banner 728x250

Bara di TPA Supit Urang Masih Ditangani pada Hari Kelima

Bara di TPA Supit Urang Masih Ditangani pada Hari Kelima
banner 120x600
banner 468x60

Malang | Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, Jawa Timur, masih ditangani hingga Minggu, 25 Oktober 2026. Memasuki hari kelima penanganan, api belum sepenuhnya padam, meskipun kobaran yang terlihat di permukaan mulai berkurang. Perkembangan ini menunjukkan bahwa kondisi di lokasi mengalami perubahan, tetapi belum dapat dianggap selesai. Upaya penanganan masih diperlukan sampai api benar-benar padam dan area dinyatakan aman.

Berkurangnya kobaran di permukaan dapat memberi kesan bahwa situasi membaik. Namun, tampilan dari luar saja belum cukup untuk memastikan seluruh bagian area kebakaran bebas dari bahaya. Selama api masih belum sepenuhnya padam, potensi risiko tetap perlu diperhitungkan. Karena itu, perkembangan visual perlu dibedakan dari kepastian bahwa penanganan telah tuntas. Tidak ada dasar untuk menyimpulkan seluruh lokasi aman hanya berdasarkan api permukaan yang tampak berkurang.

banner 325x300

Penanganan yang berlangsung selama lima hari menegaskan bahwa pemadaman masih menjadi perhatian di TPA Supit Urang. Kondisi tersebut juga membuat pemantauan dan kehati-hatian tetap penting, terutama sebelum ada kepastian bahwa tidak ada lagi titik api yang berisiko. Informasi mengenai berkurangnya kobaran permukaan merupakan perkembangan, bukan pengumuman bahwa kebakaran telah padam seluruhnya. Hingga Minggu itu, api masih belum sepenuhnya padam dan penanganan terus berlangsung. Dengan demikian, status aman belum dapat dipastikan hanya dari perubahan yang tampak di permukaan. Masyarakat sebaiknya mengikuti keterangan resmi terbaru mengenai perkembangan di lokasi, alih-alih menganggap berkurangnya kobaran sebagai tanda bahwa seluruh bahaya telah berlalu. Penilaian akhir tetap bergantung pada kondisi keseluruhan area, bukan semata-mata pada apa yang terlihat dari luar. Selama penanganan berlanjut, TPA Supit Urang belum dapat dinyatakan bebas dari risiko kebakaran.Bara yang masih tersimpan di dalam tumpukan sampah tebal menjadi salah satu perhatian utama dalam penanganan kebakaran di TPA Supit Urang pada hari kelima. Meski api terbuka dapat terlihat mulai berkurang di sejumlah titik, kondisi tersebut belum memastikan seluruh sumber panas telah padam. Material sampah yang menumpuk dan berlapis-lapis dapat menyimpan bara di bagian bawah atau di ruang yang sulit dijangkau petugas.

Bara tersembunyi berisiko kembali menyala ketika mendapat pasokan udara, terutama apabila proses pembasahan belum mencapai bagian dalam tumpukan. Api dapat muncul kembali dan menjalar ke area sekitar, sehingga berpotensi memperpanjang penanganan. Karena itu, pemantauan kondisi lapangan tetap diperlukan, termasuk setelah api yang terlihat berhasil dikendalikan. Petugas juga perlu memastikan area yang telah dibasahi tidak kembali menunjukkan peningkatan suhu atau asap.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS meninjau lokasi bersama Kepala BPBD Kota Malang untuk memantau perkembangan penanganan. Kunjungan tersebut dilakukan saat proses pemadaman dan pembasahan masih berlangsung, dengan perhatian pada titik-titik yang berpotensi menyimpan bara. Pemantauan langsung membantu melihat kondisi tumpukan serta kebutuhan di lapangan, sekaligus memastikan upaya penanganan dilakukan secara berkelanjutan.

Danang menyampaikan bahwa pembasahan perlu dilakukan secara menyeluruh. Air bertekanan tinggi diupayakan dapat menjangkau bagian dalam tumpukan sampah, bukan hanya permukaan, agar bara yang tersembunyi ikut padam. Cara ini penting karena lapisan luar yang basah belum tentu menunjukkan bahwa panas di bagian dalam telah hilang. Penyiraman perlu diarahkan ke area yang masih berasap atau dicurigai menyimpan panas, dengan tetap mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan petugas.

Penanganan bara di dalam tumpukan membutuhkan ketelitian dan waktu, mengingat susunan sampah yang padat dapat menghambat air mencapai sumber panas. Oleh sebab itu, proses pembasahan dan pemeriksaan perlu berjalan beriringan. Petugas dapat terus memantau titik rawan setelah penyiraman untuk mendeteksi tanda-tanda api muncul kembali. Langkah tersebut diharapkan menekan risiko kebakaran berulang dan membantu memastikan kondisi TPA Supit Urang lebih aman sebelum penanganan dinyatakan selesai.

