KOTA SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 25 September 2026, Pentas kesenian Reog Krida Satria Tama merupakan salah satu dari sekian banyak acara yang ditampilkan dalam Soerabaja Festival, sebuah festival tahunan yang diadakan di Surabaya. Acara ini berhasil menarik perhatian warga dan pengunjung, mengusung tema kebudayaan lokal yang kaya dan beragam. Dalam pertunjukan ini, Reog tidak hanya menjadi daya tarik utama, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan tradisi daerah.
Tujuan utama dari Soerabaja Festival adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan seni budaya lokal, serta mengajak masyarakat untuk lebih memahami dan mencintai warisan budaya yang dimiliki. Pertunjukan Reog pada malam itu tidak hanya menyuguhkan keindahan tarian dan musik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai budaya yang sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Suasana malam itu dipenuhi oleh semangat dan antusiasme warga yang datang dari berbagai kalangan. Dengan latar belakang panggung yang megah dan pencahayaan yang menarik, penampilan para seniman Reog berhasil menciptakan atmosfer yang memukau. Penonton tampak menikmati setiap detik dari pertunjukan, memberi tepuk tangan meriah setiap kali para penari melakukan gerakan yang menawan.
Respons masyarakat terhadap pertunjukan ini sangat positif, menunjukkan betapa pentingnya keberadaan Reog sebagai bagian dari identitas kota Surabaya. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat rasa kebersamaan di warga, serta melestarikan budaya yang menjadi ciri khas daerah. Kehadiran Reog dalam Soerabaja Festival menunjukkan dedikasi masyarakat Surabaya dalam menjaga dan meneruskan budaya lokal mereka, serta menjadikannya sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Budaya dan kesenian lokal memainkan peran yang sangat vital dalam acara seperti Soerabaja Festival, di mana pertunjukan Reog menjadi daya tarik utama. Reog, yang merupakan seni pertunjukan khas dari Ponorogo, Jawa Timur, tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana yang mengedukasi masyarakat tentang nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam kebudayaan Indonesia. Dalam setiap pertunjukan, elemen seperti musik, tari, dan kostum yang kaya akan makna simbolis, memberikan sebuah pengalaman yang mendalam bagi penonton.
Salah satu kontribusi penting dari pertunjukan Reog adalah kemampuan untuk menghidupkan kembali dan memperkuat warisan budaya yang sering kali terancam oleh modernisasi. Melalui festival ini, seniman lokal tidak hanya mempersembahkan keterampilan mereka, tetapi juga menanamkan rasa kebersamaan di kalangan warga. Pertunjukan Reog dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul, merayakan, dan menghargai kebudayaan mereka secara kolektif. Ini turut membantu mendekatkan hubungan antarwarga, karena momen berbagi seni dan budaya sering kali dapat menciptakan kenangan tak terlupakan.
Selain meningkatkan rasa kebersamaan, pertunjukan Reog juga memiliki dampak signifikan dalam mempromosikan budaya daerah. Melalui acara seperti Soerabaja Festival, Reog tidak hanya dikenalkan kepada warga lokal, tetapi juga kepada wisatawan dari luar daerah bahkan luar negeri. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan minat orang-orang terhadap kebudayaan Indonesia, sekaligus menarik perhatian terhadap potensi pariwisata daerah tersebut. Ketika budaya lokal dapat diperkenalkan dan diapresiasi oleh berbagai kalangan, maka nilai-nilai kearifan lokal juga akan senantiasa hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. Oleh karena itu, keberadaan pertunjukan Reog di Surabaya dan festival budaya lainnya harus tetap didukung untuk memastikan keberlanjutan budaya yang kaya ini.Rangkaian Pertunjukan dan Reaksi PenontonPertunjukan Reog di Surabaya dimulai dengan persiapan yang matang dari berbagai pihak. Sebelum acara resmi dimulai, semua pemain dan tim kreatif melakukan latihan intensif untuk memastikan setiap elemen dari pertunjukan dapat ditampilkan dengan sempurna. Suasana sebelum pertunjukan terasa penuh antisipasi, dengan suara gamelan yang terdengar dari jauh dan aroma khas makanan tradisional yang menggoda selera. Para penonton mulai berdatangan, mengambil tempat duduk mereka, dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan beberapa anggota kelompok seni yang akan tampil.
Setelah semua siap, pertunjukan dimulai dengan penampilan pembuka yang memukau dari para penari, diikuti oleh pengenalan cerita melalui dialog singkat yang menarik perhatian penonton. Selama pertunjukan berlangsung, suasana di lokasi sangat hidup. Sorakan dan tepuk tangan penonton memberikan energi tambahan bagi para penari dan musisi. Mereka membawakan berbagai tarian dan atribut yang mencerminkan budaya lokal, menciptakan nuansa yang tak terlupakan bagi semua yang hadir.
Respons dari penonton pun beragam. Banyak yang mengunggah momen-momen menarik dari pertunjukan di media sosial, memberikan tanggapan positif terhadap keterampilan dan keindahan seni yang ditampilkan. Di platform media sosial, tagar terkait acara ini menjadi trending, dengan banyak foto dan video yang menunjukkan antusiasme para penonton. Komentar-komentar penuh pujian pun bertebaran, mendorong lebih banyak orang untuk hadir di pertunjukan yang akan datang. Selain itu, beberapa penonton mencatat bahwa pertunjukan ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga budaya dan tradisi.
Secara keseluruhan, kombinasi persiapan yang cermat dan reaksi antusias dari penonton menciptakan atmosfer yang meriah dan hangat pada malam festival. Pertunjukan Reog di Surabaya bukan hanya sekadar sebuah acara seni, tetapi juga sebuah perayaan jiwa kebudayaan Indonesia yang dapat menyatukan semua orang, baik yang hadir fisik di lokasi maupun yang menikmati melalui media sosial.
Pertunjukan Reog yang digelar di Surabaya selama Soerabaja Festival bukan hanya sekadar hiburan, melainkan sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai guyub rukun di kalangan masyarakat. Tema ini, yang menekankan pentingnya kebersamaan, persatuan, dan saling mendukung, tercermin jelas dalam setiap elemen pertunjukan. Penari, musisi, dan penonton berinteraksi dalam satu kesatuan yang harmonis, menciptakan atmosfer yang mendukung penguatan ikatan antar-warga.
Reog adalah simbol dari warisan budaya Indonesia yang kaya, dan melalui pertunjukan ini, masyarakat dapat merasakan kebersamaan melalui seni yang melibatkan banyak orang. Guyub rukun sebagai pesan utama dalam pertunjukan mendorong warga untuk merayakan perbedaan sambil tetap bersatu, sesuai dengan keragaman yang ada di masyarakat Surabaya. Dalam konteks festival, setiap pertunjukan bukan hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga memperkuat rasa memiliki di para penonton.
Kegiatan budaya seperti Reog berfungsi sebagai jembatan untuk membangun komunikasi dan saling pengertian di individu dengan latar belakang yang berbeda. Dalam suasana yang penuh warna dan suasana ceria, warga tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga diundang untuk terlibat secara aktif. Melalui partisipasi ini, mereka belajar untuk berkolaborasi dan saling menghargai, yang merupakan langkah penting dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis.
Dengan menonjolkan nilai-nilai guyub rukun, pertunjukan Reog di Surabaya mengingatkan kita akan pentingnya solidaritas dan persatuan di tengah keragaman. Kegiatan seperti ini perlu didorong agar masyarakat terus bisa saling bersinergi, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan sosial dan budaya.















