Jakarta | Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada masyarakat, para tokoh, sahabat, serta berbagai pihak yang memberikan perhatian kepada Presiden Prabowo Subianto pada hari ulang tahunnya. Apresiasi itu disampaikan pada Minggu, 17 Oktober 2026. Prasetyo menyebut perhatian yang diterima hadir dalam beragam bentuk, mulai dari ucapan selamat, doa, harapan, karangan bunga, hingga ungkapan kasih sayang. Ia menilai seluruh ungkapan tersebut sebagai bentuk kepedulian dan perhatian yang patut dihargai.
Ucapan dan doa dari berbagai kalangan menjadi bagian dari suasana peringatan hari ulang tahun Presiden. Perhatian itu tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga melalui kiriman karangan bunga dan ungkapan yang menunjukkan kedekatan serta rasa kasih sayang. Prasetyo menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk memberikan perhatian tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa pesan yang datang dari masyarakat dan berbagai kalangan diterima dengan baik, tanpa membedakan bentuk penyampaiannya.
Dalam menyampaikan terima kasih, Prasetyo juga menempatkan perhatian publik sebagai pengingat akan pentingnya hubungan yang terjalin pemimpin dan masyarakat. Doa serta harapan yang disampaikan pada momen ulang tahun dapat mencerminkan kepedulian terhadap perjalanan kepemimpinan dan masa depan bangsa. Karena itu, apresiasi yang disampaikan bukan semata-mata tanggapan atas ucapan seremonial, melainkan penghormatan terhadap niat baik dari mereka yang menyampaikan dukungan dan perhatian. Pesan tersebut sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan dengan cara masing-masing.
Beragam bentuk perhatian itu memperlihatkan bahwa masyarakat, tokoh, sahabat, dan pihak lain turut mengambil bagian dalam momen tersebut. Ucapan selamat, doa, harapan, karangan bunga, maupun ungkapan kasih sayang memiliki makna tersendiri bagi penerimanya. Melalui apresiasi yang disampaikan pada Minggu itu, Prasetyo menyatakan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada Presiden Prabowo. Pernyataan tersebut menjadi inti pesan pada peringatan ulang tahun: setiap perhatian dan doa dihargai sebagai ungkapan baik yang datang dari berbagai kalangan.
Prasetyo Hadi menilai setiap ucapan dan doa yang disampaikan kepada Prabowo merupakan wujud perhatian sekaligus dukungan yang sangat berarti. Bagi Prabowo, perhatian tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan ungkapan ketulusan dari masyarakat yang menyertai perjalanan dan tanggung jawabnya. Karena itu, Prasetyo menyampaikan apresiasi atas doa serta harapan baik yang diberikan. Sikap saling mendoakan juga memperlihatkan adanya kepedulian dan kebersamaan, nilai yang penting untuk terus dirawat di tengah kehidupan berbangsa. Apresiasi itu mencerminkan penghargaan terhadap setiap pihak yang dengan tulus menyampaikan dukungan, tanpa memandang bentuk maupun cara mereka mengungkapkannya.
Prasetyo berharap doa dan harapan baik tersebut membawa keberkahan, kesehatan, kebahagiaan, serta kebaikan bagi semua. Harapan ini tidak hanya ditujukan kepada Prabowo, tetapi juga menggambarkan keinginan agar manfaat dari ketulusan dan kebersamaan dapat dirasakan secara luas. Doa menjadi ungkapan yang menguatkan, sekaligus pengingat bahwa perhatian antarsesama memiliki arti dalam membangun hubungan yang penuh kepedulian. Dalam menyampaikan rasa terima kasih, Prasetyo menekankan pentingnya menjaga semangat persatuan. Kebersamaan yang tumbuh melalui perhatian dan doa dapat menjadi landasan untuk saling mendukung serta menatap masa depan dengan harapan yang baik.
Prasetyo Hadi mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan mempererat persaudaraan di tengah kehidupan bersama. Ia menekankan bahwa kebersamaan perlu terus dirawat oleh seluruh warga, bukan hanya dalam keadaan tertentu. Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membangun hubungan yang harmonis serta memperkuat semangat persatuan di Indonesia. Masyarakat diharapkan dapat saling menjaga hubungan baik dan mempertahankan rasa persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga kebersamaan, warga dapat terus bergerak bersama untuk mencapai tujuan yang telah disampaikan, yaitu mewujudkan Indonesia yang semakin kuat, maju, adil, makmur, dan sejahtera. Penguatan persatuan menjadi seruan bagi seluruh masyarakat untuk menjaga hubungan di sesama.
Selain menjaga persatuan, Prasetyo mendorong warga untuk bergotong royong membangun Indonesia. Gotong royong menjadi ajakan agar masyarakat mengambil bagian dalam upaya bersama membangun bangsa. Seruan ini berjalan seiring dengan pesan untuk mempererat persaudaraan dan menjaga kebersamaan. Warga diajak mempertahankan semangat saling bekerja bersama, sehingga upaya membangun Indonesia dilakukan dengan keterlibatan masyarakat. Prasetyo mengarahkan ajakan tersebut pada tujuan yang sama: Indonesia yang semakin kuat, maju, adil, makmur, dan sejahtera. Karena itu, semangat persatuan dan gotong royong menjadi bagian penting dari pesan yang ia sampaikan kepada masyarakat, tanpa memisahkan pembangunan dari kebersamaan.
Pesan Prasetyo menempatkan persaudaraan, kebersamaan, dan gotong royong sebagai ajakan yang saling berkaitan. Masyarakat diminta menjaga persatuan sekaligus mempererat hubungan dengan sesama warga. Dalam semangat itu, warga dapat bekerja bersama untuk membangun Indonesia dan merawat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Ajakan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan saat masyarakat bergerak menuju cita-cita bersama. Tujuan yang disampaikan tetap berfokus pada terwujudnya Indonesia yang semakin kuat, maju, adil, makmur, dan sejahtera. Dengan demikian, seruan untuk bergotong royong melengkapi ajakan menjaga persaudaraan dan persatuan, sebagai dorongan agar masyarakat terus membangun negeri bersama.
Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada 17 Oktober 2026. Ia lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951, sebagai anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya adalah ekonom Soemitro Djojohadikoesoemo, sedangkan ibunya bernama Dora Marie Sigar. Masa kecil Prabowo berlangsung di beberapa negara, karena keluarganya berpindah-pindah Singapura, Hong Kong, Malaysia, Swiss, dan Inggris. Pengalaman tersebut turut membentuk kemampuan bahasanya: ia fasih berbahasa Inggris, Prancis, Belanda, dan Jerman.
Perjalanan karier militernya dimulai ketika ia masuk Akademi Militer di Magelang pada 1970. Prabowo lulus pada 1974, kemudian bertugas di Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Di lingkungan pasukan tersebut, ia dikenal dengan julukan “08”. Salah satu operasi yang dipimpinnya adalah Operasi Mapenduma di pegunungan Papua pada 1996. Kariernya berlanjut di Kostrad, tempat ia mendapat julukan “Pandu”. Pada 20 Maret 1998, Prabowo diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Setelah meniti karier di militer, Prabowo memasuki dunia politik. Ia membentuk Partai Gerindra pada 2008 dan kemudian menjabat sebagai ketua umum partai tersebut pada 2014. Setelah kalah dalam Pemilihan Presiden 2019, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat Menteri Pertahanan. Penunjukan itu menandai babak baru dalam perjalanan politiknya, sekaligus membawa Prabowo kembali ke pemerintahan melalui peran di kabinet.
Pada Pilpres 2024, Prabowo maju berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka. Pasangan tersebut memperoleh 58 persen suara dan dilantik untuk masa jabatan 2024–2029 pada 20 Oktober 2024. Dengan demikian, pada 20 Oktober 2026, pemerintahan Prabowo dan Gibran akan memasuki usia dua tahun. Rangkaian pengalaman keluarga, pendidikan lintas negara, karier militer, dan kiprah politik itu menjadi konteks bagi perjalanan Prabowo hingga menjabat sebagai presiden.
Baca juga: Subuh Keliling, Bhabinkamtibmas Bojong Ajak Warga Perkuat Keamanan Lingkungan | Ronda Bersama Warga, Aiptu Mukhsodin Perkuat Siskamling di Sukadamai | Subuh Keliling, Aiptu Budiansyah Perkuat Silaturahmi dan Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Warga Sukamulya















