banner 728x250

Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Transaksi Capai Rp103,53 Triliun hingga September 2026

Balé by BTN Tembus 5 Juta Pengguna, Transaksi Capai Rp103,53 Triliun hingga September 2026
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Layanan digital PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menunjukkan perkembangan yang kuat hingga September 2026. Aplikasi Balé by BTN telah mencatat 2,23 miliar transaksi, meningkat 46% secara tahunan dibandingkan periode yang sama. Capaian tersebut memperlihatkan tingginya aktivitas nasabah dalam menggunakan berbagai layanan perbankan melalui platform digital BTN.

Sejalan dengan pertumbuhan transaksi, jumlah pengguna Balé by BTN juga telah menembus lebih dari lima juta orang. Hingga September 2026, aplikasi tersebut tercatat memiliki 5.021.503 pengguna, atau meningkat 51% secara tahunan. Pertumbuhan ini mencerminkan bertambahnya jumlah nasabah yang mengakses layanan BTN melalui kanal digital, sekaligus memperluas penggunaan aplikasi dalam aktivitas perbankan sehari-hari.

banner 325x300

Dari sisi nilai transaksi, Balé by BTN membukukan transaksi sebesar Rp103,53 triliun hingga September 2026. Nilai tersebut bertambah 44% secara tahunan dibandingkan periode yang sama. Dengan demikian, peningkatan layanan digital BTN tercermin melalui tiga capaian utama, yaitu pertumbuhan jumlah transaksi, kenaikan basis pengguna, serta peningkatan nilai transaksi yang diproses melalui aplikasi.

Informasi mengenai kinerja tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dalam perkembangan hingga kuartal III 2026, Balé by BTN mencatat 2,23 miliar transaksi dengan jumlah pengguna mencapai 5.021.503 orang. Pada periode yang sama, nilai transaksi yang dihimpun melalui aplikasi mencapai Rp103,53 triliun. Data tersebut menempatkan pencapaian lebih dari lima juta pengguna sebagai salah satu perkembangan utama layanan digital BTN hingga September 2026.

Pertumbuhan Balé by BTN tidak hanya ditopang oleh bertambahnya jumlah pengguna, tetapi juga oleh perluasan fungsi yang ditawarkan di dalam aplikasi. Saat ini, Balé telah memiliki lebih dari 764 fitur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perbankan dasar sekaligus berbagai aktivitas sehari-hari nasabah. Pengembangan tersebut membuat aplikasi semakin relevan sebagai kanal digital yang dapat digunakan secara praktis dalam beragam situasi, baik untuk mengelola keuangan maupun memenuhi kebutuhan konsumsi dan perjalanan.

Melalui Balé, nasabah dapat mengakses berbagai transaksi perbankan, membeli tiket pesawat dan hotel, serta memperoleh tiket kereta api dan Whoosh. Aplikasi ini juga menyediakan pembelian pulsa dan paket data, voucher belanja, serta layanan yang berkaitan dengan wisata dan event. Di sisi pembiayaan, Balé menghadirkan sejumlah solusi yang mendukung kebutuhan nasabah, termasuk akses terhadap layanan pembiayaan yang disediakan BTN. Keragaman fitur tersebut memperluas peran aplikasi dari sekadar sarana transaksi menjadi pusat layanan yang menghubungkan kebutuhan finansial dengan aktivitas harian.

Pengembangan juga diarahkan pada Balé Properti, yang membantu masyarakat mencari hunian sekaligus mengakses perjalanan pembiayaan rumah dengan lebih mudah. Kehadiran fitur ini memperkuat posisi Balé sebagai ekosistem digital yang menghubungkan kebutuhan finansial, hunian, dan gaya hidup dalam satu platform. Dengan demikian, arah pengembangannya bukan semata-mata menjadikan Balé sebagai mobile banking, melainkan super app yang mampu menyediakan layanan secara terpadu dan mudah dijangkau. Nixon menyampaikan bahwa BTN ingin layanan tersebut semakin dekat dengan kebutuhan nasabah, serta memberikan kemudahan yang benar-benar relevan dengan aktivitas mereka. Pendekatan ini menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pengalaman digital yang lebih sederhana, terintegrasi, dan sesuai dengan perubahan perilaku masyarakat.

