banner 728x250

Wajah Baru UMKM Desa Kesongo, Sentuhan TMMD 129 Bojonegoro Dorong Ekonomi Mandiri

Wajah Baru UMKM Desa Kesongo, Sentuhan TMMD 129 Bojonegoro Dorong Ekonomi Mandiri
banner 120x600
banner 468x60

BOJONEGORO, – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tak hanya menyentuh pembangunan fisik.

Pemberdayaan ekonomi warga juga menjadi perhatian utama melalui penataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

banner 325x300

Hal itu terlihat saat Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., bersama Dandim 0813/Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, meninjau langsung sasaran UMKM di Desa Kesongo, Kamis (13/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat fasilitas booth kontainer yang disiapkan untuk menata aktivitas jual beli masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah pelaku UMKM berjualan secara terpisah di sekitar kawasan tersebut. Kini, para pedagang mulai diarahkan menempati tempat usaha yang lebih tertata.

Penataan ini diharapkan membuat lingkungan kawasan UMKM terlihat lebih rapi sekaligus memberikan tempat berjualan yang lebih nyaman dan layak bagi masyarakat.

Kasdam V/Brawijaya bersama Dandim 0813/Bojonegoro juga berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha untuk melihat kondisi serta aktivitas UMKM di lokasi sasaran TMMD.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian TMMD terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan booth kontainer menjadi peluang baru bagi warga untuk mengembangkan usaha secara lebih teratur.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih karena UMKM di Desa Kesongo ikut mendapat perhatian melalui program TMMD. Dengan adanya booth ini, pedagang memiliki tempat usaha yang lebih tertata dan mudah-mudahan ke depan semakin ramai,” ujarnya.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai tempat berjualan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat Desa Kesongo.

“Kami dari pemerintah desa akan berupaya ikut merawat dan mengembangkan fasilitas ini. Harapannya UMKM semakin maju, usaha warga berkembang, dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pemberdayaan UMKM menjadi bagian penting dalam TMMD ke-129. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

Dengan adanya tempat usaha yang lebih tertata, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan berjualan sekaligus memperluas peluang mendapatkan pembeli.

Keberadaan booth kontainer tersebut juga menjadi bagian dari warisan TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan ini berpotensi menjadi sentra UMKM yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Kusnadi menegaskan, keberlanjutan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat.

“Yang paling penting setelah TMMD selesai adalah bagaimana fasilitas ini terus dimanfaatkan dan dirawat bersama. Kami ingin UMKM Kesongo tumbuh, mandiri dan bisa menjadi penggerak ekonomi desa,” pungkasnya.

Peninjauan Kasdam V/Brawijaya dan Dandim 0813/Bojonegoro tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan jalan maupun fasilitas fisik.

Keberhasilan sejati juga dinilai dari seberapa jauh program tersebut mampu meninggalkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kesongo.

banner 325x300

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *