banner 728x250

ALAK Bongkar Dugaan “Bisnis Uang Baru” di BI Lampung, Nopiyanto dan A Zahriansyah Desak Direktur BI Dievaluasi

IMG 20260315 WA0008
banner 120x600
banner 468x60

Bandar Lampung jejakpristiwa.id – 15 Maret 2026 – Aliansi Lembaga Anti Korupsi (ALAK) menyoroti dugaan praktik permainan dalam layanan penukaran uang baru menjelang Hari Raya yang diduga melibatkan oknum internal Bank Indonesia (BI). Ketua ALAK, Nopiyanto, menyebut praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng integritas lembaga keuangan negara.

Menurut Nopiyanto, di lapangan saat ini penukaran uang baru yang seharusnya menjadi layanan resmi bagi masyarakat justru diperjualbelikan oleh pihak swasta dengan tarif tertentu. Ia menduga praktik tersebut tidak mungkin terjadi tanpa adanya keterlibatan atau pembiaran dari pihak internal.

banner 325x300

“Ini sangat memprihatinkan. Program penukaran uang untuk masyarakat justru menjadi ladang bisnis oleh pihak-pihak tertentu. Kami menduga ada oknum di internal BI yang bermain. Jika ini benar, maka ini bentuk pengkhianatan terhadap pelayanan publik,” tegas Nopiyanto, saat ditemui dibilangan Sukarame Bandar Lampung Minggu 15/3/26.

ALAK juga menilai persoalan ini menambah daftar dugaan persoalan yang sebelumnya pernah disoroti terkait pengelolaan program CSR Bank Indonesia di wilayah Lampung. Menurutnya, hingga kini berbagai dugaan tersebut belum pernah dijelaskan secara transparan kepada publik.

Karena itu, ALAK meminta pimpinan Bank Indonesia pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan, staf, dan manajemen BI wilayah Provinsi Lampung.

“Kami meminta Direktur BI wilayah Lampung beserta jajaran dievaluasi secara serius. Jika ditemukan adanya keterlibatan atau pembiaran terhadap praktik ini, maka harus segera diganti. Bank Indonesia adalah lembaga negara yang harus menjaga integritas dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Sebagai bentuk sikap dan desakan moral, ALAK bersama organisasi GEDOR juga berencana mendatangi Kantor Bank Indonesia Perwakilan Lampung di Teluk Betung pada Selasa (17/3/26) mendatang. Aksi tersebut rencananya akan diikuti ratusan kader dan anggota.
Ketua GEDOR, A Zahriansyah, menegaskan kedatangan mereka bukan sekadar aksi, melainkan bentuk silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi masyarakat terkait dugaan praktik tidak sehat dalam layanan penukaran uang.

“Kami akan datang secara terbuka dengan membawa kader dan anggota untuk bersilaturahmi ke kantor BI di Teluk Betung. Kami ingin menyampaikan langsung keresahan masyarakat terkait dugaan bisnis penukaran uang yang diduga melibatkan orang-orang di internal BI sendiri,” kata Zahriansyah salah satu aktivis yang getol menyuarakan CSR BI bersama Triga.

Ia menegaskan, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu merupakan tindakan yang tidak bisa ditoleransi karena menyangkut kepentingan masyarakat luas menjelang Hari Raya.

“Jangan sampai kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Kami akan meminta penjelasan langsung dan mendorong adanya pembenahan secara menyeluruh,” tegasnya.

ALAK dan GEDOR berharap Bank Indonesia segera memberikan klarifikasi terbuka kepada publik serta melakukan penertiban terhadap praktik-praktik penukaran uang yang diduga diperjualbelikan di lapangan. Menurut mereka, transparansi dan tindakan tegas sangat diperlukan agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga negara tetap terjaga.

Tim

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *