banner 728x250

Ruben Onsu Soroti Rekaman CCTV dan Dugaan Pengambilan Uang Rp30–35 Juta

Ruben Onsu Soroti Rekaman CCTV dan Dugaan Pengambilan Uang Rp30–35 Juta
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Ruben Onsu kembali menjadi perhatian publik setelah mengunggah rekaman kamera pengawas atau CCTV melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut, ia menyoroti sebuah peristiwa yang menurut keterangannya berkaitan dengan dugaan pengambilan uang senilai sekitar Rp30 juta hingga Rp35 juta. Rekaman itu memperlihatkan gerak-gerik seseorang yang disebut sebagai Manda, asisten Sarwendah.

Cuplikan CCTV yang dibagikan Ruben menjadi bahan perbincangan karena menampilkan aktivitas Manda di suatu ruangan. Namun, materi yang beredar belum dapat dipakai untuk memastikan secara mutlak apa yang terjadi maupun benda apa yang dibawa oleh orang tersebut. Ruben menyampaikan dugaan berdasarkan pengamatannya terhadap rekaman, sehingga isi dan konteks peristiwa tersebut masih perlu dilihat secara hati-hati.

banner 325x300

Nilai uang yang disebut dalam unggahan itu juga berasal dari keterangan Ruben, bukan hasil penetapan pihak berwenang. Karena itu, informasi mengenai dugaan pengambilan dana sekitar Rp30–35 juta masih berada dalam ranah klaim dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum. Rekaman CCTV dapat menjadi bagian dari informasi yang disampaikan kepada publik, tetapi penilaiannya tetap memerlukan konteks, pemeriksaan, serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Unggahan tersebut muncul ketika persoalan Ruben dan Sarwendah masih menjadi perhatian, terutama terkait hak asuh anak yang hingga kini masih bergulir. Situasi ini membuat setiap pernyataan dan unggahan dari kedua pihak mudah menarik perhatian masyarakat. Sorotan terhadap rekaman itu pun tidak berdiri sendiri, melainkan muncul di tengah proses dan dinamika hubungan pribadi yang sedang berlangsung.

Dengan demikian, publik perlu membedakan isi rekaman, dugaan yang disampaikan Ruben, dan fakta yang telah terverifikasi. Manda disebut dalam konteks unggahan tersebut, tetapi rekaman itu sendiri belum otomatis membuktikan adanya pelanggaran atau memastikan keterlibatan siapa pun. Klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait diperlukan agar informasi mengenai peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.

Melalui unggahan di media sosial, Ruben Onsu menyoroti sebuah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang disebut berkaitan dengan dugaan pengambilan uang. Dalam unggahan tersebut, ia menyampaikan sejumlah pertanyaan mengenai benda yang terlihat diambil dari suatu lokasi. Ruben tidak hanya mempertanyakan bentuk atau jenis benda itu, tetapi juga berusaha mendapatkan kejelasan mengenai konteks kejadian yang terekam.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Ruben adalah siapa saja yang berada di lokasi ketika peristiwa tersebut berlangsung. Pertanyaan itu disampaikan untuk memperjelas rangkaian kejadian, termasuk pihak yang mungkin melihat, mengetahui, atau terlibat dalam aktivitas yang tampak pada rekaman. Namun, rekaman CCTV dan pertanyaan yang menyertainya tetap perlu dipahami secara hati-hati karena gambar dalam video belum dengan sendirinya membuktikan seluruh dugaan yang beredar.

Ruben juga mempertanyakan kepada siapa benda atau uang yang disebut dalam rekaman tersebut kemudian diberikan. Aspek ini menjadi penting karena dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi setelah benda itu diambil. Sorotan tersebut diarahkan kepada Manda dan berkaitan dengan dugaan pengambilan uang, sesuai informasi yang disampaikan dalam sumber. Penyebutan nama itu berada dalam konteks pertanyaan dan dugaan, bukan penetapan kesalahan secara hukum.

Nilai uang yang menjadi perhatian disebut Ruben berada pada kisaran Rp30 juta hingga Rp35 juta. Kisaran tersebut tidak dapat diubah menjadi angka pasti karena belum ada keterangan yang memastikan jumlah sebenarnya. Oleh sebab itu, informasi mengenai nominal, benda yang diambil, serta pihak yang menerima atau mengetahui keberadaannya masih perlu dilihat berdasarkan bukti dan penjelasan dari pihak-pihak terkait. Unggahan Ruben menunjukkan adanya permintaan agar kejadian dalam CCTV dijelaskan secara terbuka, terutama mengenai urutan peristiwa dan hubungan setiap orang yang berada di lokasi.

