Hawa dingin menyelimuti Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, ketika sebuah pesawat caravan perlahan bersiap meninggalkan Bandara Tigiles pada Sabtu pagi, 16 Mei 2026. Di dalam pesawat itu terdapat empat personel Satgas Rajawali IV Yonif 303/SSM yang baru saja dievakuasi dari Pos TK Bukit Kandoe. Tiga di antaranya mengalami luka bakar akibat sambaran petir, sementara satu personel lainnya gugur dalam peristiwa yang terjadi di tengah cuaca ekstrem malam sebelumnya.
Aktivitas di bandara kecil itu terlihat lebih sibuk dibanding biasanya. Sejumlah anggota TNI tampak mondar-mandir membantu proses pemindahan korban. Beberapa personel membawa perlengkapan medis, sementara lainnya memastikan area sekitar tetap aman sebelum pesawat lepas landas menuju Timika.
Peristiwa yang menimpa personel Satgas Rajawali IV Yonif 303/SSM itu bermula saat hujan deras mengguyur wilayah Sinak pada Jumat malam, 15 Mei 2026. Sejak pukul 20.00 WIT, langit di kawasan pegunungan Papua Tengah berubah gelap. Kilatan petir terlihat berkali-kali membelah awan tebal yang menyelimuti distrik tersebut.
Bagi masyarakat maupun aparat yang bertugas di wilayah pegunungan Papua, kondisi cuaca seperti itu sebenarnya bukan hal baru. Namun malam itu situasinya jauh lebih berat. Hujan turun tanpa jeda selama berjam-jam disertai suara guruh yang terus menggema di sekitar lembah dan lereng pegunungan.
Di saat bersamaan, situasi keamanan di sekitar TK BNPB atau Pos Kotis 621/Manuntung juga dilaporkan mengalami peningkatan kewaspadaan. Informasi mengenai adanya penonjolan dan kontak tembak membuat sejumlah pos di sekitar wilayah tersebut langsung memperketat penjagaan.
Pos TK Bukit Kandoe termasuk salah satu titik yang melaksanakan siaga penuh malam itu. Personel yang berada di pos segera mengambil posisi stelling sambil memantau perkembangan situasi di sekitar wilayah penugasan mereka.
Namun ketika hujan masih mengguyur deras, petaka datang tanpa peringatan. Sekitar pukul 20.15 WIT, sebuah sambaran petir menghantam area Pos TK Bukit Kandoe. Suara dentumannya terdengar keras hingga beberapa titik di sekitar lokasi.
Kilatan cahaya yang muncul seketika membuat suasana berubah panik. Beberapa anggota yang berada tidak jauh dari lokasi sambaran langsung berlari memberikan pertolongan kepada rekan-rekannya yang terkena dampak sambaran listrik tersebut.
Malam yang gelap dan hujan yang belum reda membuat proses penanganan awal berlangsung dalam kondisi serba terbatas. Personel hanya mengandalkan lampu penerangan seadanya sambil memastikan korban bisa segera dipindahkan dari area berbahaya.
Akibat kejadian tersebut, satu personel Satgas Rajawali IV Yonif 303/SSM dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Praka Jefri. Sementara tiga personel lainnya mengalami luka bakar akibat sambaran petir yang mengenai area pos.
Ketiga korban luka yakni Kopda Junaedi, Praka Arif Hari dan Prada Fifi. Meski mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh, ketiganya dilaporkan masih dalam kondisi sadar ketika mendapat pertolongan pertama dari rekan-rekan mereka.
Selain menyebabkan korban jiwa dan luka, sambaran petir juga merusak sebagian bangunan Pos TK Bukit Kandoe. Beberapa bagian pos mengalami kerusakan ringan akibat efek sambaran listrik yang cukup kuat.
Karena hujan deras terus berlangsung hingga tengah malam, proses evakuasi tidak bisa langsung dilakukan. Medan menuju lokasi yang berada di dataran tinggi membuat pergerakan personel sangat terbatas, apalagi kondisi jalur menjadi licin akibat hujan berkepanjangan.
Sepanjang malam, personel yang berada di sekitar lokasi tetap berjaga sambil memantau kondisi korban luka. Komunikasi terus dilakukan dengan pos induk guna menyiapkan proses evakuasi begitu cuaca memungkinkan.
Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 WIT, hujan mulai mereda meski kabut masih menyelimuti sebagian kawasan Sinak. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan personel gabungan dari Yonif 303/SSM bersama anggota 621/Manuntung untuk bergerak menuju Pos TK Bukit Kandoe.
Perjalanan menuju lokasi berlangsung cukup berat. Jalur pegunungan dipenuhi lumpur dan bebatuan basah akibat hujan semalaman. Beberapa personel terlihat berjalan hati-hati sambil membawa perlengkapan medis lapangan.
Di beberapa titik, tim harus memperlambat perjalanan karena kondisi medan yang cukup curam. Meski demikian, proses evakuasi tetap berjalan dengan koordinasi ketat demi memastikan korban segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sesampainya di lokasi, suasana duka masih terasa kuat. Rekan-rekan korban tampak membantu mengevakuasi perlengkapan dan membersihkan area pos yang mengalami kerusakan akibat sambaran petir.
Tim medis lapangan langsung memeriksa kondisi tiga korban luka sebelum proses pemindahan dilakukan. Luka bakar yang dialami para personel mendapat penanganan awal untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil selama perjalanan evakuasi.
Sekitar pukul 09.00 WIT, seluruh korban akhirnya berhasil dievakuasi dari Pos TK Bukit Kandoe. Selanjutnya mereka dibawa menuju Gudang BNPB yang juga digunakan sebagai Pos Kotis 621/Manuntung.
Di lokasi tersebut, penanganan kesehatan kembali dilakukan terhadap korban luka. Beberapa personel terlihat membantu tim medis sambil memastikan proses pemindahan menuju bandara berjalan lancar.
Meski dalam kondisi terluka, tiga anggota yang selamat tetap sadar selama proses penanganan berlangsung. Rekan-rekan mereka terus memberikan dukungan sambil membantu pengamanan di sekitar area transit.
Tidak lama berselang, proses evakuasi udara mulai dipersiapkan. Sekitar pukul 10.10 WIT, rombongan bergerak menuju Bandara Tigiles Sinak menggunakan kendaraan dengan pengawalan personel gabungan.
Perjalanan menuju bandara dilakukan perlahan mengingat kondisi jalan yang masih licin dan berkabut. Beberapa personel tampak berjaga di sejumlah titik jalur untuk memastikan kendaraan pembawa korban dapat melintas dengan aman.
Ketika rombongan tiba di Bandara Tigiles sekitar pukul 10.20 WIT, pesawat caravan PK-SNE sudah dalam posisi siap terbang. Aktivitas di sekitar landasan tampak sibuk dengan kehadiran personel gabungan yang membantu proses pemindahan korban.
Sebelum penerbangan dilakukan, tim medis kembali memeriksa kondisi korban luka. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan ketiga personel cukup stabil selama perjalanan udara menuju Timika.
Suasana haru sempat terlihat di sekitar landasan ketika sejumlah personel memberikan penghormatan kepada Praka Jefri sebelum pesawat diberangkatkan. Wajah lelah tampak jelas dari para anggota yang sejak malam sebelumnya berjibaku menghadapi cuaca buruk dan proses evakuasi di medan berat.
Tepat pukul 10.30 WIT, pesawat caravan PK-SNE akhirnya lepas landas dari Bandara Tigiles menuju Timika. Seluruh proses evakuasi berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti.
Peristiwa sambaran petir di Pos TK Bukit Kandoe kemudian menjadi perhatian serius karena menunjukkan tingginya risiko cuaca ekstrem di wilayah pegunungan Papua Tengah. Lokasi pos yang berada di kawasan dataran tinggi dinilai sangat rentan terhadap sambaran petir saat hujan deras terjadi.
