Jakarta | Perselisihan terkait renovasi rumah berujung pada pembacokan di Cluster Zebrina III, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (22/10/2026). Kejadian tersebut menjadi perhatian warga dan ditangani oleh kepolisian setempat. Polsek Cakung menyebut korban bernama Muhammad Fahrul, berusia 48 tahun. Polisi juga menyampaikan bahwa Fahrul merupakan mantan anggota Kopassus. Informasi mengenai identitas dan latar belakang korban itu disampaikan dalam penanganan awal kasus. Hingga penyelidikan berlangsung, peristiwa tersebut masih ditangani sebagai perkara yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Aparat berupaya mengumpulkan keterangan untuk mengetahui rangkaian kejadian serta konteks perselisihan yang mendahuluinya.
Petugas Polsek Cakung mendatangi lokasi setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Di lokasi, polisi melakukan langkah awal penanganan dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Keterangan para saksi diperlukan untuk membantu menyusun urutan peristiwa, termasuk menjelaskan bagaimana perselisihan renovasi terjadi dan apa yang berlangsung sebelum korban mengalami pembacokan. Informasi yang diperoleh dari setiap saksi akan diperiksa dan dicocokkan sebagai bagian dari proses penyelidikan. Polisi belum menyimpulkan perkara hanya berdasarkan keterangan awal, sehingga pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk memperoleh gambaran yang utuh, memastikan fakta secara hati-hati, serta mendalami keterlibatan pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian di lingkungan perumahan tersebut.
Selain meminta keterangan, polisi mengamankan sebuah golok yang diduga digunakan dalam kejadian itu. Benda tersebut dibawa sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyelidikan. Statusnya sebagai alat yang diduga berkaitan dengan pembacokan masih perlu diuji melalui pemeriksaan dan dikaitkan dengan keterangan saksi maupun fakta lain yang ditemukan. Pengamanan barang bukti memungkinkan penyidik menelusuri lebih jauh bagaimana benda itu berhubungan dengan peristiwa, tanpa mendahului kesimpulan mengenai pelaku ataupun motif. Dengan demikian, penyebab dan urutan perselisihan belum dapat dipastikan hanya dari informasi awal. Kepolisian masih mengumpulkan bahan keterangan di Cluster Zebrina III untuk menjelaskan kejadian secara menyeluruh. Perkembangan perkara selanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan para saksi dan analisis barang bukti yang telah diamankan.
Perselisihan yang berujung pada pembacokan di Cakung Timur bermula dari pekerjaan renovasi rumah yang menimbulkan kebisingan. Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra menjelaskan bahwa istri seorang warga lebih dahulu menegur para pekerja renovasi di rumah tetangganya. Ia merasa terganggu oleh suara pekerjaan yang berlangsung di sekitar tempat tinggal mereka. Teguran tersebut menjadi awal ketegangan pihak-pihak yang kemudian terlibat dalam kejadian itu.
Menurut keterangan Andre, setelah teguran disampaikan, Fahrul meminta mandor proyek agar pekerjaan renovasi tetap dilanjutkan. Permintaan itu muncul di tengah keberatan yang telah disampaikan oleh istri warga tersebut. Situasi kemudian berkembang ketika Jef Budiharto, berusia 57 tahun, datang ke lokasi dan terlibat cekcok mulut dengan Fahrul. Keterangan mengenai urutan awal kejadian serta identitas orang-orang yang terlibat disampaikan oleh Kapolsek Cakung sebagai bagian dari penjelasan tentang perselisihan tersebut.
Dengan demikian, persoalan ini berawal dari keberatan atas suara renovasi, lalu berlanjut menjadi pertengkaran setelah pekerjaan diminta tetap berjalan. Teguran warga terhadap pekerja dan permintaan Fahrul kepada mandor menjadi rangkaian peristiwa sebelum Jef tiba di lokasi. Usia Jef dan perannya dalam cekcok itu juga disebutkan dalam keterangan kepolisian. Informasi tersebut membantu menjelaskan bagaimana persoalan yang awalnya berkaitan dengan kenyamanan lingkungan berkembang menjadi perselisihan antarwarga. Namun, uraian mengenai awal kejadian ini tidak dengan sendirinya menjelaskan seluruh rangkaian tindak kekerasan yang terjadi setelahnya. Untuk memahami perkara secara utuh, perkembangan berikutnya tetap perlu merujuk pada keterangan resmi kepolisian. Pada tahap awal, fokus keterangan Kapolsek adalah pemicu konflik, permintaan agar renovasi diteruskan, serta pertemuan Jef dan Fahrul yang berujung cekcok. Rincian itu menempatkan kebisingan pekerjaan sebagai latar perselisihan, tanpa mengabaikan bahwa proses penyelidikan diperlukan untuk memastikan kronologi lengkap dan pertanggungjawaban setiap pihak. Keterangan tersebut juga membedakan peran istri warga yang menyampaikan teguran, Fahrul yang berbicara dengan mandor, dan Jef yang datang kemudian. Urutan ini menjadi dasar untuk memahami bagaimana konflik bermula di lingkungan tempat renovasi berlangsung.
