banner 728x250

Banjir dan Longsor Ganggu Warga serta Infrastruktur di Aceh Tenggara

Banjir dan Longsor Ganggu Warga serta Infrastruktur di Aceh Tenggara
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Aceh Tenggara | Hujan deras yang berlangsung lama memicu banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tenggara sejak Jumat, 9 Oktober 2026. Curah hujan berkepanjangan membuat sejumlah wilayah terdampak genangan dan material longsoran, sehingga aktivitas warga serta kondisi infrastruktur setempat terganggu. Dampak yang dilaporkan mencakup tanggul jebol dan gangguan di beberapa kecamatan. Peristiwa ini terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Aceh Tenggara; laporan tersebut tidak berarti seluruh wilayah Aceh mengalami kejadian serupa.

Salah satu desa yang terdampak adalah Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Gangguan juga dilaporkan di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, serta Desa Pulo Latong, Kecamatan Babussalam. Di Kecamatan Bambel, dampak banjir dan longsor dilaporkan terjadi pada sembilan desa. Sebaran lokasi itu menunjukkan bahwa kejadian menjangkau beberapa kecamatan, dengan kondisi dan dampak yang dapat berbeda dari satu desa ke desa lainnya. Tanggul yang jebol menambah perhatian terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur di kawasan terdampak.

banner 325x300

Hujan yang turun dalam waktu lama menjadi pemicu utama rangkaian kejadian tersebut. Banjir dan longsor dapat menghambat kegiatan sehari-hari, sementara kerusakan tanggul berpotensi memengaruhi aliran air dan keamanan warga di sekitarnya. Karena itu, kondisi di desa-desa yang disebutkan perlu dipantau, terutama ketika hujan masih berlanjut. Informasi mengenai dampak dan penanganan di tiap lokasi penting disampaikan secara jelas agar warga dapat memahami keadaan di wilayahnya. Penanganan perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta akses dan infrastruktur yang mengalami gangguan. Hingga laporan mengenai kejadian ini dihimpun, wilayah yang disebut terdampak berada di Kabupaten Aceh Tenggara, meliputi desa-desa di Kecamatan Ketambe, Lawe Bulan, Babussalam, dan Bambel.

Banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara turut merendam lahan pertanian di Kecamatan Bambel dan Kecamatan Lawe Sumur. Dampak pada areal tanam tersebut mencakup tanaman padi dan jagung, sehingga menjadi bagian dari kerugian yang dicatat dalam laporan kejadian. Data yang tersedia memperlihatkan luas lahan terdampak di masing-masing kecamatan, sekaligus mencantumkan dua angka berbeda untuk total keseluruhan.

Di Kecamatan Bambel, tanaman padi terdampak pada lahan seluas 74,5 hektare. Selain itu, banjir merendam tanaman jagung dengan luas terdampak 43,24 hektare. Sementara itu, di Kecamatan Lawe Sumur, lahan padi yang terdampak tercatat mencapai 36 hektare. Rincian tersebut menunjukkan bahwa dampak banjir terhadap pertanian meliputi lebih dari satu jenis tanaman dan terjadi di dua kecamatan.

Untuk luas total lahan pertanian terdampak, laporan mencantumkan angka 154,74 hektare pada satu bagian. Namun, dalam pernyataan terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Bahron Bakti, menyebut total seluas 153,74 hektare. Kedua angka itu berbeda satu hektare. Karena sumber yang tersedia memuat perbedaan tersebut, angka-angka itu perlu disampaikan sebagaimana tercatat, tanpa memilih salah satunya atau melakukan koreksi terhadap data.

Perbedaan total tersebut tidak mengubah rincian luas yang disebut untuk Bambel dan Lawe Sumur, tetapi penting diperhatikan saat membaca angka agregat dampak. Rincian menurut jenis tanaman dan kecamatan memberi gambaran yang lebih spesifik mengenai lokasi serta komoditas yang terdampak, sedangkan total yang tidak seragam menunjukkan adanya selisih dalam penyajian informasi. Laporan mengenai dampak banjir terhadap lahan pertanian ini disampaikan pada Kamis, 15 Oktober 2026. Dengan mencatat kedua angka total beserta rincian wilayahnya secara transparan, pembaca dapat memahami cakupan dampak yang dilaporkan tanpa menganggap perbedaan tersebut telah terselesaikan.

Material longsor menutupi ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren dan menghambat pergerakan kendaraan dari kedua arah. Timbunan tanah dan material longsor yang berada di badan jalan membuat pengendara tidak dapat melintas dengan leluasa. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut tersendat dan antrean kendaraan memanjang. Kemacetan panjang menjadi salah satu dampak langsung yang dirasakan pengguna jalan ketika akses utama ini terganggu.

Hambatan pada dua arah membuat perjalanan melalui ruas Kutacane–Blangkejeren terdampak secara bersamaan. Kendaraan yang datang dari masing-masing arah sama-sama menghadapi kondisi jalan tertutup material, sehingga kelancaran lalu lintas sulit terjaga. Situasi ini menunjukkan bagaimana longsor tidak hanya menutup akses, tetapi juga mengganggu mobilitas warga dan pengguna jalan yang melintas di jalur nasional tersebut. Informasi yang tersedia menyebut kemacetan panjang, tanpa merinci durasi penutupan ataupun jumlah kendaraan yang terdampak.

Dampak lain terjadi pada infrastruktur penyediaan air bersih. Banjir menggerus hingga menghanyutkan intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum, fasilitas milik PDAM Tirta Agara. Kerusakan pada bagian intake tersebut menambah gangguan terhadap infrastruktur penting di tengah kondisi banjir. Peristiwa ini berbeda dari dampak longsor di jalan, tetapi sama-sama menunjukkan bahwa bencana memengaruhi fasilitas yang dibutuhkan masyarakat. Tidak ada rincian lain dalam informasi yang tersedia mengenai tingkat kerusakan maupun lamanya penanganan.

Selain itu, gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa dilaporkan tergenang. Genangan tersebut membuat kedua fasilitas ikut terdampak banjir, meski informasi yang disampaikan tidak merinci kondisi barang di gudang ataupun bagian sekolah yang terendam. Dengan demikian, gangguan yang disebut mencakup akses jalan nasional yang tertutup longsor, intake SPAM Lawe Harum yang tergerus dan hanyut, serta genangan di gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa. Rincian tersebut menggambarkan dampak pada lalu lintas dan sejumlah fasilitas, tanpa menyebutkan lokasi atau kerusakan lain.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat banjir dan longsor di Aceh Tenggara berdampak terhadap 783 kepala keluarga, atau sebanyak 2.787 jiwa. Meski jumlah warga terdampak cukup besar, laporan sementara menyebutkan tidak ada pengungsian dan tidak ada korban jiwa. Data tersebut menjadi dasar bagi petugas untuk memetakan kebutuhan penanganan di lokasi terdampak. Pendataan dilakukan agar kondisi warga, kerusakan, serta gangguan pada akses dan infrastruktur dapat diketahui secara lebih terarah. Situasi tetap dipantau, terutama pada kawasan yang mengalami genangan, longsoran, maupun hambatan aliran air. Penanganan darurat difokuskan pada keselamatan warga dan pemulihan akses.

Tim reaksi cepat turun untuk melakukan pendataan dampak bencana dan mengidentifikasi titik yang memerlukan penanganan segera. Di sekitar Jembatan Bailey Pulo Latong, satu unit ekskavator digunakan untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan. Alat yang sama juga mengeruk kayu gelondongan dari aliran air di sekitar jembatan, sehingga hambatan pada saluran dapat ditangani. Sementara itu, petugas membersihkan endapan lumpur di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung. Pembersihan tersebut diperlukan untuk membantu memulihkan akses dan mengurangi gangguan perjalanan warga. Pekerjaan lapangan dilakukan pada titik-titik yang terdampak sesuai kondisi dan kebutuhan penanganan.

Selain membersihkan jalan dan aliran air, alat berat dikerahkan untuk mendukung penanganan tanggul jebol. Upaya yang disebutkan mencakup menutup bagian tanggul yang rusak, mengeruk sungai, serta melakukan normalisasi alur sungai. Petugas juga memperkuat tanggul di sejumlah titik untuk membantu mengurangi risiko kerusakan lanjutan. Langkah-langkah ini ditujukan untuk menangani dampak langsung banjir sekaligus memperbaiki kondisi prasarana pengendali air. Pemantauan dan pekerjaan darurat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan terdampak tetap aman, sementara akses yang terganggu dapat dipulihkan secara bertahap. BPBA menyampaikan jumlah warga terdampak berdasarkan pendataan yang tersedia, tanpa laporan pengungsian maupun korban jiwa hingga informasi tersebut disampaikan.

Baca juga: Inisiatif Pertamina dalam Membangun Infrastruktur Mobil Listrik di Indonesia

banner 325x300