banner 728x250

Aceh Barat Benahi Angkutan Gratis demi Akses Pelajar dan Warga

Aceh Barat Benahi Angkutan Gratis demi Akses Pelajar dan Warga
banner 120x600
banner 468x60

Kabupaten Aceh Barat Erdian Mourny | Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan layanan bus gratis bagi pelajar dan masyarakat. Kebijakan ini diarahkan untuk memperluas akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau, terutama bagi pelajar yang membutuhkan sarana perjalanan menuju dan dari sekolah. Selain mendukung mobilitas harian, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi serta mendorong penggunaan angkutan umum di wilayah kabupaten.

Penguatan layanan dilakukan melalui peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, perbaikan mutu pelayanan, dan kampanye penggunaan angkutan umum. Sosialisasi diperlukan agar pelajar, orang tua, serta warga memahami jadwal, rute, ketentuan penggunaan, dan manfaat bus gratis secara lebih baik. Pada saat yang sama, peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik. Pemerintah daerah juga mendorong seluruh pengguna menjaga ketertiban, keselamatan, dan kenyamanan selama berada di dalam kendaraan.

banner 325x300

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Barat Erdian Mourny menyampaikan bahwa bus sekolah gratis merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menyediakan moda transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi pelajar maupun masyarakat umum. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa layanan ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan pelajar, tetapi juga menjadi fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan warga sesuai ketentuan. Melalui pengelolaan yang lebih baik dan penyampaian informasi yang konsisten, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berupaya memastikan manfaat layanan dapat dirasakan secara luas.

Langkah optimalisasi tersebut menempatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna sebagai perhatian utama. Kampanye angkutan umum diharapkan membentuk kebiasaan perjalanan yang lebih tertib sekaligus memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya transportasi publik. Dengan dukungan masyarakat, layanan bus gratis diharapkan berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan akses pelajar serta warga di Aceh Barat.

Armada bus gratis di Kabupaten Aceh Barat kini mulai melayani sejumlah rute yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat aktivitas masyarakat, serta wilayah yang menjadi tujuan pelajar. Kehadiran layanan ini diharapkan membantu warga memperoleh akses transportasi yang lebih mudah, terutama bagi pelajar dan masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan angkutan. Pengoperasian bus tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membenahi layanan angkutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Operasional bus gratis telah dimulai sejak Juli 2026. Namun, pada masa awal pelaksanaannya, jumlah penumpang belum banyak. Erdian menjelaskan, kondisi itu lain dipengaruhi oleh waktu dimulainya layanan yang bertepatan dengan masa libur sekolah. Pada periode tersebut, aktivitas perjalanan pelajar menurun sehingga keberadaan bus belum langsung dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok pengguna yang menjadi salah satu sasaran utama layanan.

Selain faktor libur sekolah, pada tahap awal sempat muncul kesalahpahaman mengenai informasi layanan. Sebagian masyarakat belum memperoleh pemahaman yang sama terkait rute, waktu operasional, dan keberadaan bus gratis tersebut. Situasi ini turut memengaruhi tingkat pemanfaatan armada, karena calon penumpang membutuhkan informasi yang jelas sebelum menjadikan layanan itu sebagai pilihan perjalanan sehari-hari.

Perkembangan mulai terlihat sejak Agustus hingga saat ini. Menurut Erdian, masyarakat perlahan menunjukkan respons yang lebih baik setelah layanan berjalan dan informasi mengenai operasionalnya semakin diketahui. Pelanggan tetap tercatat berkisar lima hingga 10 orang setiap hari. Angka tersebut menunjukkan adanya perubahan dibandingkan masa awal, ketika penumpang belum banyak terlihat. Perkembangan ini menjadi indikasi bahwa layanan mulai dikenali dan digunakan secara lebih rutin oleh sebagian warga, meskipun pemanfaatannya masih terus dipantau dan dibenahi sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu rute utama angkutan gratis di Aceh Barat menghubungkan kawasan Kilometer 16 dengan Meulaboh. Jalur ini menjadi akses penting bagi warga, terutama pelajar yang tinggal di Kuta Tanjong dan Suak Timah. Mereka telah memanfaatkan bus tersebut untuk berangkat ke sekolah di Meulaboh, sehingga keberadaan layanan ini membantu mengurangi hambatan transportasi bagi keluarga yang membutuhkan akses perjalanan rutin. Selain mendukung mobilitas pelajar, rute tersebut juga memberi pilihan angkutan bagi warga yang berkepentingan menuju kawasan Meulaboh.