Dalam analisa sementara, insiden yang menimpa personel Satgas Rajawali IV Yonif 303/SSM dipastikan murni akibat faktor alam. Cuaca ekstrem yang melanda Distrik Sinak malam itu menjadi penyebab utama terjadinya korban.
Kondisi geografis di Kabupaten Puncak memang dikenal cukup sulit. Selain berada di wilayah pegunungan dengan akses terbatas, kawasan tersebut juga sering mengalami perubahan cuaca mendadak, terutama pada malam hari.
Hujan deras, kabut tebal dan sambaran petir menjadi tantangan yang hampir selalu dihadapi personel yang bertugas di wilayah tersebut. Karena itu, evaluasi terhadap sistem perlindungan di pos-pos pengamanan mulai menjadi perhatian serius pasca kejadian ini.
Salah satu rekomendasi yang muncul adalah perlunya pemasangan alat penangkal petir di sejumlah pos yang berada di kawasan rawan sambaran. Selain itu, penggunaan perangkat elektronik seperti wifi dan starlink juga disarankan untuk dimatikan sementara ketika cuaca mulai memburuk.
Pemeriksaan kesehatan terhadap personel lain yang berada di Pos TK Bukit Kandoe saat kejadian juga terus dilakukan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak lanjutan akibat sambaran petir tersebut.
Pasca evakuasi selesai dilakukan, monitoring wilayah tetap berjalan guna memastikan kondisi di Distrik Sinak tetap aman dan terkendali. Personel gabungan juga terus melaporkan perkembangan situasi dari lapangan secara berkala.
Bagi anggota Satgas Rajawali IV Yonif 303/SSM, kejadian ini menjadi salah satu pengalaman paling berat selama menjalankan tugas di Papua Tengah. Selain menghadapi tantangan keamanan, mereka juga harus berhadapan dengan kondisi alam yang tidak bisa diprediksi.
Gugurnya Praka Jefri meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekannya di lapangan. Sosoknya dikenal sebagai prajurit yang aktif dan selalu terlibat dalam berbagai tugas pengamanan selama bertugas di wilayah Sinak.
Sementara itu, tiga personel yang mengalami luka bakar masih menjalani perawatan lanjutan di Timika. Dukungan moril dan doa terus diberikan agar kondisi mereka segera pulih.
Insiden di Pos TK Bukit Kandoe menjadi pengingat bahwa medan penugasan di Papua tidak hanya menyimpan tantangan dari sisi keamanan, tetapi juga ancaman alam yang bisa datang kapan saja. Dalam kondisi seperti itu, kesiapan personel dan perlengkapan mitigasi menjadi faktor penting demi menjaga keselamatan seluruh anggota yang bertugas di garis depan.
- Persit Kodim 1801 Turun Tangan Sukseskan Dapur Umum TMMD Ke-128: Kebersamaan TNI dan Persit Hangatkan Semangat di Tanah Rubuh
- Pembuatan Tugu Prasasti TMMD Ke-128 Capai 75 Persen
- <a href="https://jejakperistiwa.id/satgas-tmmd-ke-128-kodim-1801-<a href="https://jejakperistiwa.id/satgas-tmmd-ke-128-kodim-1801-<a href="https://jejakperistiwa.id/koptu-arif-latih-tarian-yospan-anak-sd-inpres-62-asai-dalam-kegiatan-tmmd-ke-128-kodim-1801-<a href="https://jejakperistiwa.id/satgas-tmmd-ke-128-kodim-1801-manokwari-jalin-komunikasi-sosial-dengan-warga-di-kampung-tanah-rubuh/”>manokwari/”>manokwari-laksanakan-pengecatan-rtlh-di-kampung-tanah-rubuh/”>manokwari-bangun-pondasi-pagar-gereja-jemaat-erroi/”>Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1801/Manokwari Bangun Pondasi Pagar Gereja Jemaat Erroi

















Respon (1)