Jakarta, (12/02/2026) – PT PELNI (Persero) memastikan kesiapan penuh dalam menyukseskan program stimulus ekonomi nasional melalui pemberlakuan diskon tiket kapal laut sebesar 30 persen bagi penumpang kelas ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperlancar mobilitas arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Jhoni Rachman selaku kepala cabang PT PELNI (Persero) Sorong, menjelaskan bahwa saat ini Pelni sorong telah membuka diskon untuk setiap pembelian tiket sesuai dengan program stimulus ekonomi periode Lebaran 2026, untuk wilayah sorong raya sesuai kebijakan pemerintah pusat dari kementerian perhubungan RI.
Selanjutnya Direktur Utama PT PELNI (Persero), Tri Andayani, menegaskan bahwa perseroan mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dalam memberikan keringanan biaya transportasi laut kepada masyarakat. Diskon sebesar 30 persen diberikan dari tarif dasar kelas ekonomi dan berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026.
“Program ini bukan sekadar potongan harga, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat dapat pulang ke kampung halaman dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan tiket yang lebih hemat, masyarakat memiliki ruang belanja lebih besar di daerah asal sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal,” ujar Tri Andayani.
PELNI memproyeksikan sekitar 445 ribu penumpang akan memanfaatkan program ini selama periode angkutan Lebaran. Antusiasme masyarakat diperkirakan tinggi mengingat tren positif pada program serupa di tahun-tahun sebelumnya.
Penjualan tiket diskon telah dibuka secara serentak melalui seluruh kanal resmi PELNI, termasuk aplikasi PELNI Mobile, website resmi perusahaan, contact center 162, loket cabang, seperti Fitur, Lifaestyle, BCA, mobile Ovo, Suka by livin mandiri, BNI Agen46, dan Brimo, jaringan indomaret dan alfamart serta Alfamidi, ATA Tour, Fastpay, Easybook.com, via.com, MMBC, Damawisata Indonesia hingga versa dan Topindo serta berbagai mitra penjualan dan platform digital. Kemudahan akses pembelian ini diharapkan mampu menjangkau masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan kawasan 3TP (Tertinggal, Terdepan, Terluar, dan Perbatasan).
Sementara untuk pembayaran, saat ini pelni sudah bekerja sa dengan Bank BTN, Bank Briva, BNI Virtual Account, permata Bank, Mandiri Virtual Account, indomaret dan Omi Mitra indogrosir, jaringan Alfamart dan Alfamidi, Isaku, Finlay, dan Fastpay.
Sebagai BUMN pelayaran, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 483 ruas perjalanan dan menyinggahi 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, PELNI juga mengelola 30 trayek kapal perintis yang menjadi tulang punggung konektivitas wilayah 3TP dengan cakupan ratusan pelabuhan serta ribuan rute. Dukungan armada tersebut diyakini mampu mengakomodasi lonjakan penumpang selama musim mudik.
Untuk menjamin kelancaran operasional, PELNI memperkuat koordinasi dengan otoritas pelabuhan, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Aspek keselamatan pelayaran, kesiapan awak kapal, hingga standar pelayanan penumpang menjadi fokus utama selama periode angkutan Lebaran.
“Komitmen kami adalah menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau. Seluruh kapal yang beroperasi telah melalui pengecekan menyeluruh guna memastikan kesiapan menghadapi lonjakan penumpang,” tambah Tri Andayani.
Program stimulus ini juga diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian nasional, khususnya di daerah tujuan mudik yang umumnya mengalami peningkatan aktivitas ekonomi selama musim Lebaran.
Dengan jaringan layanan yang luas, sistem penjualan terintegrasi, serta armada yang siap beroperasi, PELNI optimistis dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam perjalanan mudik 2026 sekaligus berkontribusi nyata terhadap penguatan ekonomi nasional.
(TK)
