Perluasan layanan digital memberikan kontribusi langsung terhadap kinerja bisnis PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN. Hingga September 2026, perolehan funding tabungan melalui ekosistem digital BTN tercatat meningkat 30% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kanal digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana transaksi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menghimpun dana masyarakat dan memperkuat basis pendanaan perseroan.

Dampak positif yang sama terlihat pada pendapatan berbasis komisi. Fee-based income BTN tumbuh 42% secara tahunan hingga September 2026, sejalan dengan meningkatnya aktivitas nasabah dalam menggunakan berbagai layanan digital. Kenaikan ini memperlihatkan peluang bisnis yang muncul ketika layanan perbankan terhubung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari, mulai dari pembayaran hingga pemanfaatan produk dan layanan dalam ekosistem yang lebih luas.

BTN memperluas jangkauan layanan melalui kolaborasi dengan beragam ekosistem dan mitra strategis. Kerja sama tersebut mencakup merchant, institusi pendidikan, transportasi, kesehatan, pariwisata, properti, serta berbagai sektor lainnya. Pendekatan ini memungkinkan perseroan menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan aktivitas nasabah sekaligus membuka ruang bagi peningkatan transaksi dan penggunaan produk perbankan melalui platform digital.

Setelah jumlah pengguna mencapai skala yang lebih besar, fokus lanjutan BTN adalah meningkatkan kualitas engagement. Direktur Utama BTN Nixon menyampaikan bahwa tantangan berikutnya bukan hanya menambah jumlah pengguna, melainkan mengoptimalkan pengguna, transaksi, dan ekosistem yang telah terbentuk. Upaya tersebut diarahkan agar manfaat yang diterima nasabah semakin meningkat, sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis BTN secara berkelanjutan. Dengan demikian, penguatan layanan digital menjadi strategi untuk menjaga hubungan dengan pengguna, memperluas aktivitas transaksi, dan memaksimalkan potensi kolaborasi dalam ekosistem perseroan.

Pertumbuhan penggunaan Balé by BTN dan meningkatnya nilai transaksi digital perlu berjalan seiring dengan penguatan keamanan. Seiring bertambahnya jumlah pengguna serta aktivitas transaksi, BTN terus memperhatikan penggunaan teknologi yang andal untuk mendukung layanan perbankan digital. Keandalan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat ketika memanfaatkan layanan digital untuk berbagai kebutuhan keuangan.

Namun, keamanan transaksi digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi yang digunakan oleh penyedia layanan. Nixon menilai bahwa tantangan kejahatan digital juga menyangkut cara masyarakat memahami dan menggunakan teknologi tersebut. Pemahaman pengguna menjadi unsur penting karena pemanfaatan layanan digital berlangsung melalui interaksi sistem dan nasabah. Dengan demikian, peningkatan kapasitas teknologi perlu disertai dengan pemahaman yang memadai dari masyarakat mengenai keamanan dalam bertransaksi.

Atas dasar itu, keamanan dan edukasi nasabah perlu dijalankan secara bersamaan. BTN terus memberikan perhatian pada aspek teknologi yang dapat mendukung layanan, sekaligus pada peningkatan pemahaman masyarakat sebagai pengguna. Pendekatan tersebut menempatkan keamanan bukan hanya sebagai aspek teknis, melainkan juga sebagai bagian dari penggunaan layanan digital secara bertanggung jawab. Pertumbuhan transaksi hingga September 2026 pun perlu dipandang bersama dengan upaya menjaga keandalan layanan dan membangun kesadaran pengguna. Dengan perpaduan teknologi yang andal dan edukasi yang berkelanjutan, perkembangan layanan digital dapat tetap didukung oleh kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Perubahan Jadwal KRL Jabodetabek di Bulan September 2026 | Penurunan Harga Emas Perhiasan 24K di Indonesia per 11 September 2026 | Pembatasan Lalu Lintas di Puncak Bogor: Jadwal Ganjil Genap 12-13 September 2026

banner 325x300