banner 728x250

Dari akun itu ditemukan percakapan Mozza dengan seorang pria yang kemudian menjadi salah satu petunjuk utama penyelidikan

Dari akun itu ditemukan percakapan Mozza dengan seorang pria yang kemudian menjadi salah satu petunjuk utama penyelidikan
banner 120x600
banner 468x60

KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Remaja asal Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, itu awalnya dilaporkan hilang sejak 25 Juni 2025. Dari akun itu ditemukan percakapan Mozza dengan seorang pria yang kemudian menjadi salah satu petunjuk utama penyelidikan. 9 Fakta Terkait Pembunuhan Mozza Axilla Berikut fakta-fakta penting terkait pembunuhan Mozza Axilla Gunarsa yang terungkap sejauh ini:1.

Keterangan yang tercatat menyebut Keduanya bertukar kontak dan menurut pengakuan tersangka saling menjalin hubungan. Menurut pengakuan tersangka yang masih didalami penyidik, korban sempat memukulnya sebelum tersangka kemudian membunuh korban.

banner 325x300

Data lain dalam laporan menunjukkan Mozza dilaporkan hilang sejak 25 Juni 2025Mozza awalnya pamit kepada orang tuanya untuk mengantar temannya mengembalikan laptop di sekitar kawasan Kodam. Namun, setelah pergi pada 25 Juni 2025, ia tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan tersebut dan berupaya mencari keberadaannya selama lebih dari satu tahun. Setelah jasad Mozza ditemukan dan pelaku ditangkap, diketahui jika Mozza hari itu tidak ke tempat temannya. Kasus Sopir Dibakar Bos di Bali: Penyebab, Kronologi, & NasibnyaKronologi Sejoli ABG di Semarang Kubur Bayi Sendiri Usia 1 Hari Tiga hari berselang, keluarga akhirnya membuat laporan resmi tentang hilangnya Mozza.2.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kasus hilangnya Mozza Axilla Gunarsa selama lebih dari setahun yang berujung terungkapnya kasuspembunuhan, mengungkap fakta memilukan. Polisi lantas menemukan petunjuk dan diduga Mozza menjadi korban pembunuhan dari teman dekatnya, Mahendra Very Dwi Anggara (MDVA). Kasus tersebut terungkap setelah penyidik memperoleh petunjuk dari percakapan di media sosial korban. Penelusuran dilakukan untuk menemukan sosok terakhir yang diduga berinteraksi dengan Mozza. Dari keterangan tersangka, polisi berhasil menemukan lokasi pembuangan jasad Mozza.

Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan hingga ke sebuah rumah kos di Kota Semarang dan menangkap tersangka di Blora pada September 2026. Ia justru menemui MDVA di kamar kos nya di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Polisi menelusuri keberadaan pria ini hingga sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang. Lokasi yang kemudian ditunjukkan tersangka berada di kawasan jurang atau tebing dekat ruas Tol Semarang-Solo wilayah Jangli, Tembalang, Kota Semarang. Kerangka ditemukan setelah tersangka ditangkap di BloraPolisi menangkap tersangka di Kabupaten Blora setelah melakukan penyelidikan terhadap identitasnya. Dalam keterangan lain, tersangka disebut diamankan di kawasan lapangan voli di Kecamatan Banjarejo. Tak kunjung pulang, keluarga pun berusaha untuk menghubungi teman Mozza guna mencari tahu keberadaannya. Namun, teman Mozza yang dimaksud tidak mengetahui keberadaannya. Petunjuk penting ditemukan dari perangkat elektronik milik MozzaTitik terang kasus muncul setelah ayah Mozza, Singgih Gunarsa, memeriksa tablet milik putrinya yang masih berada di rumah sekitar lima bulan kemudian, yakni November 2025. Perangkat tersebut ternyata masih tersambung email dan akun media sosial Mozza. Penangkapan tersangkaPercakapan di media sosial menunjukkan adanya komunikasi Mozza dan pria yang kemudian diketahui berinisial MDVA. Dari keterangan pemilik dan sejumlah penghuni kos, polisi lantas memperoleh identitas terduga pelaku. Polisi menyebut hubungan Mozza dengan tersangka bermula melalui TikTok sekitar Mei 2025. Mozza juga disebut beberapa kali datang ke tempat kos tersangka selama Mei hingga Juni 2025. Hubungan ini, menurut keterangan polisi, tidak diketahui oleh orang tua Mozza. 30 Tahun Memburu Pembunuh Tupac Shakur Polisi menyebut tersangka mengaku emosi setelah melihat percakapan Mozza dengan laki-laki lain di ponsel korban. Perselisihan terjadi di kamar kos tersangka pada 25 Juni 2025 siang. Mozza diduga meninggal setelah dibekap tersangkaSetelah membekap korban, tersangka mengaku mendapati Mozza sudah lemas dan tidak bergerak. Setelah mengetahui korban dalam kondisi tidak bergerak, tersangka diduga menyiapkan tali rafia, kardus, kain atau sarung, serta karung. Tubuh Mozza kemudian dibungkus dan dimasukkan ke dalam karung sebelum dibawa keluar dari kos menggunakan sepeda motor. Jasad Mozza dibuang di jurang dekat ruas Tol Semarang-SoloBerdasarkan keterangan polisi, tersangka keluar dari kos lebih dari sekali usai membunuh. Selain membeli makanan dan perlengkapan seperti tali rafia, ia juga disebut sempat berkeliling untuk mencari lokasi pembuangan. Setelah menemukan lokasi yang dianggap sesuai, tersangka kembali ke kos dan membawa jasad korban menuju tempat tersebut. Tersangka kemudian disebut menunjukkan lokasi tempat ia membuang jasad Mozza. Jasad korban berada di area yang sulit dijangkau sehingga baru ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Hal ini tidak mengherankan karena kasus tersebut terungkap lebih dari setahun usai kejadian. Dari lokasi tersebut polisi mengevakuasi kerangka manusia yang kemudian dikaitkan dengan korban yang selama ini dilaporkan hilang. Penangkapan tersangka dilakukan pada 3 September 2026 setelah penyidik melakukan pengembangan selama sekitar dua hari di Blora. Setelah diamankan, kasus tersebut dilimpahkan untuk ditangani Satres PPA-PPO Polrestabes Semarang. Tersangka diduga berusaha menghilangkan jejak dengan menjual motor korbanPolisi menyebut setelah membuang jasad Mozza, tersangka menjual sepeda motor milik korban kepada rekannya. Dalam rekonstruksi, motor tersebut disebut dijual dengan harga sekitar Rp6 juta. Orang yang membeli motor itu juga dihadirkan sebagai saksi dalam proses rekonstruksi. Rekonstruksi dilakukan dengan 55 adeganPada 7 Oktober 2026, penyidik bersama jaksa melakukan rekonstruksi untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta yang ditemukan. Sebanyak 55 adegan diperagakan di lokasi kos yang menjadi tempat dugaan kekerasan, kemudian rekonstruksi dilanjutkan ke lokasi pembuangan jasad di Jangli. 30 Tahun Kematian Tupac Shakur: Siapa Pelaku & Caranya Dibunuh? Adegan lain menggambarkan kedatangan korban ke kos, terjadinya cekcok, pembungkusan tubuh, pencarian lokasi pembuangan, hingga pengangkutan jasad. Polisi menegaskan bahwa sejumlah detail kejadian bersumber dari pengakuan tersangka dan masih harus dicocokkan dengan keterangan saksi serta bukti lain. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan tersebut, sehingga seluruh rangkaian peristiwa belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah diputus pengadilan. Ayah Mozza meminta tersangka dihukum beratSinggih Gunarsa berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. Saat menghadiri rekonstruksi, emosinya sempat memuncak ketika bertemu langsung dengan tersangka hingga ia berusaha menghampiri tersangka sebelum dilerai polisi. Sosok Polisi Bu yang Diduga Terkait Kasus Orang Hilang di Jeju Tersangka dijerat dengan ketentuan hukum yang disampaikan penyidik, termasuk UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan.

banner 325x300