Penanganan bara di TPA Supit Urang pada hari kelima dilakukan secara berkelanjutan oleh tim gabungan. Upaya ini berfokus pada titik-titik yang masih menyimpan panas, dengan rangkaian tindakan berupa penyemprotan air, pengerukan, dan penimbunan. Tim terlebih dahulu menyemprotkan air pada area yang ditangani. Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan langsung terhadap bara yang masih ditemukan, sebelum bagian itu dikeruk dan ditutup. Pekerjaan dilakukan untuk mengendalikan titik panas yang tersisa, sekaligus mencegah api meluas ke bagian lain. Dengan demikian, kegiatan tidak hanya diarahkan pada bara yang terlihat, tetapi juga pada area yang masih menunjukkan adanya titik panas.

Setelah penyemprotan, tim mengeruk bagian yang masih memiliki titik panas dengan bantuan alat berat, termasuk ekskavator. Pengerukan dilakukan pada lokasi yang memerlukan penanganan, sebagai bagian dari upaya mengangkat atau membuka bagian tersebut sebelum ditimbun. Alat berat membantu tim mengerjakan bagian yang masih panas dalam rangkaian penanganan di lokasi. Tahap ini dilanjutkan dengan penutupan titik-titik tersebut menggunakan tanah. Urutan penyemprotan, pengerukan, dan penimbunan menunjukkan bahwa pengendalian bara dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya dengan satu tindakan. Titik panas yang masih ditemukan menjadi sasaran penanganan berikutnya agar api tidak meluas.

Penimbunan dengan tanah bertujuan membatasi pasokan oksigen yang dapat memicu bara. Dengan menutup titik-titik panas, tim berupaya mengurangi peluang bara kembali menyala dan berkembang menjadi api yang lebih luas. Penyemprotan air dan pengerukan menjadi bagian dari proses yang sama, sementara tanah digunakan untuk menutup area yang telah ditangani. Tim gabungan terus mengerjakan titik panas yang tersisa sebagai upaya pengendalian di TPA Supit Urang. Rangkaian tindakan tersebut mencerminkan penanganan yang berkelanjutan pada hari kelima: menyemprotkan air, mengeruk bagian yang panas dengan alat berat termasuk ekskavator, lalu menimbunnya. Fokusnya tetap pada pengendalian bara dan pencegahan agar api tidak meluas.

Petugas terus memantau arah angin dan persebaran titik panas di area TPA Supit Urang untuk menilai perkembangan penanganan bara. Pemantauan ini menjadi bagian penting dari evaluasi lapangan, karena arah angin dapat memengaruhi pergerakan asap dari lokasi kebakaran menuju wilayah di sekitarnya. Berdasarkan hasil evaluasi, angin terpantau bertiup ke arah barat dan utara Kota Malang. Kondisi tersebut menjadi perhatian petugas saat menentukan prioritas pengawasan dan langkah pengendalian di lapangan.

Selain mengamati pergerakan angin, petugas juga menelusuri sejumlah bagian TPA untuk menemukan titik panas yang masih tersisa. Beberapa titik panas masih terdeteksi di area tertentu, sehingga proses penanganan belum dapat dihentikan. Temuan tersebut terus dipantau untuk mengetahui apakah panas berkurang setelah dilakukan pembasahan dan penimbunan, atau masih memerlukan penanganan lanjutan. Pengawasan dilakukan secara berulang agar perubahan kondisi dapat segera diketahui dan langkah yang diperlukan dapat disesuaikan dengan situasi terkini.

Untuk mendukung upaya tersebut, koordinasi terus dilakukan bersama BPBD dan instansi terkait. Pembasahan serta penimbunan di area yang masih menunjukkan titik panas juga berlanjut. Langkah ini ditujukan untuk membantu mengendalikan bara, mencegah api meluas ke bagian lain, dan mengurangi risiko paparan asap bagi warga yang tinggal di sekitar TPA. Petugas juga perlu mempertimbangkan arah angin dalam pemantauan dampak, sembari memastikan titik panas yang ditemukan memperoleh penanganan. Selama masih terdapat titik panas yang perlu dikendalikan, lokasi belum dinyatakan aman. Karena itu, pemantauan dan penanganan tetap berjalan hingga kondisi lapangan dinilai terkendali, dengan perkembangan terus menjadi dasar bagi koordinasi dan tindakan berikutnya.

banner 325x300