banner 728x250
Daerah  

Polisi dan Petani Bersatu: Polsek Cikupa Gencarkan Program Ketahanan Pangan di Tengah Krisis Global

banner 120x600
banner 468x60

CIKUPA, TANGERANG – Di tengah bayang-bayang krisis pangan global yang semakin nyata, langkah kecil namun signifikan dilakukan di sebuah hamparan tanah seluas 1.200 meter persegi di Kampung Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Di sanalah, pada Selasa (17/2/2026) pagi, seorang Bhabinkamtibmas dengan seragam coklat khasnya berdiri di antara para petani, bukan sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai mitra dalam mewujudkan mimpi besar: kemandirian pangan.

**Program PARAKAN KETAPANG**—akronim dari *Polisi Bersama Masyarakat Menggalakkan Ketahanan Pangan*—kembali menunjukkan taringnya. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Cikupa AKP Syamsul Bahri, S.TK, S.IK, MH, program ini menjadi implementasi nyata dari Asta Cita Presiden RI di tingkat akar rumput.

banner 325x300

**Dari Lahan Kering Menuju Harapan Baru**

Pukul 09.00 WIB, Aipda Dieko Aldillah, Bhabinkamtibmas Desa Pasir Gadung, tiba di lokasi yang berada di titik koordinat -6.223189,106.526381. Di hadapannya, terlihat sepetak lahan yang baru mulai digarap. Traktor kecil dan cangkul para petani bergerak pelan membalik tanah, menyiapkan tempat bagi ribuan bibit jagung hibrida yang akan segera ditanam.

“Luas lahan yang sudah dibuka sekitar 1.200 meter persegi atau setara 0,1 hektare. Masih tahap awal, tapi semangat petani luar biasa,” ujar Aipda Dieko dalam laporannya kepada Kapolresta Tangerang.

**Pendampingan, Motivasi, dan Solusi**

Tak sekadar memantau, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kelompok tani memiliki tujuan strategis. Pertama, memberikan pendampingan dan motivasi agar para petani serius dan konsisten dalam menggarap lahan. Kedua, menjadi jembatan solusi ketika kendala teknis maupun非teknis muncul di lapangan. Ketiga, memastikan proses penanaman berjalan sesuai target waktu yang telah ditentukan.

“Kami ingin memastikan tidak ada petani yang bekerja sendiri. Negara hadir melalui Polri, bukan hanya untuk keamanan, tapi juga untuk kesejahteraan,” tegas AKP Syamsul Bahri dalam keterangan terpisah.

**Asta Cita di Tingkat Desa**

Program PARAKAN KETAPANG bukan sekadar seremoni. Ia adalah wujud konkret dari arahan Presiden RI dalam Asta Cita, khususnya poin tentang kemandirian pangan. Di tingkat desa, program ini dijalankan dengan pendekatan humanis: polisi turun ke sawah, duduk bersama petani, dan ikut merasakan denyut nadi ketahanan pangan dari sumbernya.

“Kami tidak bisa hanya menunggu di kantor. Kalau ingin pangan kuat, kami harus ada di lapangan, di mana makanan itu ditanam,” tambah Kapolsek.

**Harapan di Atas 1.200 Meter Persegi**

Meski luas lahan yang digarap masih tergolong kecil, optimisme membuncah di wajah para petani Pasir Gadung. Bagi mereka, kehadiran polisi di tengah sawah adalah simbol bahwa negara tidak melupakan warganya yang paling bawah.

“Kami merasa diperhatikan. Biasanya polisi datang kalau ada masalah, sekarang datang bawa semangat,” ujar salah satu petani yang enggan disebutkan namanya.

Dengan luas lahan yang terus bertambah dan pendampingan yang konsisten, program ini diharapkan menjadi model kolaborasi sipil-militer dalam menghadapi tantangan pangan nasional. Di Cikupa, di tengah hiruk pikuk industri dan urbanisasi, secercah harapan hijau mulai tumbuh.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *