banner 728x250

Golkar Tetapkan Prabowo sebagai Bakal Capres 2029, Pilihan Pendamping Diserahkan Kemudian

Golkar Tetapkan Prabowo sebagai Bakal Capres 2029, Pilihan Pendamping Diserahkan Kemudian
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Partai Golkar menegaskan arah sikap politiknya untuk menghadapi Pemilihan Presiden 2029. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyampaikan bahwa partainya telah menetapkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang akan diusung. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Golkar sudah memiliki posisi awal mengenai figur yang dipandang layak memimpin kontestasi nasional mendatang.

Doli menyebut sikap politik itu telah disampaikan sejak akhir 2024. Dengan demikian, keputusan untuk mendukung Prabowo bukan semata-mata wacana yang baru muncul menjelang tahapan Pemilu 2029, melainkan bagian dari arah politik yang telah dinyatakan sebelumnya. Penegasan ini juga memperlihatkan kesinambungan hubungan politik Golkar dan Prabowo setelah pelaksanaan Pemilihan Presiden 2024.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Doli saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa dukungan yang telah ditetapkan Golkar saat ini berkaitan dengan posisi calon presiden. Adapun mengenai siapa yang akan mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden belum menjadi keputusan yang diumumkan. Pilihan pendamping, menurut keterangan tersebut, akan dibahas dan diserahkan kemudian melalui proses politik yang sesuai dengan perkembangan koalisi.

Penjelasan ini penting untuk membedakan penetapan figur calon presiden dan keputusan mengenai pasangan lengkap dalam Pilpres 2029. Golkar telah menyatakan dukungan terhadap Prabowo, tetapi belum menetapkan nama calon wakil presiden yang akan diusulkan atau disepakati bersama partai-partai lain. Karena itu, arah dukungan tersebut untuk sementara baru mencakup posisi puncak dalam pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Sikap Golkar itu berpotensi menjadi salah satu pijakan awal dalam pembentukan peta politik menuju Pilpres 2029. Meski demikian, komposisi koalisi, komunikasi antarpartai, serta penentuan pendamping Prabowo masih dapat berkembang seiring berlangsungnya dinamika politik nasional.

Partai Golkar belum menjadikan pembahasan calon wakil presiden sebagai prioritas setelah menetapkan Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden untuk Pemilihan Presiden 2029. Sikap tersebut menunjukkan bahwa partai masih memusatkan perhatian pada konsolidasi internal, penguatan dukungan politik, serta persiapan strategi menghadapi tahapan pemilu yang masih cukup panjang. Karena proses pendaftaran pasangan calon belum berlangsung, penentuan pendamping Prabowo dinilai belum mendesak untuk segera diputuskan.

Menurut Doli, penetapan calon wakil presiden pada umumnya dilakukan mendekati masa pendaftaran pasangan capres dan cawapres. Waktu tersebut dianggap lebih tepat karena peta politik, konfigurasi dukungan, serta dinamika koalisi biasanya sudah terlihat dengan lebih jelas. Selain itu, keputusan yang diambil mendekati pendaftaran dapat disesuaikan dengan perkembangan politik nasional dan kebutuhan pemenangan pasangan yang akan diusung.

Pembahasan mengenai figur pendamping nantinya tidak hanya menjadi keputusan internal Golkar. Proses tersebut akan dibicarakan bersama partai-partai yang tergabung dalam koalisi pengusung Prabowo. Setiap partai berpeluang menyampaikan pertimbangan berdasarkan kepentingan politik, kekuatan elektoral, serta kebutuhan untuk memperluas dukungan di berbagai kelompok masyarakat. Mekanisme itu juga perlu mempertimbangkan keputusan akhir calon presiden sebagai tokoh yang akan berpasangan dalam kontestasi.

Dengan demikian, belum adanya pembahasan terbuka mengenai calon wakil presiden tidak dapat dimaknai sebagai kekosongan arah politik Golkar. Partai tersebut memilih menunggu momentum yang dinilai lebih sesuai sebelum membicarakan opsi pendamping secara serius. Nama atau figur yang mungkin muncul pada masa mendatang masih berada dalam tahap kemungkinan dan belum dapat disebut sebagai keputusan resmi. Sikap menunggu ini juga memberi ruang bagi Golkar dan partai koalisi untuk menilai perkembangan politik secara lebih cermat sebelum menetapkan pasangan yang akan didaftarkan.

Meski telah menetapkan arah dukungan kepada Prabowo sebagai bakal calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029, Partai Golkar menegaskan bahwa perhatian partai saat ini tidak semata-mata tertuju pada agenda pencalonan. Golkar juga memprioritaskan dukungan terhadap jalannya pemerintahan Prabowo-Gibran yang sedang berlangsung. Sikap tersebut menunjukkan bahwa keputusan politik untuk pemilu mendatang berjalan berdampingan dengan tanggung jawab partai dalam mendukung pemerintahan saat ini.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Doli Kurnia, menyebut seluruh jajaran partai didorong untuk membantu menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dorongan itu mencakup keterlibatan dan dukungan dari unsur-unsur Golkar agar agenda pemerintahan dapat dijalankan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, pembahasan mengenai bakal calon pendamping Prabowo belum menjadi fokus utama partai pada tahap ini. Pilihan mengenai pendamping tersebut akan dibicarakan dan diserahkan kemudian.

Menurut penjelasan yang disampaikan, Golkar ingin memastikan seluruh program pemerintahan dapat terlaksana. Partai juga menempatkan kepentingan masyarakat sebagai tujuan dari dukungan tersebut, sehingga kehadiran pemerintah diharapkan dapat dirasakan manfaatnya oleh publik. Fokus ini menempatkan kerja pemerintahan sebagai prioritas Golkar saat ini, sementara agenda pencalonan untuk 2029 tetap berada dalam arah politik yang telah ditetapkan.

Dengan posisi tersebut, jajaran Golkar diarahkan untuk berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan pemerintahan Prabowo-Gibran. Dukungan itu tidak hanya berkaitan dengan keputusan partai mengenai pencalonan, tetapi juga dengan upaya membantu agar program-program pemerintah berjalan dan manfaatnya dapat diterima masyarakat. Adapun pembahasan lebih lanjut mengenai pasangan calon, termasuk penentuan pendamping Prabowo, akan dilakukan pada waktu yang dianggap tepat.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Doli Kurnia, menilai peluang Gibran Rakabuming Raka untuk kembali diusung dalam Pemilihan Presiden 2029 tetap terbuka. Menurutnya, kemungkinan tersebut patut dipertimbangkan apabila pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran dinilai berhasil menjalankan mandat rakyat. Penilaian itu tidak hanya didasarkan pada posisi Gibran sebagai wakil presiden, tetapi juga pada keterlibatannya dalam kepemimpinan nasional bersama Prabowo selama masa pemerintahan berjalan.

Doli menjelaskan, pemerintahan tersebut merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang dijalankan oleh Prabowo dan Gibran. Karena itu, evaluasi terhadap kinerja pemerintah nantinya juga akan menjadi salah satu pertimbangan politik dalam membicarakan kemungkinan pasangan pada kontestasi berikutnya. Apabila publik dan partai politik melihat adanya keberhasilan dalam pelaksanaan program, stabilitas pemerintahan, serta pencapaian pembangunan, nama Gibran dapat menjadi salah satu opsi yang diperhitungkan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pembahasan mengenai pencalonan tersebut belum menjadi agenda utama Golkar saat ini.

Golkar, kata Doli, masih ingin memusatkan perhatian untuk membantu Prabowo-Gibran menyukseskan pemerintahan yang sedang berjalan. Partai tersebut menilai dukungan terhadap program pemerintah perlu didahulukan sebelum membuka pembicaraan lebih jauh mengenai komposisi pasangan calon pada 2029. Dengan demikian, wacana mengenai Gibran maupun nama-nama lain masih berada pada tahap awal dan sangat bergantung pada perkembangan politik serta hasil evaluasi pemerintahan ke depan.

Doli juga mengingatkan bahwa rekomendasi partai tidak serta-merta menentukan pasangan calon secara keseluruhan. Sekalipun Golkar atau pihak lain kelak mengusulkan sejumlah nama sebagai pendamping, keputusan terakhir mengenai calon wakil presiden tetap berada di tangan Prabowo sebagai bakal calon presiden. Kewenangan itu mencakup penilaian terhadap kesesuaian visi, kemampuan bekerja sama, serta kebutuhan politik pemerintahan dan koalisi.

banner 325x300