banner 728x250

KNEKS Susun Strategi Terpadu Penguatan Talenta Ekonomi Syariah

KNEKS Susun Strategi Terpadu Penguatan Talenta Ekonomi Syariah
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memperkuat kerja sama dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun talenta ekonomi dan keuangan syariah yang kompeten, adaptif, serta mampu menjawab kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Penguatan sinergi perguruan tinggi dinilai penting karena kampus memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia, mengembangkan pengetahuan, dan memperluas kajian ekonomi syariah.

Pembahasan kerja sama itu berlangsung dalam rapat program pengembangan talenta ekonomi dan keuangan syariah terintegrasi yang digelar di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10). Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan agenda berbagai pihak, terutama dalam merancang program pengembangan talenta yang lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan ekosistem ekonomi syariah. KNEKS bersama AFEBI dan AFEBIS membahas pentingnya pendekatan terpadu yang menghubungkan pendidikan, penelitian, industri, serta kebijakan pemerintah.

banner 325x300

Melalui kolaborasi ini, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan praktis dan wawasan mengenai perkembangan sektor ekonomi serta keuangan syariah. Penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, pengembangan riset, dan perluasan kemitraan dengan pelaku usaha menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan bersama. Sinergi KNEKS dan asosiasi fakultas juga membuka peluang bagi terciptanya pertukaran pengetahuan, penyusunan standar kompetensi, serta program pembelajaran yang lebih relevan. Upaya tersebut diharapkan mempercepat terbentuknya talenta berkualitas yang mampu mendukung pertumbuhan industri halal, perbankan syariah, keuangan sosial syariah, dan sektor terkait lainnya.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menjelaskan bahwa program pengembangan talenta dirancang untuk menyelaraskan arah penguatan sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Penyelarasan tersebut diperlukan agar pengembangan talenta berlangsung secara terpadu, memiliki orientasi yang jelas, serta mampu mendukung kebutuhan ekosistem syariah secara berkelanjutan. Program ini menempatkan talenta sebagai unsur penting dalam penguatan ekonomi dan keuangan syariah, sehingga proses pengembangannya perlu dilakukan dengan memperhatikan berbagai dimensi kemampuan secara seimbang.

Dalam rilis yang diterbitkan pada Kamis (8/10), KNEKS menekankan bahwa penguatan talenta tidak hanya berkaitan dengan kompetensi akademik. Pengetahuan dan pemahaman konseptual tetap menjadi bagian penting, tetapi perlu dilengkapi dengan keterampilan yang relevan. Talenta juga perlu memiliki pengalaman praktis agar mampu memahami penerapan pengetahuan dalam konteks pekerjaan dan kebutuhan sektor ekonomi serta keuangan syariah. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan talenta tidak berhenti pada penguasaan teori, melainkan mencakup kesiapan untuk menerapkan kemampuan secara tepat.

Selain aspek akademik, program tersebut diarahkan untuk memperkuat kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi. Kepemimpinan dibutuhkan agar talenta mampu mengambil peran secara bertanggung jawab, sedangkan kolaborasi penting untuk membangun kerja sama di berbagai pihak dalam ekosistem syariah. Keempat unsur itu—kompetensi akademik, keterampilan, pengalaman praktis, kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi—dipandang sebagai bagian yang saling melengkapi. Melalui penyelarasan pengembangan pada aspek-aspek tersebut, KNEKS mengarahkan penguatan talenta ekonomi dan keuangan syariah agar berlangsung lebih menyeluruh dan terintegrasi, sesuai kebutuhan pengembangan sektor yang memerlukan sumber daya manusia berpengetahuan, terampil, berpengalaman, mampu memimpin, serta dapat bekerja bersama.

Ketua AFEBI sekaligus Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), Prof. Dr. Aurik Gustomo, memandang perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dengan kemampuan kampus menghasilkan pengetahuan yang relevan bagi kebutuhan masyarakat, industri, dan pembuat kebijakan.

Menurut pandangan tersebut, kontribusi perguruan tinggi perlu terus diperkuat melalui riset dan kolaborasi. Penelitian yang dilakukan secara konsisten dapat membantu memahami perkembangan, tantangan, serta peluang dalam ekonomi syariah. Hasil riset juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan talenta yang memiliki pemahaman akademik sekaligus mampu merespons perubahan di sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Penguatan kontribusi kampus menjadi semakin penting karena kebutuhan terhadap sumber daya manusia di bidang ini terus berkembang. Talenta ekonomi syariah tidak hanya dituntut menguasai konsep dan prinsip syariah, tetapi juga perlu memahami aspek bisnis, teknologi, manajemen, serta dinamika industri. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi dapat berperan dengan menyediakan lingkungan akademik yang mendorong pertukaran gagasan dan pengembangan kompetensi.

Kolaborasi menjadi bagian penting dari upaya itu. Kerja sama perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempertemukan perspektif akademik dengan kebutuhan praktis. Melalui hubungan yang lebih erat, agenda penelitian dan pengembangan kapasitas talenta dapat diarahkan pada persoalan nyata yang dihadapi ekosistem ekonomi syariah.

Pandangan Prof. Dr. Aurik Gustomo menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak berdiri terpisah dari perkembangan sektor tersebut. Kampus memiliki tanggung jawab untuk terus memperkuat basis pengetahuan dan membuka ruang kolaborasi yang mendukung lahirnya talenta berkualitas. Dengan demikian, riset dan kolaborasi menjadi landasan penting bagi peningkatan kontribusi akademik terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

KNEKS mendorong penguatan talent branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal oleh industri. Upaya ini diperlukan untuk mempersempit jarak ketersediaan lulusan dari perguruan tinggi dan pemahaman dunia kerja terhadap kompetensi yang mereka miliki. Pengenalan yang lebih kuat dapat membantu perusahaan, lembaga keuangan, perusahaan rintisan, maupun institusi terkait mengenali karakteristik, kapasitas, dan potensi lulusan ekonomi syariah secara lebih objektif.

Sejumlah kajian yang dilakukan KNEKS bersama berbagai asosiasi menunjukkan bahwa pemahaman industri terhadap kompetensi dan profil lulusan ekonomi syariah masih perlu ditingkatkan. Kajian tersebut melibatkan pemangku kepentingan dari beragam subsektor, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI). Temuan ini memperlihatkan perlunya komunikasi yang lebih terarah mengenai pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan praktis yang dibentuk melalui pendidikan ekonomi dan keuangan syariah.

Peningkatan pengenalan lulusan tidak hanya berkaitan dengan promosi institusi pendidikan, tetapi juga dengan penyampaian informasi yang relevan bagi kebutuhan rekrutmen. Industri perlu memperoleh gambaran yang jelas mengenai bidang pekerjaan yang dapat diisi lulusan, kemampuan analitis dan manajerial yang mereka kuasai, serta pemahaman terhadap prinsip syariah yang menjadi pembeda. Dengan informasi tersebut, proses pencocokan profil lulusan dan kebutuhan jabatan dapat berlangsung secara lebih efektif.

Karena itu, diperlukan sinergi perguruan tinggi, praktisi, asosiasi, kementerian dan lembaga, serta industri. Kolaborasi tersebut penting untuk memetakan kebutuhan sumber daya manusia secara berkala, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, dan memperjelas profil lulusan sesuai perkembangan dunia kerja. Masukan dari praktisi dan asosiasi, termasuk AFSI, dapat menjadi dasar penyelarasan kurikulum, penguatan pengalaman praktis, serta pengembangan komunikasi talenta yang lebih relevan bagi industri.

banner 325x300