banner 728x250

Banjir Setelah Hujan Deras Melanda Tiga Kecamatan di Padang

Banjir Setelah Hujan Deras Melanda Tiga Kecamatan di Padang
banner 120x600
banner 468x60

Padang | Hujan deras mengguyur Kota Padang sejak Sabtu siang, 10 Oktober 2026, dan memicu banjir di sejumlah wilayah. Curah hujan berintensitas tinggi menyebabkan air menggenang serta memasuki kawasan permukiman di tiga kecamatan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena genangan muncul di beberapa lingkungan tempat warga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Banjir setelah hujan deras itu terjadi ketika air hujan tidak tertampung dengan baik di sejumlah kawasan. Genangan kemudian meluas ke beberapa bagian permukiman, sehingga kondisi di wilayah terdampak berubah setelah hujan mengguyur Kota Padang. Laporan mengenai banjir disampaikan dari beberapa kawasan yang berada di tiga kecamatan.

banner 325x300

Peristiwa ini memperlihatkan dampak langsung hujan berintensitas tinggi terhadap kawasan permukiman. Air yang menggenang di sejumlah lokasi menandai meluasnya dampak cuaca tersebut, terutama pada wilayah yang terdampak aliran air hujan. Banjir tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan melanda beberapa kawasan permukiman di Kota Padang.

Hujan yang turun sejak Sabtu siang menjadi pemicu utama munculnya genangan dan banjir di wilayah tersebut. Sejumlah permukiman terdampak setelah intensitas hujan meningkat, dengan kejadian tersebar di tiga kecamatan. Informasi awal ini menggambarkan situasi banjir yang melanda beberapa bagian Kota Padang seusai hujan deras mengguyur daerah itu.

Dengan demikian, hujan berintensitas tinggi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, telah memicu banjir di sejumlah permukiman Kota Padang. Genangan dan banjir tersebar di beberapa kawasan dalam tiga kecamatan, menjadikan peristiwa ini sebagai kejadian yang melibatkan lebih dari satu wilayah permukiman.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyampaikan perkembangan penanganan banjir yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota Padang. Keterangan tersebut merujuk pada laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan pembaruan awal itu, genangan air dilaporkan melanda tiga kecamatan, yaitu Kuranji, Koto Tangah, dan Nanggalo.

Laporan sementara tersebut mencatat sejumlah kelurahan yang terdampak. Di Kecamatan Kuranji, wilayah yang disebut dalam laporan adalah Kelurahan Kuranji. Sementara itu, kawasan terdampak lainnya meliputi Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Batipuh Panjang, Lubuk Minturun, serta Tabiang Banda Gadang. Kelima kelurahan itu menjadi bagian dari pendataan awal BPBD setelah hujan berintensitas tinggi memicu munculnya genangan di beberapa lokasi.

Berton menjelaskan bahwa informasi mengenai dampak banjir masih bersifat sementara dan dapat berubah mengikuti hasil pemutakhiran petugas di lapangan. Karena itu, pendataan terus dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi setiap wilayah, termasuk tingkat genangan dan kebutuhan penanganannya. BNPB bersama BPBD Sumatera Barat memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan unsur terkait di daerah terdampak. Masyarakat di Kuranji, Koto Tangah, Nanggalo, dan kelurahan yang tercatat diminta tetap memperhatikan informasi resmi mengenai cuaca maupun kebencanaan. Warga juga diimbau berhati-hati ketika beraktivitas, terutama di area yang masih tergenang atau berpotensi mengalami peningkatan debit air apabila hujan kembali turun.

Hingga laporan terakhir diterima, banjir yang melanda tiga kecamatan di Kota Padang telah berdampak pada sekitar 225 kepala keluarga. Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena proses pendataan di lapangan belum selesai. Petugas terus mendatangi wilayah terdampak untuk mencocokkan informasi mengenai warga, lokasi genangan, serta kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

Data mengenai korban jiwa dan kerugian material juga belum dapat dipastikan. Pemerintah daerah masih melakukan verifikasi untuk memastikan setiap laporan yang masuk sesuai dengan kondisi sebenarnya. Proses ini mencakup pendataan rumah dan fasilitas yang terdampak, pemeriksaan kemungkinan adanya warga yang membutuhkan pertolongan, serta pengumpulan informasi mengenai kerusakan dan kehilangan harta benda akibat banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang telah melakukan kaji cepat di sejumlah lokasi terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memetakan situasi, mengidentifikasi kebutuhan warga, dan menentukan penanganan yang diperlukan. BPBD juga berkoordinasi dengan instansi terkait agar dukungan personel, peralatan, serta layanan bagi masyarakat dapat disalurkan secara terarah.

Di lapangan, petugas gabungan melaksanakan pendataan sekaligus evakuasi warga yang berada di kawasan dengan genangan cukup tinggi atau dinilai berisiko. Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang sakit. Petugas juga memantau perkembangan ketinggian air serta kondisi akses menuju permukiman terdampak untuk menyesuaikan langkah penanganan.

Hingga Sabtu malam, banjir dilaporkan belum surut di sejumlah titik. Karena itu, warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi, mengikuti arahan petugas, dan segera melaporkan apabila membutuhkan bantuan. Pendataan akan terus diperbarui seiring pemeriksaan di lapangan, sehingga jumlah keluarga terdampak, korban jiwa, dan nilai kerugian material masih dapat berubah setelah seluruh proses verifikasi selesai.

Wali Kota Padang meninjau langsung kondisi banjir di Perumahan Cluster Luminpark setelah hujan deras melanda sejumlah wilayah. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Kapolda, Kapolres, Ketua DPRD Kota Padang, Sekretaris Daerah Kota Padang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta camat setempat. Peninjauan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran terkini mengenai dampak banjir dan kebutuhan warga yang terdampak.

Kehadiran jajaran pemerintah dan unsur terkait di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan darurat berjalan secara terpadu. Petugas memeriksa kondisi lingkungan, akses menuju kawasan perumahan, serta kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak genangan. Selain itu, koordinasi dilakukan untuk memastikan proses evakuasi warga, khususnya kelompok rentan, dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan cepat apabila ketinggian air kembali meningkat.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi perubahan kondisi di lapangan. Warga diminta mengikuti informasi resmi dan arahan petugas, serta tidak memaksakan diri melintasi arus air yang deras. Dokumen penting, obat-obatan, kebutuhan bayi, dan perlengkapan darurat sebaiknya disiapkan agar dapat dibawa segera apabila evakuasi diperlukan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah. Pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk menilai potensi peningkatan debit air, dampak terhadap permukiman, serta kebutuhan dukungan tambahan bagi masyarakat. Langkah ini juga membantu memastikan informasi mengenai kondisi banjir dapat disampaikan secara cepat dan akurat.

Masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar aliran sungai atau kawasan rawan banjir, diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Jika situasi memburuk, warga hendaknya segera menuju tempat aman dan mengikuti arahan petugas. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila hujan berintensitas tinggi masih berlangsung, karena kondisi tersebut dapat memicu kenaikan permukaan air dalam waktu singkat.

banner 325x300