Ruben Onsu menyoroti sikap pihak yang, menurut pandangannya, terus menyuarakan perdamaian, tetapi pada saat yang sama diduga melakukan tindakan yang dapat merendahkan atau menjatuhkan dirinya sebagai seorang ayah. Kritik tersebut disampaikan ketika Ruben membahas rekaman CCTV serta dugaan pengambilan uang yang nilainya disebut berkisar Rp30 juta hingga Rp35 juta. Ia mempertanyakan persoalan itu secara langsung kepada Manda dengan menyinggung apa yang sebenarnya diambil.

Dalam pernyataannya, Ruben mempertanyakan, “Manda, apa yang diambil? Nilainya sekitar Rp30 juta atau Rp35 juta?” Setelah itu, ia mengaitkan persoalan tersebut dengan seruan untuk berdamai. Menurut Ruben, ajakan damai semestinya tidak disertai tindakan atau narasi yang berpotensi merendahkan dirinya. Ia juga menyinggung dugaan upaya menjatuhkan posisinya melalui orang lain, terutama dalam kapasitasnya sebagai seorang ayah.

Ruben menilai terdapat ketidaksesuaian pesan perdamaian yang disampaikan secara terbuka dan sikap yang ia rasakan dalam konflik tersebut. Dalam pandangannya, seseorang tidak dapat terus mengajak berdamai apabila pada waktu yang sama berupaya merendahkan dirinya sebagai ayah melalui pihak lain. Kritik itu menjadi bagian dari sorotan Ruben terhadap dinamika konflik yang sedang berlangsung, termasuk persoalan rekaman CCTV dan dugaan uang yang hilang.

Namun, pernyataan mengenai adanya upaya merendahkan atau menjatuhkan Ruben, termasuk dugaan pengambilan uang dengan nilai sekitar Rp30 juta atau Rp35 juta, merupakan pandangan dan tudingan yang disampaikan oleh Ruben. Hal tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah dipastikan tanpa adanya verifikasi, penjelasan dari pihak-pihak terkait, serta bukti yang dinilai sah. Karena itu, konteks pernyataan dan tanggapan dari pihak lain tetap diperlukan agar persoalan tersebut dapat dipahami secara berimbang.

Ruben Onsu mengaku selama ini lebih banyak memilih diam ketika menghadapi berbagai persoalan yang dikaitkan dengan dirinya. Ia menyebut sikap tersebut diambil meski merasa kerap menjadi sasaran sindiran dan konten di media sosial. Ruben tidak langsung memberikan tanggapan terhadap setiap pernyataan yang dianggap mengarah kepadanya karena ingin menghindari persoalan yang semakin melebar.

Namun, menurut Ruben, celetukan dan konten yang ditujukan kepadanya belakangan terasa sangat menyakitkan. Ia menilai sejumlah pernyataan tersebut sudah melampaui batas kesabarannya. Ruben bahkan menggambarkan konten dan celetukan itu sebagai sesuatu yang sadis karena dibuat tanpa pertimbangan panjang mengenai dampaknya terhadap dirinya maupun keluarganya.

Persoalan tersebut juga disebut berkaitan dengan proses persidangan hak asuh anak yang masih menjadi bagian dari permasalahannya dengan Sarwendah. Ruben tidak menjelaskan perkembangan lebih lanjut mengenai proses tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa diam bukan berarti tidak terluka, terutama ketika pernyataan yang muncul dinilai telah melewati batas kepatutan.

Pengakuan Ruben memperlihatkan bahwa persoalan yang dihadapinya tidak hanya berkaitan dengan rekaman CCTV dan dugaan pengambilan uang, tetapi juga dengan tekanan emosional akibat berbagai konten serta komentar di ruang publik. Di tengah persoalan hak asuh anak yang masih menjadi bagian dari perkaranya, ia berharap situasi dapat dipahami secara lebih proporsional tanpa menambah pernyataan yang berpotensi memperkeruh keadaan.

banner 325x300