. Kegiatan semacam ini menuntut kewaspadaan, koordinasi, serta ketelitian awak kapal dalam mengamati situasi di sekitar jalur pelayaran. Setelah tugas pengamanan dan pengawasan tersebut, kapal dapat meneruskan kegiatan latihan menembak sebagai bagian dari pembinaan kemampuan prajurit dan kesiapan alutsista. Perpaduan pemantauan kapal asing dan latihan operasional mendukung pelaksanaan tugas TNI AL dalam menjaga keamanan perairan yurisdiksi Indonesia, termasuk kawasan strategis Laut Bali.

Romi menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan wilayah dan latihan menembak yang dilaksanakan KRI Keris-624 berlangsung dengan lancar serta aman. Keterangan tersebut mencakup kedua rangkaian kegiatan, baik pengawasan di wilayah perairan maupun latihan menembak. Selama kegiatan berjalan, pelaksanaan berlangsung sesuai dengan kondisi yang dinyatakan Romi, tanpa kendala yang disebutkan dalam keterangannya. Ia memastikan bahwa kegiatan dapat diselesaikan dalam keadaan aman dan lancar.

Dalam keterangannya, Romi juga menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut semakin mengasah kemampuan personel. Kemampuan yang dimaksud meliputi keterampilan mengoperasikan senjata serta kecakapan melaksanakan pengawasan wilayah. Kedua kemampuan itu diharapkan terus terasah melalui pelaksanaan kegiatan seperti ini, sehingga personel semakin siap menjalankan tugas yang berkaitan dengan pengoperasian senjata dan pemantauan wilayah perairan.

Harapan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kedaulatan laut Indonesia. Romi menempatkan peningkatan kemampuan personel sebagai tujuan yang diharapkan dari kegiatan pengawasan dan latihan menembak. Dengan kemampuan mengoperasikan senjata yang semakin terasah, personel diharapkan dapat menjalankan keterampilan tersebut dengan baik. Demikian pula, kemampuan melakukan pengawasan wilayah diharapkan semakin terlatih sebagai bagian dari tugas menjaga kedaulatan laut Indonesia.

Romi menegaskan bahwa rangkaian pengawasan dan latihan menembak berlangsung lancar serta aman. Ia berharap kegiatan itu dapat semakin mengasah kemampuan personel dalam mengoperasikan senjata dan melakukan pengawasan wilayah demi menjaga kedaulatan laut Indonesia. Harapan tersebut mencakup dua keterampilan yang disebutkan, yakni pengoperasian senjata dan pengawasan wilayah, serta tujuan yang menyertainya, yaitu menjaga kedaulatan laut Indonesia. Dengan demikian, berdasarkan keterangan Romi, kegiatan telah berlangsung aman dan lancar, sementara peningkatan kemampuan personel menjadi harapan yang disampaikan terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

Baca juga: Pastikan Kesiapan Wilayah, Tim Mabes Polri Laksanakan Study Kelayakan Pembentukan Yon B POR Sat Brimob di Maybrat

banner 325x300