banner 728x250
Polri  

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Perkuat Kolaborasi Forkopimcam Lewat Olahraga Menembak

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Perkuat Kolaborasi Forkopimcam Lewat Olahraga Menembak
banner 120x600
banner 468x60

Kediri, Jumat (5/6/2026) — Suasana Lapangan Tembak Tathya Dharaka Polres Kediri pagi itu dipenuhi suara tembakan berirama. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Polres Kediri menghadirkan lomba menembak yang melibatkan seluruh unsur Forkopimcam se-Kabupaten Kediri serta jajaran Forkopimda.

Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji, yang hadir didampingi Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. David Nur H., menyebut lomba ini lebih dari sekadar kompetisi. Menurutnya, momentum ini menjadi ajang untuk memperkuat kekompakan, sekaligus mengasah kemampuan menembak bagi para peserta. “Tujuan utama bukan hanya soal siapa yang tercepat atau paling akurat, tapi bagaimana kita membangun soliditas Forkopimcam demi terciptanya keamanan wilayah,” ujar Bramastyo saat ditemui di lokasi.

banner 325x300

Kegiatan ini diikuti para camat, kapolsek, dan danramil se-Kabupaten Kediri. Setiap tim diberi kesempatan menembak dengan senjata api jenis revolver pada jarak 15 meter. Lomba dibagi menjadi tiga seri tembakan, masing-masing dievaluasi secara ketat oleh dewan juri yang berkompeten.

Hasil akhir lomba menembak memperlihatkan ketatnya persaingan antar-Forkopimcam. Tim Forkopimcam Purwoasri berhasil meraih juara pertama, diikuti tim Plemahan di posisi kedua, dan Pagu menempati juara ketiga. Sementara itu, kategori juara harapan jatuh pada Forkopimcam Wates, Kunjang, dan Pare. Para pemenang menerima penghargaan sekaligus aplaus dari peserta lain yang menyoraki aksi menembak mereka dengan penuh antusias.

Dandim Kediri, Letkol David Nur H., memberikan apresiasi atas inisiatif Polres Kediri yang menggelar lomba ini. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah merupakan fondasi utama untuk menjaga kondusivitas wilayah. “Kami melihat sendiri bagaimana semangat kebersamaan dan disiplin tercermin dalam setiap tembakan. Sinergi seperti ini harus terus dipupuk agar Kabupaten Kediri tetap aman dan masyarakatnya merasa nyaman,” ungkap David.

Tak hanya menekankan aspek teknik menembak, lomba ini juga menjadi sarana membangun komunikasi antar-Forkopimcam. Para camat, kapolsek, dan danramil yang biasanya sibuk dengan aktivitas sehari-hari, terlihat saling berbincang, bertukar strategi, bahkan bercanda di sela kompetisi. Aktivitas ini dianggap penting oleh Kapolres Kediri sebagai media mempererat hubungan personal yang pada akhirnya berdampak pada koordinasi profesional.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta. Senyum, tawa, dan gestur kompak tampak diabadikan dalam setiap bidikan kamera. Menurut rencana, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Kediri tidak berhenti di sini. Berbagai kegiatan sosial, bakti masyarakat, dan program kepedulian lainnya akan terus digelar sepanjang bulan Juni.

Sejumlah warga yang mengikuti kegiatan di sekitar lapangan menilai lomba menembak ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya terhadap keamanan di Kabupaten Kediri. “Melihat mereka bekerja sama dan berlatih seperti ini, membuat warga merasa lebih tenang. Kita tahu aparat keamanan kita solid dan siap menjaga ketertiban,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dengan terselenggaranya lomba ini, Polres Kediri berharap nilai-nilai disiplin, solidaritas, dan kemampuan profesional tetap terjaga. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah merupakan kunci utama menjaga ketenangan dan kemajuan masyarakat Kediri.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *