banner 728x250

Dion Markx dan Thom Haye, Dua Pemain yang Meraih Dua Gelar pada 2026

Dion Markx dan Thom Haye, Dua Pemain yang Meraih Dua Gelar pada 2026
banner 120x600
banner 468x60

Dion Markx dan Thom Haye mencatat pencapaian istimewa sepanjang 2026. Keduanya menjadi dua pemain Timnas Indonesia yang berhasil mengoleksi dua gelar dalam satu tahun, yakni trofi kompetisi domestik bersama Persib Bandung dan gelar perdana FIFA ASEAN Cup 2026 bersama skuad Garuda. Pencapaian tersebut menempatkan nama Markx dan Haye dalam catatan khusus perjalanan sepak bola Indonesia pada tahun ini.

Sebelum memperkuat tim nasional dalam persaingan antarnegara Asia Tenggara, keduanya lebih dulu menjadi bagian dari Persib Bandung yang menjuarai Super League 2025/2026. Gelar tersebut menjadi fondasi penting bagi musim mereka, sekaligus menunjukkan kontribusi di level klub. Keberhasilan Persib meraih trofi kompetisi domestik memberikan momentum positif bagi Markx dan Haye ketika mereka kemudian menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia.

banner 325x300

Perjalanan itu berlanjut dengan keberhasilan Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Trofi tersebut menjadi gelar perdana bagi Indonesia dalam ajang itu dan menambah nilai penting pada musim yang dijalani kedua pemain. Dengan demikian, Markx dan Haye tidak hanya merasakan keberhasilan di kompetisi domestik, tetapi juga ikut berada dalam tim yang mengantarkan Indonesia meraih prestasi internasional. Dua gelar dalam satu tahun memperlihatkan kesinambungan pencapaian mereka, baik ketika membela Persib Bandung maupun saat mengenakan seragam Timnas Indonesia.

Catatan ganda ini juga mempertegas peran keduanya sebagai pemain yang mampu beradaptasi dalam dua konteks persaingan. Di level klub, mereka menjadi bagian dari perjalanan Persib menuju gelar Super League 2025/2026. Di level internasional, mereka ikut membawa Indonesia melewati persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 hingga mencapai trofi perdana. Rangkaian prestasi tersebut menjadikan 2026 sebagai tahun yang sangat berkesan bagi Dion Markx dan Thom Haye.

Persib Bandung menutup perjalanan di Super League 2025/2026 dengan memastikan gelar juara setelah melewati persaingan ketat hingga pekan terakhir. Dalam pertandingan penentuan, Maung Bandung bermain imbang 0-0 melawan Persijap Jepara. Hasil tersebut memang tidak menghadirkan kemenangan, tetapi tetap cukup untuk mengamankan posisi teratas klasemen akhir.

Persib mengakhiri kompetisi dengan koleksi 79 poin. Jumlah itu sama dengan perolehan Borneo FC yang juga menjalani musim kompetitif dan menjadi salah satu pesaing utama dalam perebutan gelar. Namun, Persib berhak menempati posisi pertama karena unggul berdasarkan rekor pertemuan langsung atau head to head atas klub asal Kalimantan tersebut.

Keberhasilan ini menegaskan konsistensi Persib sepanjang kompetisi. Tim asuhan Maung Bandung mampu menjaga perolehan poin dan mempertahankan posisi penting hingga laga terakhir, meskipun tekanan dari pesaing terus berlangsung. Pertandingan melawan Persijap menjadi penutup yang menentukan, karena satu poin dari laga tersebut sudah cukup untuk mengukuhkan status Persib sebagai juara.

Gelar Super League 2025/2026 juga memiliki nilai sejarah yang besar bagi Persib Bandung. Trofi tersebut merupakan gelar ketiga secara beruntun bagi klub, setelah sebelumnya menjuarai kompetisi pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Rentetan prestasi itu menunjukkan kemampuan Persib mempertahankan standar performa dalam beberapa musim, bukan sekadar meraih keberhasilan satu kali.

Pencapaian tiga gelar berturut-turut menempatkan Persib dalam catatan penting sepak bola Indonesia. Selain memperkuat identitas klub sebagai salah satu kekuatan utama di kompetisi domestik, keberhasilan tersebut turut membangun fondasi kepercayaan diri untuk menghadapi musim berikutnya. Persib kini tidak hanya mempertahankan gelar, tetapi juga membawa tuntutan lebih besar untuk menjaga konsistensi dan melanjutkan tradisi juara.

Sepanjang musim 2025/2026, Dion Markx dan Thom Haye sama-sama tercatat sebagai bagian dari skuad Persib, tetapi keduanya menjalankan peran yang berbeda. Markx berada dalam proses membangun pengalaman di lingkungan tim utama. Kehadirannya menjadi bagian dari komposisi Persib sebelum ia menjalani masa peminjaman ke Persita Tangerang pada musim 2026/2027. Karena itu, perjalanan Markx pada periode tersebut lebih mencerminkan tahap perkembangan seorang pemain yang masih berusaha mendapatkan ruang dan pengalaman kompetitif secara konsisten.

Situasi Thom Haye jauh lebih menonjol. Sebagai pemain senior, ia menjadi salah satu figur penting dalam permainan Persib selama kompetisi Super League 2025/2026. Haye tampil dalam 28 pertandingan, sekaligus mencatatkan lima gol dan enam assist. Statistik itu menunjukkan kontribusinya tidak hanya melalui pengalaman, tetapi juga lewat keterlibatan langsung dalam penciptaan peluang dan hasil pertandingan. Perannya di lini tengah membantu menjaga keseimbangan permainan, menghubungkan sektor pertahanan dengan penyerangan, serta memberikan ketenangan ketika tim menghadapi tekanan.

Perbedaan pengalaman tersebut penting untuk memahami konteks keberhasilan kedua pemain dalam meraih dua gelar pada 2026. Haye melewati pencapaian itu sebagai pemain senior Persib yang memiliki tanggung jawab besar di dalam skuad. Sementara itu, Markx merasakan bagian dari perjalanan Persib sebelum melanjutkan pengembangan karier melalui peminjaman ke Persita. Dengan demikian, keduanya memang berada dalam satu rangkaian cerita, tetapi kontribusi dan jalur yang ditempuh tidak sama. Haye tampil sebagai pemain berpengaruh dalam persaingan utama, sedangkan Markx menjalani fase pembentukan diri yang dapat menjadi modal untuk memperoleh menit bermain lebih banyak pada masa berikutnya. Perbedaan ini juga memperlihatkan bahwa sebuah gelar dapat diraih melalui peran yang beragam, baik sebagai pemain inti maupun sebagai bagian dari proses panjang menuju kematangan kompetitif.

Setelah musim klub berakhir, kesempatan untuk meraih prestasi belum berhenti bagi Dion Markx dan Thom Haye. Keduanya kembali mendapat kepercayaan untuk memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen tersebut menjadi panggung penting karena Indonesia datang dengan ambisi besar untuk mencatat sejarah baru di kawasan Asia Tenggara.

Thom Haye masuk ke dalam skuad yang ditangani pelatih John Herdman. Pengalaman, ketenangan, serta kemampuannya mengatur permainan membuat gelandang tersebut tetap menjadi salah satu pilihan penting di lini tengah. Sementara itu, Dion Markx dipanggil sebagai salah satu opsi di lini belakang. Persaingan untuk mendapatkan tempat utama berlangsung ketat, sehingga Markx lebih sering memulai pertandingan dari bangku cadangan dan menunggu kesempatan untuk tampil.

Perjalanan Indonesia pada turnamen itu akhirnya mencapai puncak ketika berhadapan dengan Thailand. Pertandingan berlangsung sengit selama 120 menit dan berakhir dengan skor imbang 2-2. Penentuan juara kemudian harus dilakukan melalui adu penalti. Indonesia tampil lebih tenang dan berhasil mengamankan kemenangan dengan skor 4-2, sekaligus memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi milik Merah Putih.

Gelar tersebut menghadirkan catatan unik bagi Markx dan Haye. Pada tahun yang sama, keduanya lebih dahulu menjuarai kompetisi domestik bersama Persib, sebelum kemudian ikut meraih trofi bersama Timnas Indonesia. Pencapaian ini menjadikan mereka bagian dari kelompok pemain yang mampu mengoleksi dua gelar berbeda dalam satu tahun kalender.

Lebih dari sekadar tambahan penghargaan pribadi, keberhasilan itu menempatkan Markx dan Haye dalam sejarah sepak bola nasional. Mereka menjadi saksi sekaligus bagian dari generasi yang membawa Indonesia meraih gelar perdana FIFA ASEAN Cup. Bagi keduanya, rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan bahwa kontribusi di level klub dan tim nasional dapat berpadu dalam sebuah musim yang sangat berkesan.

banner 325x300