Jakarta | Pada Selasa, 20 Oktober 2026, harga BBM Pertamina yang menjadi perhatian mencakup bahan bakar nonsubsidi maupun BBM bersubsidi. Konsumen umumnya mencermati harga produk seperti Pertamax dan Dexlite, sekaligus harga bahan bakar subsidi yang banyak digunakan masyarakat. Informasi harga pada tanggal tersebut penting untuk membantu pemilik kendaraan memperkirakan pengeluaran dan memilih jenis BBM sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku. Namun, perubahan harga dapat berbeda menurut produk dan wilayah pemasaran, sehingga pembaca perlu merujuk pada daftar resmi Pertamina untuk mengetahui nominal yang berlaku di daerah masing-masing. Rincian produk dan perbandingannya dengan harga sebelumnya juga perlu dibaca secara cermat.
Keterangan yang beredar menyebut harga BBM nonsubsidi masih sama seperti periode sebelumnya. Pertamina mempertimbangkan beragam faktor sebelum menetapkan penyesuaian, termasuk perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar, biaya distribusi, serta kondisi pasar. Selain itu, kondisi masyarakat turut menjadi pertimbangan ketika perusahaan mengevaluasi kebijakan harga. Karena itu, perubahan harga tidak semata-mata ditentukan oleh satu faktor, dan evaluasi dapat dilakukan secara berkala. Meski demikian, pernyataan bahwa harga nonsubsidi disebut masih sama perlu dipahami berdampingan dengan rincian per produk. Perbandingan dalam daftar berikut menunjukkan bahwa sejumlah produk mengalami kenaikan dari harga sebelumnya, sehingga informasi umum tersebut tidak otomatis berarti seluruh jenis BBM tetap pada nominal yang sama.
Perbedaan keterangan umum dan perbandingan masing-masing produk membuat pemeriksaan rincian menjadi penting. Harga Pertamax, Dexlite, dan jenis BBM lainnya dapat memiliki perubahan yang berlainan, sementara produk bersubsidi mengikuti ketentuan yang berlaku bagi penyalurannya. Konsumen sebaiknya mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi Pertamina atau stasiun pengisian bahan bakar sebelum mengisi, terutama jika membutuhkan kepastian nominal untuk wilayah tertentu. Dengan melihat tanggal berlaku, nama produk, dan harga sebelumnya secara bersamaan, pembaca dapat memahami perubahan secara lebih akurat tanpa menganggap satu keterangan berlaku untuk semua jenis BBM. Pendekatan ini membantu menghindari kesimpulan keliru saat mencermati harga pada 20 Oktober 2026.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga sejumlah BBM nonsubsidi Pertamina berlaku dengan tarif baru sejak 2 September 2026. Rincian ini memperlihatkan perubahan dibandingkan harga sebelumnya untuk produk bensin beroktan tinggi maupun bahan bakar diesel. Perbandingan harga lama dan baru penting dicermati karena kenaikannya berbeda pada setiap produk. Angka yang dicantumkan merupakan harga per liter untuk wilayah dengan ketentuan PBBKB tersebut, bukan patokan yang otomatis berlaku di seluruh daerah Indonesia.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp19.600 per liter. Sebelum penyesuaian, produk ini dijual Rp18.300 per liter, sehingga terdapat kenaikan sebesar Rp1.300. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami perubahan dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter. Selisihnya mencapai Rp2.550 per liter. Dengan demikian, harga baru Pertamax Green 95 berada di bawah Pertamax Turbo, tetapi kenaikan nominalnya lebih besar dibandingkan kenaikan pada Pertamax Turbo. Kedua produk tersebut merupakan pilihan bensin nonsubsidi dengan harga yang berbeda sesuai jenis produknya.
Pada kelompok BBM diesel, Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Perubahan tersebut berarti konsumen membayar Rp4.000 lebih tinggi untuk setiap liter dibandingkan harga sebelumnya. Pertamina Dex juga mengalami kenaikan, dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, atau bertambah Rp4.050 per liter. Berdasarkan rincian ini, Pertamina Dex menjadi produk dengan harga baru tertinggi di empat produk yang disebutkan, disusul Dexlite. Perbandingan tersebut khusus menggambarkan harga per liter di wilayah dengan PBBKB 5 persen.
Secara keseluruhan, harga baru keempat produk tersebut lebih tinggi daripada tarif sebelumnya. Kenaikan nominal terbesar terdapat pada Pertamina Dex, sedangkan Pertamax Turbo mencatat kenaikan paling kecil. Konsumen dapat menggunakan rincian ini untuk membandingkan pengeluaran sebelum mengisi bahan bakar, dengan memperhatikan jenis produk dan jumlah liter yang dibutuhkan. Harga di luar wilayah yang disebutkan tidak dibahas dalam rincian ini, sehingga angka untuk daerah lain sebaiknya tidak disimpulkan dari daftar tersebut.
Dalam rincian harga BBM Pertamina per 20 Oktober 2026, Pertamax disebut sebagai produk yang harganya tetap. Nilai yang tercantum untuk Pertamax adalah Rp15.950 per liter. Keterangan tetap ini perlu dibedakan dari daftar BBM nonsubsidi yang disebut mengalami kenaikan. Dengan demikian, angka Pertamax tersebut tidak termasuk dalam kelompok produk yang dinyatakan naik pada informasi yang menjadi dasar rincian ini. Penyebutan harga tetap merujuk pada keterangan sumber, bukan perkiraan atau hasil perhitungan baru.
Untuk BBM bersubsidi, harga Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Bio Solar tercatat Rp6.800 per liter. Kedua angka itu merupakan nilai per liter yang disebut dalam bahan sumber. Keduanya disajikan terpisah dari Pertamax dan dari daftar kenaikan BBM nonsubsidi, sehingga pembaca dapat melihat perbedaan kategori produk tanpa mencampuradukkan status harga yang disampaikan. Informasi tersebut hanya memuat harga yang tercantum, dan tidak memberikan rincian tambahan mengenai variasi berdasarkan wilayah maupun ketentuan lain.
Ringkasnya, harga Pertamax yang disebut tetap adalah Rp15.950 per liter. Sementara itu, angka untuk BBM bersubsidi yang dicantumkan adalah Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Bio Solar. Ketiga nilai ini sebaiknya dibaca sesuai konteks masing-masing: Pertamax berada pada keterangan harga tetap, sedangkan Pertalite dan Bio Solar merupakan harga produk bersubsidi yang disebutkan. Adapun pembahasan mengenai kenaikan merujuk pada BBM nonsubsidi lain dalam daftar, bukan pada Pertamax yang dinyatakan tetap. Karena bahan yang tersedia tidak menyertakan informasi wilayah atau syarat pembelian, rincian tersebut tidak dapat ditambahkan di sini. Penyajian ini menjaga agar perbandingan tetap terbatas pada produk dan harga yang memang tercantum, tanpa menyimpulkan perubahan atau cakupan yang tidak dijelaskan oleh sumber. Untuk pembaca yang memerlukan kepastian pada saat transaksi, angka-angka ini tetap perlu dipahami sebagai keterangan dalam bahan yang dirujuk, bukan sebagai rincian wilayah atau ketentuan tambahan.
Daftar harga dalam artikel ini mengacu pada tanggal 20 Oktober 2026. Tanggal tersebut menunjukkan waktu yang digunakan untuk menyajikan rincian harga Pertamax, Dexlite, dan BBM subsidi, sehingga pembaca dapat memahami konteks informasi yang dibaca. Namun, tanggal acuan daftar perlu dibedakan dari tanggal mulai berlakunya harga untuk produk tertentu. Sejumlah harga yang dirinci berlaku sejak 2 September 2026, bukan berarti seluruh harga dalam daftar mulai berlaku pada tanggal yang sama. Perbedaan keterangan waktu ini penting diperhatikan saat membandingkan produk atau mengutip angka harga.
Dengan demikian, informasi harga sebaiknya dibaca bersama keterangan masa berlakunya. Untuk produk yang disebut berlaku sejak 2 September 2026, tanggal itu menjadi penanda berlakunya rincian tersebut, sementara 20 Oktober 2026 tetap menjadi tanggal acuan penyajian daftar. Penyebutan dua tanggal ini bukan pertentangan: satu menerangkan kapan daftar disajikan, sedangkan yang lain menerangkan sejak kapan sejumlah harga berlaku. Memahami perbedaan tersebut membantu menghindari anggapan bahwa perubahan harga terjadi tepat pada tanggal penyajian. Jika merujuk kembali pada rincian harga, periksa pula produk yang dimaksud dan keterangan tanggal yang menyertainya.
Pertamina mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat sebelum melakukan penyesuaian harga.















