banner 728x250

Pesan Kabaintelkam kepada Pelajar: Waspadai Judi Online, Narkoba, dan Tawuran

Pesan Kabaintelkam kepada Pelajar: Waspadai Judi Online, Narkoba, dan Tawuran
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Kepala Badan Intelijen Keamanan (Kabaintelkam) Mabes Polri Komjen Pol Dedy Kusuma Bakti mengingatkan para pelajar agar menjauhi sejumlah perilaku negatif, yakni judi online, penggunaan narkoba, tawuran antarpelajar, serta sikap mudah menanggapi berita hoaks di media sosial. Pesan tersebut ditujukan kepada kalangan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan dan dinilai rentan terpengaruh oleh hal-hal negatif.

Dedy menekankan pentingnya kewaspadaan pelajar dalam menghadapi berbagai pengaruh di sekitar mereka. Judi online, narkoba, dan tawuran disebut sebagai hal-hal yang perlu dijauhi. Ia juga mengingatkan agar pelajar tidak mudah bereaksi terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya ketika menemukannya di media sosial. Dengan demikian, pesan Kabaintelkam mencakup perilaku yang perlu dihindari sekaligus sikap yang perlu diperhatikan saat menerima informasi.

banner 325x300

Menurut Dedy, usia remaja membuat pelajar rentan terpengaruh hal-hal negatif. Karena itu, ia mengingatkan mereka untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah terbawa pengaruh tersebut. Peringatan ini menempatkan kewaspadaan sebagai hal penting, baik ketika pelajar berhadapan dengan ajakan melakukan tindakan yang berisiko maupun saat membaca kabar yang beredar di media sosial. Pelajar diminta menjauhi judi online, penggunaan narkoba, dan tawuran, serta tidak mudah menanggapi hoaks.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pelajar untuk mencermati pilihan perilaku dan informasi yang mereka hadapi. Dedy secara khusus menyebut empat hal yang perlu diwaspadai: judi online, narkoba, tawuran antarpelajar, dan berita hoaks di media sosial. Ia mengaitkan peringatan itu dengan kerentanan usia remaja terhadap pengaruh negatif, tanpa mengabaikan perlunya sikap hati-hati dalam menyikapi informasi. Inti pesannya adalah agar pelajar menjauhi perilaku tersebut dan tidak gegabah menanggapi kabar yang belum terverifikasi.

Dedy menyampaikan pesan kepada para peserta Kemah Kebangsaan yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Informasi mengenai pesan tersebut dikutip pada Kamis (22/10/2026). Penyebutan waktu ini merujuk pada kutipan yang tersedia, bukan keterangan mengenai waktu pelaksanaan kegiatan. Karena itu, tidak ada waktu kegiatan maupun urutan kronologi lain yang dapat dipastikan dari informasi tersebut.

Kemah Kebangsaan itu diselenggarakan oleh Persatuan Intelektual Muda dan Pelajar Indonesia (PIONIR). Kegiatan tersebut ditujukan untuk menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara di kalangan peserta. Dalam konteks itu, pesan Dedy disampaikan kepada para pelajar yang mengikuti kegiatan, dengan perhatian pada sejumlah persoalan yang menjadi perhatian dalam tema pemberitaan, yaitu judi online, narkoba, dan tawuran.

Penempatan pesan tersebut dalam kegiatan bertema kebangsaan menghubungkan perhatian terhadap perilaku berisiko dengan tujuan menumbuhkan kepedulian terhadap bangsa dan negara. Bagi peserta, isu judi online, narkoba, dan tawuran menjadi pokok yang perlu disikapi secara . Penyampaian pesan kepada pelajar juga menegaskan bahwa kelompok muda merupakan sasaran penting dalam upaya membangun pemahaman mengenai persoalan-persoalan tersebut, tanpa mengubah tujuan utama acara yang disebutkan oleh penyelenggara.

Adapun tujuan yang dinyatakan bagi Kemah Kebangsaan adalah menanamkan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Dengan demikian, kegiatan di Bumi Perkemahan Cibubur menjadi ruang bagi penyelenggara untuk menyampaikan tujuan tersebut kepada peserta, sementara pesan Dedy hadir sebagai bagian dari penyampaian kepada para pelajar. Informasi yang tersedia menempatkan acara, penyelenggara, lokasi, sasaran peserta, dan tujuan kebangsaan sebagai konteks pesan itu. Rujukan tanggal Kamis (22/10/2026) tetap menjadi waktu sebagaimana tercantum dalam kutipan, bukan dasar untuk menyimpulkan kapan kegiatan berlangsung atau bagaimana rangkaian acaranya diselenggarakan.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi pelajar untuk memperkuat semangat nasionalisme dan persatuan. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, kebersamaan dalam kegiatan memberi kesempatan kepada peserta untuk melihat bahwa menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. Para pelajar diajak memahami bahwa keamanan dan ketertiban nasional tidak hanya menjadi urusan aparat, tetapi juga memerlukan kepedulian serta perilaku positif dari masyarakat, termasuk kaum muda.

Salah satu tujuan penting kegiatan adalah meningkatkan kesadaran peserta mengenai peran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Pelajar dapat berkontribusi melalui pilihan sikap sehari-hari, seperti mematuhi aturan, menghindari tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan. Pemahaman ini mendorong mereka untuk lebih peka terhadap kondisi sekitar dan turut menciptakan suasana yang aman, tertib, serta mendukung proses belajar.

Nilai cinta tanah air juga ditanamkan dengan mengajak peserta mengenali pentingnya persaudaraan dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Rasa nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui simbol atau seruan, melainkan juga melalui tindakan nyata: menghormati sesama, menjaga persatuan, dan bersedia bekerja sama. Dengan cara tersebut, kegiatan diharapkan membantu membentuk karakter pelajar yang peduli, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran bahwa masa depan Indonesia turut ditentukan oleh sikap generasi mudanya.

Pelaksanaan aktivitas di alam terbuka mendukung pembelajaran nilai-nilai tersebut secara langsung. Dalam berbagai kegiatan bersama, peserta berlatih bekerja sebagai satu kelompok, mengikuti aturan, menjalankan tanggung jawab, dan menghargai kontribusi setiap orang. Pengalaman ini menumbuhkan pemahaman tentang kebersamaan dan kedisiplinan, sekaligus menunjukkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk berjarak. Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, sikap saling menghargai menjadi landasan untuk menjaga persaudaraan. Karena itu, kegiatan tidak sekadar menghadirkan pengalaman luar ruang, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran kebangsaan dan karakter yang mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis.Ketua Umum PIONIR, Hanif, menjelaskan bahwa kemah tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi para pelajar untuk memahami nilai-nilai kebangsaan. Melalui pengalaman bersama, peserta diharapkan dapat melihat bahwa kehidupan berbangsa tidak hanya berisi pengetahuan tentang identitas nasional, tetapi juga tanggung jawab untuk menjaga hubungan baik dengan sesama. Persaudaraan ant anak bangsa perlu dirawat, terutama di tengah perbedaan latar belakang, pandangan, dan pengalaman. Karena itu, pembelajaran dalam kemah diharapkan memberi ruang bagi peserta untuk mengenali pentingnya kebersamaan serta menghargai orang lain sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

Hanif berharap para pelajar tidak berhenti pada pemahaman yang diperoleh selama mengikuti kemah. Nilai-nilai yang dipelajari perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Pancasila, misalnya, dapat menjadi pedoman dalam bersikap adil, menghormati perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama. Penerapan nilai kebangsaan tidak harus selalu diwujudkan melalui tindakan besar. Sikap sederhana, seperti mendengarkan pendapat teman, tidak merendahkan orang lain, dan menyelesaikan perbedaan dengan cara yang baik, juga mencerminkan semangat hidup bersama.

Semangat gotong royong juga menjadi nilai penting yang diharapkan tumbuh pada diri peserta. Kebiasaan saling membantu dan bekerja bersama dapat memperkuat rasa tanggung jawab serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Di saat yang sama, toleransi membantu pelajar menerima bahwa setiap orang dapat memiliki keyakinan, kebiasaan, dan pandangan yang berbeda. Dengan saling menghormati, perbedaan tidak perlu menjadi alasan untuk menjauh atau bertikai, melainkan dapat dikelola dengan sikap terbuka dan bijaksana. Harapan tersebut menempatkan kemah sebagai kesempatan untuk membangun pemahaman yang bermakna, bukan sekadar menambah wawasan. Peserta diharapkan membawa nilai-nilai itu ke dalam pilihan dan perilaku sehari-hari, sehingga persaudaraan ant anak bangsa tetap terjaga. Bagi Hanif, pemahaman kebangsaan akan lebih berarti ketika tampak dalam tindakan nyata: bekerja sama, bersikap toleran, dan memperlakukan sesama dengan hormat. Dengan demikian, pelajar dapat ikut menjaga kebersamaan dan menghidupkan nilai Pancasila di lingkungannya.

Baca juga: Penangkapan Kurir Narkoba Jaringan Internasional di Bogor | Kericuhan Dipicu Dugaan Pembunuhan Pelajar, Agats Asmat Diguncang Aksi Kekerasan Berujung Maut | POLDIK, Aiptu Budiansyah Jadi Pembina Upacara di SDN Cikupa 02, Edukasi Siswa Cegah Bullying dan Tawuran

banner 325x300