banner 728x250

Asetku Dorong Pemahaman Keuangan Digital Lewat Jakarta Financial Festival 2026

Asetku Dorong Pemahaman Keuangan Digital Lewat Jakarta Financial Festival 2026
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Asetku berpartisipasi dalam Jakarta Financial Festival (JFF) 2026 bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai keuangan digital. Kehadiran Asetku di festival ini mendukung peningkatan literasi keuangan agar masyarakat dapat mengenali berbagai layanan finansial, memahami manfaat dan risikonya, serta mengambil keputusan secara lebih bijak. Inisiatif edukasi semacam ini penting seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi dalam aktivitas keuangan sehari-hari.

Asetku merupakan platform layanan pendanaan digital yang dioperasikan oleh PT Pintar Inovasi Digital (PID) dan menjadi bagian dari Akulaku Group. Melalui keterlibatannya dalam JFF, perusahaan mendukung ruang edukasi yang mempertemukan pelaku industri, komunitas, dan masyarakat. Festival tersebut memberi kesempatan bagi pengunjung untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan layanan keuangan serta prinsip penggunaan produk digital secara bertanggung jawab. Kolaborasi dengan AFPI juga mencerminkan peran bersama industri dalam mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai ekosistem fintech pendanaan bersama.

banner 325x300

CEO Asetku Kokko Cattaka menyampaikan keterangan mengenai partisipasi perusahaan di Jakarta pada Sabtu. Keterlibatan Asetku, menurut arah kegiatan yang diusung, menempatkan edukasi sebagai salah satu unsur penting dalam perkembangan keuangan digital. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui kemudahan yang ditawarkan layanan digital, tetapi juga memahami cara mengakses informasi, mempertimbangkan kemampuan finansial, dan menggunakan layanan sesuai kebutuhan. Dengan bekal tersebut, pengguna diharapkan dapat berinteraksi dengan ekosistem keuangan secara lebih cermat.

Jakarta Financial Festival 2026 berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Blok M Square, Jakarta Selatan. Mengangkat tema “Kumpul Asik, Melek Finansial, Ekonomi Tumbuh”, festival ini mengajak masyarakat belajar tentang keuangan dalam suasana yang terbuka dan mudah dijangkau. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan, yang mendorong akses serta pemahaman finansial yang lebih luas. Partisipasi Asetku bersama AFPI dalam agenda ini menegaskan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat literasi, sehingga pertumbuhan layanan keuangan digital dapat berjalan seiring dengan penggunaan yang bertanggung jawab dan inklusif.

Jakarta Financial Festival 2026 disusun sebagai ruang pertemuan bagi berbagai pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan. Melalui format tersebut, festival menghadirkan kesempatan untuk membahas perkembangan keuangan digital sekaligus memperkenalkan beragam produk dan layanan keuangan kepada masyarakat. Pertemuan ini juga membuka ruang bagi penyampaian informasi dari sektor jasa keuangan dengan cara yang lebih mudah dijangkau. Dengan menggabungkan sejumlah bentuk kegiatan, JFF 2026 tidak hanya menjadi forum untuk berbagi pengetahuan, tetapi juga wadah interaksi penyedia layanan dan masyarakat. Pendekatan ini mendukung pemahaman yang lebih luas mengenai layanan keuangan serta perannya dalam kehidupan sehari-hari, tanpa membatasi kegiatan pada kalangan tertentu saja.

Rangkaian kegiatan mencakup talkshow, pengenalan produk dan layanan keuangan, serta aktivitas interaktif. Talkshow menjadi bagian untuk menyampaikan wawasan dan membahas topik keuangan, sementara pengenalan produk dan layanan memberi masyarakat kesempatan memperoleh informasi mengenai pilihan yang tersedia. Aktivitas interaktif melengkapi format tersebut dengan pengalaman yang mendorong keterlibatan pengunjung. Kombinasi ini memungkinkan informasi disampaikan melalui beragam pendekatan, sehingga masyarakat dapat mengikuti kegiatan sesuai minat dan kebutuhan mereka. Festival juga menjadi ruang untuk mengenal sektor jasa keuangan secara lebih dekat, baik melalui pembahasan maupun interaksi. Seluruh unsur acara dirancang sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman tentang keuangan digital dan layanan keuangan.

JFF 2026 ditujukan kepada masyarakat luas, dengan kelompok yang mencakup pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelajar, generasi muda, serta komunitas masyarakat. Cakupan sasaran yang beragam ini mencerminkan pentingnya pemahaman keuangan bagi berbagai latar belakang dan tahap kehidupan. Bagi UMKM, informasi mengenai produk dan layanan keuangan dapat menjadi bagian dari pengetahuan yang relevan bagi kegiatan usaha. Pelajar dan generasi muda dapat mengikuti pembahasan tentang keuangan digital, sedangkan komunitas masyarakat memiliki ruang untuk terlibat dalam kegiatan bersama. Festival ini menyediakan format yang dapat diikuti oleh kelompok-kelompok tersebut tanpa menetapkan satu audiens sebagai sasaran tunggal. Dengan demikian, rangkaian acara menghubungkan berbagai kalangan dengan informasi dan pengalaman seputar sektor jasa keuangan.

Jakarta Financial Festival 2026 menjadi ruang kolaborasi bagi regulator, lembaga keuangan, dan pelaku industri jasa keuangan untuk memperkuat pemahaman serta pemanfaatan layanan keuangan digital. Pertemuan berbagai pihak dalam satu kegiatan membuka kesempatan untuk menyampaikan informasi secara lebih dekat kepada masyarakat, sekaligus mendorong dialog mengenai kebutuhan dan tantangan akses keuangan. Kolaborasi semacam ini penting agar inovasi layanan dapat berkembang sejalan dengan perlindungan konsumen dan prinsip penggunaan yang bertanggung jawab.

Di DKI Jakarta, festival juga dapat membantu memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada kelompok masyarakat dengan latar belakang dan kebutuhan yang beragam. Penyelenggaraan kegiatan ini turut didukung oleh berbagai pihak, termasuk Perumda Pasar Jaya. Dukungan tersebut berperan dalam mendekatkan kegiatan kepada masyarakat melalui ruang-ruang yang telah menjadi bagian dari keseharian warga. Dengan jangkauan yang lebih luas, informasi mengenai layanan keuangan dan cara mengaksesnya diharapkan dapat diterima oleh lebih banyak orang, termasuk pelaku usaha kecil yang membutuhkan pilihan pendanaan.

Partisipasi Asetku bersama AFPI dalam festival ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan literasi keuangan dan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat. Peran tersebut relevan bagi sektor UMKM, yang kerap memerlukan pemahaman mengenai berbagai pilihan pembiayaan sebelum menentukan layanan yang sesuai. Melalui keterlibatan dalam kegiatan edukatif dan kolaboratif, Asetku dan AFPI dapat membantu memperkenalkan informasi tentang ekosistem pendanaan digital serta mendorong masyarakat mengambil keputusan secara lebih terinformasi. Sinergi pemerintah, asosiasi, penyedia layanan, dan mitra penyelenggara menjadi salah satu cara untuk membangun inklusi keuangan yang lebih merata. Pada akhirnya, festival tidak hanya menjadi tempat bertukar informasi, tetapi juga wadah untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan beragam pihak yang berupaya memperluas layanan keuangan secara inklusif, khususnya di Jakarta.

Pemahaman terhadap layanan keuangan digital perlu dibangun sebelum masyarakat menggunakannya. Asetku menekankan bahwa keputusan finansial yang bertanggung jawab berawal dari kemampuan mengenali manfaat, mekanisme, dan risiko setiap layanan. Pengguna perlu memahami fungsi produk, cara kerja transaksi, ketentuan yang berlaku, serta konsekuensi dari pilihan yang diambil. Dengan bekal tersebut, masyarakat dapat menilai apakah suatu layanan benar-benar menjawab kebutuhan mereka, bukan sekadar mengikuti tren atau ajakan pihak lain. Pendekatan ini penting di tengah semakin beragamnya pilihan keuangan digital dan kemudahan akses melalui perangkat sehari-hari.

Dalam edukasi yang disampaikan, Kokko memandang literasi keuangan sebagai bekal agar masyarakat memahami produk dan layanan yang tersedia sekaligus dapat menentukan pilihan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Pemahaman itu mencakup kemampuan membaca informasi, membandingkan alternatif, serta mempertimbangkan biaya dan risiko secara cermat. Setiap orang memiliki kondisi dan tujuan finansial yang berbeda, sehingga keputusan yang tepat bagi satu pengguna belum tentu sesuai bagi pengguna lain. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat kemudahan atau potensi manfaat, tetapi juga memastikan bahwa komitmen keuangan yang dipilih dapat dipahami dan dijalankan secara realistis.

Literasi juga mendorong kebiasaan memeriksa informasi dari sumber tepercaya dan bertanya ketika terdapat ketentuan yang belum jelas. Sebelum menggunakan layanan, pengguna dapat meninjau syarat, memahami proses pengaduan, menjaga keamanan data pribadi, dan menghindari keputusan terburu-buru. Sikap kritis tersebut membantu mengurangi kesalahpahaman sekaligus mendukung penggunaan teknologi yang lebih aman.

Baca juga: Kekeringan Mungkin Mengancam: DPRD Jakarta Dorong Tindakan Preventif | Kemenangan Beruntun Persija Jakarta di Super League 2026/2027 | Pemadaman Listrik Terencana di Jakarta pada 19 September 2026

banner 325x300