Menurut keterangan kepolisian, bentrokan Jef dan Fahrul bermula ketika situasi di lokasi mulai memanas. Dalam kondisi tersebut, Jef disebut mengeluarkan ancaman akan membacok Fahrul. Ancaman itu kemudian direspons oleh Fahrul yang menantang Jef untuk melanjutkan perselisihan. Pihak kepolisian menyampaikan bahwa rangkaian peristiwa berikutnya berlangsung dengan cepat dan berada dalam suasana yang penuh ketegangan di sekitar lokasi kejadian.
Dalam situasi tersebut, Jef selanjutnya mengayunkan golok ke arah Fahrul. Ayunan pertama tidak mengenai sasaran. Namun, ayunan kedua berhasil mengenai sisi kanan kepala Fahrul dan menyebabkan luka bacok. Akibat peristiwa ini, Fahrul mengalami luka pada bagian kepala, sehingga kejadian tersebut menjadi titik penting dalam rangkaian bentrokan yang terjadi di Cakung Timur.
Setelah menerima serangan, Fahrul melakukan perlawanan dengan membanting Jef ke lantai. Tindakan tersebut mengakibatkan Jef mengalami luka pada bagian leher dan pelipis. Keterangan polisi menggambarkan rangkaian bentrokan ini sebagai pertukaran serangan yang terjadi dalam waktu singkat, dengan kedua pihak mengalami luka akibat tindakan yang dilakukan selama peristiwa berlangsung.
Penjelasan kepolisian ini menjadi dasar gambaran awal mengenai urutan peristiwa yang terjadi. Setiap tahapan disampaikan sesuai dengan keterangan yang diperoleh dari pihak berwenang, sehingga pembaca dapat memahami alur bentrokan secara runtut, mulai dari memanasnya situasi hingga terjadinya luka pada kedua pihak. Informasi lebih lanjut mengenai peristiwa ini masih dapat berkembang seiring dengan proses penanganan perkara oleh aparat yang berwenang.
Setelah kejadian pembacokan yang dilaporkan terjadi di Cakung Timur, kedua pihak dibawa untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit yang berbeda. Fahrul dibawa ke Rumah Sakit Mayapada JGC, sedangkan Jef dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Informasi mengenai lokasi perawatan masing-masing itu menunjukkan bahwa keduanya memperoleh penanganan medis setelah insiden, tetapi tidak menjelaskan secara terperinci kondisi kesehatan mereka, jenis luka yang dialami, ataupun lamanya perawatan. Karena keterangan tersebut belum tersedia, keadaan masing-masing pihak tidak dapat dipastikan.
Kedua rumah sakit yang disebutkan menjadi tujuan perawatan bagi masing-masing pihak setelah perselisihan tersebut. Fahrul menjalani perawatan di Mayapada JGC, sementara Jef dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi. Keterangan yang tersedia sebatas menyebutkan lokasi penanganan medis; tidak ada rincian mengenai waktu kedatangan, tindakan yang diberikan, atau perkembangan kondisi setelah mereka dibawa. Dengan demikian, informasi tentang perawatan perlu disampaikan sesuai batas keterangan yang ada, tanpa menambahkan dugaan mengenai tingkat cedera maupun keadaan mereka saat ini.
Di sisi lain, kepolisian disebut masih menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Keterangan para saksi diperlukan untuk memperoleh gambaran mengenai kejadian dan hal-hal yang mendahuluinya. Di orang yang dimintai keterangan termasuk pihak yang mengetahui perselisihan terkait renovasi. Informasi dari orang-orang tersebut menjadi bagian dari proses pengumpulan keterangan, terutama untuk memahami konteks perselisihan yang disebut berkaitan dengan kejadian di Cakung Timur. Belum ada rincian lebih lanjut mengenai isi keterangan yang telah diberikan oleh para saksi tersebut.
Selain meminta keterangan saksi, polisi juga menyita sebuah golok yang diduga dipakai dalam peristiwa itu. Penyitaan tersebut merupakan langkah yang disebutkan dalam penanganan perkara, sementara golok itu masih dinyatakan sebagai benda yang diduga digunakan.
Baca juga: Kekacauan Pencurian Motor di Cipayung Berujung Amuk Massa | Kericuhan Dipicu Dugaan Pembunuhan Pelajar, Agats Asmat Diguncang Aksi Kekerasan Berujung Maut















