banner 728x250

Kecelakaan di Jalan Nusantara Depok, Penumpang Vario Meninggal Dunia

Kecelakaan di Jalan Nusantara Depok, Penumpang Vario Meninggal Dunia
banner 120x600
banner 468x60

Depok | Kecelakaan lalu lintas di Jalan Nusantara, Depok, menewaskan seorang penumpang sepeda motor Honda Vario. Korban meninggal dunia setelah terlindas truk dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kejadian ini disampaikan Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra Kurniawan pada Sabtu (24/10/2026). Peristiwa itu menjadi perhatian karena melibatkan sepeda motor dan kendaraan berat di salah satu ruas jalan di Depok.

Hendra menyatakan bahwa penumpang Vario tersebut meninggal setelah terlindas truk. Hingga keterangan itu disampaikan, informasi yang dipastikan pihak kepolisian berkaitan dengan akibat kecelakaan dan penanganan awal di lokasi. Rincian lebih lanjut mengenai identitas korban, waktu kejadian, kronologi, maupun kondisi pengendara belum disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Karena itu, penyebab dan urutan kejadian tidak dapat disimpulkan hanya dari informasi awal tersebut.

banner 325x300

Satlantas Polres Metro Depok telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Nusantara. Langkah ini merupakan bagian dari penanganan kecelakaan untuk mengumpulkan keterangan dan memeriksa kondisi lokasi. Hasil pemeriksaan dapat membantu petugas menyusun gambaran kejadian secara lebih utuh serta menentukan langkah penanganan berikutnya. Kepolisian belum merinci hasil olah TKP maupun perkembangan penyelidikan dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu tersebut.

Penanganan di lokasi dan informasi resmi dari kepolisian menjadi rujukan untuk mengetahui perkembangan kasus ini. Masyarakat diimbau menunggu keterangan lanjutan dari pihak berwenang, terutama terkait kronologi dan faktor yang diduga berperan dalam kecelakaan. Sampai informasi tambahan disampaikan, fakta yang telah dikonfirmasi adalah seorang penumpang Vario meninggal setelah terlindas truk dan Satlantas Polres Metro Depok telah melakukan olah TKP. Dengan demikian, penyebab insiden di Jalan Nusantara masih perlu merujuk pada hasil pemeriksaan kepolisian, bukan dugaan yang beredar.Berdasarkan keterangan Hendra, peristiwa bermula ketika sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi B 6006 ERF melaju dari arah Simpang Sengon menuju Beji. Kendaraan tersebut dikemudikan oleh MW. Saat tiba di sekitar Apotek Pala Farma, sepeda motor itu disebut oleng ke kanan. Pergerakan tersebut membuat Mio masuk ke jalur yang digunakan kendaraan dari arah berlawanan. Situasi di ruas jalan itu kemudian berubah dengan cepat karena dari arah Beji sedang melaju sepeda motor lain, yakni Honda Vario bernomor polisi B 4535 EFD.

Vario tersebut dikemudikan oleh WAA dan membawa seorang penumpang berinisial SF. Pada waktu yang sama, WAA berkendara dari Beji menuju Simpang Sengon. Dengan demikian, kedua sepeda motor bergerak dari arah yang saling berlawanan. Ketika Mio melintasi batas menuju jalur lawan, ruang bagi pengendara Vario untuk mengantisipasi kendaraan yang datang menjadi sangat terbatas. Menurut keterangan Hendra, pengemudi Vario terkejut melihat posisi Mio yang sudah berada di jalurnya.

Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat WAA tidak sempat menghindar. Kedua sepeda motor lalu bersenggolan di dekat Apotek Pala Farma. Uraian awal kejadian itu menggambarkan rangkaian peristiwa yang berlangsung dalam waktu singkat, mulai dari Mio yang oleng ke kanan, masuk ke jalur berlawanan, hingga kontak dengan Vario yang melintas dari arah Beji. Keterangan tersebut menjadi dasar untuk memahami bagaimana benturan bermula, tanpa menyimpulkan penyebab lebih jauh di luar informasi yang disampaikan Hendra. Dalam peristiwa itu, WAA mengendarai Vario bersama SF, sementara MW berada di atas Mio. Posisi dan arah perjalanan kedua kendaraan tersebut menjelaskan mengapa pengemudi Vario hanya memiliki sedikit waktu untuk bereaksi setelah Mio memasuki jalurnya. Rangkaian ini merupakan gambaran awal insiden berdasarkan keterangan saksi, bukan penetapan akhir mengenai faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan.Peristiwa tabrakan antarmotor terjadi di Jalan Nusantara, Depok, dan mengakibatkan dua pengendara terjatuh ke badan jalan. Dalam insiden tersebut, WAA dan SF yang berada di atas sepeda motor Vario mengalami benturan dengan kendaraan lain di depannya hingga kehilangan keseimbangan. Kedua korban terjatuh dan tergeletak di jalur kendaraan, sehingga kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan lain yang melintas di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan awal, sebuah truk boks bernomor polisi F 8884 MD melaju dari arah belakang dan tidak dapat menghindari kedua pengendara yang terjatuh. Pengemudi truk diduga tidak memiliki cukup waktu untuk mengerem ataupun melakukan manuver, sehingga kendaraan tersebut menabrak WAA dan SF. Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar karena terjadi di ruas jalan yang cukup ramai dilalui kendaraan.

SF dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian akibat luka serius di bagian kepala. Selain itu, korban juga mengalami luka pada kaki kiri serta kedua tangan. Petugas yang tiba di lokasi segera melakukan pengamanan dan memastikan kondisi korban, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

WAA mengalami luka lecet pada kaki kanan, kaki kiri, dan tangan kanan. Yang bersangkutan kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tersebut serta meminta keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi.

Hendra menyampaikan bahwa ketiga kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan di Jalan Nusantara, Depok, mengalami kerusakan ringan. Meski kondisi kendaraan dilaporkan demikian, peristiwa tersebut menimbulkan korban jiwa setelah seorang penumpang sepeda motor Honda Vario meninggal dunia. Keterangan mengenai kerusakan kendaraan menjadi bagian dari informasi awal yang disampaikan terkait penanganan kejadian, sementara polisi masih mengumpulkan bahan untuk menelusuri rangkaian peristiwa secara lebih lengkap.

Satuan Lalu Lintas Polres Metro Depok masih menyelidiki kecelakaan tersebut. Petugas berupaya mencari rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi yang mungkin merekam kejadian. Rekaman itu diharapkan dapat membantu memberikan gambaran mengenai pergerakan kendaraan sebelum benturan dan kondisi di jalan pada saat kecelakaan berlangsung. Polisi juga tengah mendata kejadian sebagai bagian dari proses pemeriksaan, termasuk menghimpun keterangan dan informasi yang relevan dengan peristiwa tersebut.

Dugaan awal yang disampaikan menyebut kecelakaan berkaitan dengan sepeda motor yang oleng hingga masuk ke jalur berlawanan. Namun, keterangan tersebut masih merupakan dugaan awal dan belum menjadi hasil akhir penyelidikan. Penelusuran lebih lanjut diperlukan untuk memastikan urutan kejadian serta faktor-faktor yang berperan. Karena itu, penyebab akhir kecelakaan belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia saat ini. Satlantas Polres Metro Depok masih mencari bukti, termasuk rekaman CCTV, dan mendata kejadian sebelum menyampaikan perkembangan penanganan lebih lanjut. Informasi mengenai kondisi kendaraan dan dugaan awal tersebut perlu dibedakan dari kesimpulan resmi yang mungkin ditetapkan setelah seluruh keterangan dan bukti diperiksa. Hingga proses itu berlangsung, polisi terus menangani peristiwa tersebut tanpa menetapkan dugaan awal sebagai kepastian mengenai penyebab kecelakaan.

Baca juga: Kecelakaan di Jalan Raya KSU Depok: Proses Evakuasi Berhasil, Lalu Lintas Masih Macet | Tragedi Kecelakaan di Depok: Rombongan Keluarga Terperosok ke Kali | Kecelakaan Tragis di Perlintasan Kereta Api Serang

banner 325x300