TERNATE, MALUKU UTARA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Trisila 2026 Armada III kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perairan timur. Dalam rangkaian operasi, unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam Satgas melaksanakan kunjungan kerja ke Ternate dan Tidore dengan mengusung misi penegakan kedaulatan laut sekaligus aksi kemanusiaan.
Kedatangan Satgas disambut Komandan Lanal Ternate Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, S.E., M.Tr.Opsla., beserta jajaran Forkopimda setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Laut dan pemerintah daerah dalam memetakan potensi kerawanan maritim serta memastikan keamanan jalur logistik laut di kawasan timur Indonesia.
Wakil Komandan Satgas Trisila 2026 menegaskan bahwa kehadiran unsur KRI tidak hanya berorientasi pada patroli tempur, tetapi juga memperkuat diplomasi maritim dan pembinaan teritorial. “Kehadiran Satgas Trisila bukan sekadar menunjukkan kekuatan alutsista, tetapi memastikan bahwa kekuatan tersebut hadir untuk melindungi dan mengayomi masyarakat di beranda depan nusantara,” tegasnya.
Sebagai wujud kepedulian sosial, Satgas Trisila 2026 melaksanakan bakti sosial berupa pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat pesisir di Ternate dan Tidore. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari warga yang memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis.
Di sektor lingkungan, prajurit TNI AL bersama komunitas lokal dan pelajar melaksanakan aksi bersih pantai guna menjaga kelestarian ekosistem laut Maluku Utara yang dikenal memiliki kekayaan biodiversitas kelas dunia.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam kegiatan “Open Ship”, di mana warga diberi kesempatan mengunjungi KRI, mengenal lebih dekat kehidupan prajurit, serta melihat kesiapan alutsista TNI AL. Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan jiwa bahari generasi muda.
Dalam rangka mempererat hubungan historis dan kultural, Wakil Komandan Satgas Trisila 2026 melaksanakan kunjungan kehormatan ke Kesultanan Tidore dan disambut langsung oleh Sultan Husain Alting Syah. Pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi antara pertahanan negara dan kearifan lokal dalam memperkokoh ketahanan maritim nasional.
Kegiatan Satgas Trisila 2026 sejalan dengan kebijakan Kepala Staf Angkatan Laut dalam membangun TNI AL yang profesional, modern, dan tangguh guna menjaga kedaulatan serta mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.
(Tim/Red)
