Dukungan armada untuk layanan ini berasal dari empat unit bus. Dua bus merupakan milik Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, sedangkan dua lainnya adalah bus perintis dari Balai Pengelola Transportasi Darat atau BPTD. Penggunaan armada itu diatur untuk menjaga layanan tetap berjalan setiap hari. Dalam pengaturan operasional harian, satu bus ditempatkan di terminal, sementara satu unit lainnya melayani rute dari kawasan lapang hingga Kilometer 16. Pola penempatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan armada tersedia pada titik layanan yang telah ditentukan.

Erdian menjelaskan bahwa bus dalam kondisi siap digunakan. Penjelasan tersebut sekaligus meluruskan anggapan bahwa armada tidak beroperasi. Bus tetap disiagakan setiap hari sebagai bagian dari layanan angkutan masyarakat, dengan tarif yang masih gratis sesuai program Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Karena itu, informasi mengenai kesiapan armada penting disampaikan secara jelas agar pelajar dan warga tidak ragu memanfaatkan layanan yang tersedia. Pengaturan tersebut menunjukkan bahwa pembenahan tidak hanya berkaitan dengan penyediaan bus, tetapi juga dengan kepastian layanan dan pemanfaatannya oleh masyarakat di sepanjang rute Kilometer 16–Meulaboh.

Minat masyarakat terhadap transportasi umum di Aceh Barat masih menghadapi tantangan. Sebagian besar warga telah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, karena dinilai lebih praktis untuk menjangkau tempat kerja, sekolah, pasar, maupun berbagai keperluan sehari-hari. Kebiasaan tersebut membuat layanan angkutan umum perlu dibenahi agar mampu memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh pengguna.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana meningkatkan kualitas layanan angkutan gratis secara bertahap. Pembenahan akan diarahkan pada penyesuaian rute, jadwal, kenyamanan, keamanan, serta kemudahan akses bagi pelajar dan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pengguna sekaligus membangun kepercayaan terhadap angkutan umum. Dengan layanan yang lebih teratur dan sesuai harapan, masyarakat diharapkan mulai mempertimbangkan bus sebagai pilihan mobilitas, bukan hanya mengandalkan kendaraan pribadi.

Dinas Perhubungan Aceh Barat juga akan menggelar kampanye penggunaan bus sekolah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Jajaran Dinas Pendidikan, perwakilan sekolah, serta insan pers direncanakan ikut berperan dalam menyampaikan informasi mengenai manfaat dan tata cara penggunaan bus. Sosialisasi tersebut akan menyasar pelajar, pihak sekolah, orang tua, serta masyarakat secara lebih luas agar penggunaan angkutan umum dapat dipahami sebagai kebutuhan bersama.

Kampanye itu sekaligus diarahkan untuk mengaktifkan kembali program Zona Selamat Sekolah (ZOSS) yang sudah lama tidak tersentuh. Keberadaan ZOSS dinilai penting untuk mendukung keamanan pelajar saat berada di sekitar lingkungan sekolah, terutama pada jam datang dan pulang. Penataan kembali kawasan tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan perbaikan layanan bus sekolah.

Erdian berharap penggunaan bus dapat membantu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bersama. Melalui dukungan sekolah, keluarga, pemerintah, media, dan masyarakat, angkutan umum diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih luas serta menjadi bagian dari kebiasaan perjalanan yang aman dan tertib.

Baca juga: CEGAH KARHUTLA SEJAK DINI, MABES TNI EDUKASI GURU DAN PELAJAR SMA 10 SAMARINDA | Tanamkan Kepedulian Sejak Dini, Pelajar Antusias Terima Materi Karhutla dari Tim Penyuluh

banner 325x300