banner 728x250

PSM Taklukkan PSIM 2-1, Raih Kemenangan Pertama di Super League

PSM Taklukkan PSIM 2-1, Raih Kemenangan Pertama di Super League
banner 120x600
banner 468x60

Yogyakarta | PSM Makassar meraih kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada pekan kelima Super League. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10) sore WIB. Hasil ini menjadi kemenangan pertama PSM di Super League musim ini. Dengan skor akhir 2-1, PSM menaklukkan PSIM dalam laga yang digelar di Bantul tersebut. Kemenangan ini menandai hasil pertama PSM berupa kemenangan di kompetisi Super League musim ini.

Dalam pertandingan pekan kelima itu, PSM membawa pulang hasil positif setelah mengalahkan PSIM dengan skor 2-1. Kedua tim bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat sore WIB, 16 Oktober. Angka pada papan skor menunjukkan keunggulan PSM atas PSIM setelah laga berakhir. Bagi PSM, hasil tersebut merupakan kemenangan pertama yang diraih di Super League musim ini. Dengan demikian, laga di Bantul berakhir dengan kemenangan PSM Makassar.

banner 325x300

PSM Makassar dan PSIM Yogyakarta bertemu pada pekan kelima Super League, dengan PSM keluar sebagai pemenang. Skor pertandingan berakhir 2-1 untuk PSM. Laga berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10) sore WIB. Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan pertama PSM dalam perjalanan mereka di Super League musim ini. PSM pun mengakhiri pertandingan melawan PSIM dengan membawa pulang kemenangan dari Bantul.

Hasil 2-1 memastikan PSM Makassar menaklukkan PSIM Yogyakarta pada pertandingan tersebut. Laga pekan kelima Super League itu digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (16/10) sore WIB. Kemenangan atas PSIM menjadi kemenangan pertama PSM di Super League musim ini. Dengan hasil akhir tersebut, PSM mencatat kemenangan pertamanya pada kompetisi musim ini, sementara PSIM menjadi lawan yang dihadapi dalam pertandingan di Bantul.

PSM Makassar menciptakan peluang pada babak pertama sebelum turun minum, dengan dua momen yang tercatat dalam kronologi pertandingan. Kesempatan pertama datang pada menit ke-17 melalui Luka Bulatovic. Ia melepaskan tembakan ke arah gawang PSIM, tetapi bola melambung di atas mistar. Upaya tersebut belum menghasilkan gol dan pertandingan berlanjut tanpa perubahan skor dari peluang itu. Kronologi mencatat waktu serta hasil tembakan, tetapi tidak menyebutkan jarak, arah awal bola, maupun situasi yang mendahului aksi Bulatovic. Karena itu, momen tersebut dapat dijelaskan secara terbatas sebagai percobaan yang berakhir di atas sasaran.

Setelah peluang pada menit ke-17, kesempatan PSM berikutnya yang disebut dalam kronologi hadir menjelang jeda. Pada menit ke-42, Rizky Eka mengirim umpan ke muka gawang. Aditya menyambut umpan itu dengan sundulan, berusaha mengarahkan bola ke gawang PSIM. Namun, bola melenceng ke sisi kiri gawang dan tidak mengubah kedudukan. Rangkaian umpan dan sundulan tersebut menjadi peluang terbaik PSM sebelum turun minum, menurut informasi pertandingan yang tersedia. Hasil akhirnya tetap sama: percobaan itu belum berbuah gol bagi PSM.

Kedua momen tersebut menunjukkan rangkaian peluang PSM yang tercatat pada paruh pertama, tanpa mengubah skor sebelum jeda. Tembakan Bulatovic pada menit ke-17 berakhir melambung di atas mistar, sedangkan sundulan Aditya pada menit ke-42 melenceng ke sisi kiri gawang setelah menerima umpan Rizky Eka. Perbedaan utama di keduanya terletak pada cara peluang tercipta: yang pertama berupa tembakan Bulatovic, sementara yang kedua diawali umpan Rizky Eka dan diselesaikan dengan sundulan Aditya. Keduanya belum menghasilkan gol, sehingga PSM belum menambah angka melalui dua kesempatan tersebut hingga babak pertama berakhir. Tidak ada rincian tambahan mengenai tekanan, penguasaan bola, atau respons pemain lain dalam kronologi ini.

Selepas jeda, PSM tampil lebih efektif dalam memanfaatkan ruang dan melancarkan serangan balik. Perubahan itu segera terlihat pada menit ke-50, ketika Aditya membawa tim Makassar memimpin. Berawal dari pergerakan cepat menuju area pertahanan PSIM, PSM mampu mengalirkan bola ke depan sebelum barisan lawan kembali tersusun. Aditya kemudian menyelesaikan peluang dengan tendangan mendatar menggunakan kaki kiri. Bola meluncur melewati jangkauan kiper PSIM, Cahya Supriadi, dan bersarang di gawang. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 sekaligus memberi PSM keunggulan penting dalam pertandingan.

Proses gol pembuka memperlihatkan ketepatan PSM membaca momen untuk melakukan transisi. Setelah merebut atau menguasai bola, para pemain bergerak ke depan dengan cepat, sehingga PSIM harus menghadapi serangan sebelum pertahanannya sepenuhnya siap. Aditya memanfaatkan kesempatan itu dengan penyelesaian yang terarah dan rendah. Tendangan kaki kirinya membuat Cahya Supriadi tidak mampu menghentikan bola. Keunggulan tersebut menjadi hasil konkret dari tekanan PSM setelah babak pertama, sekaligus memaksa PSIM menyesuaikan pendekatan permainan. Dengan skor 1-0, PSM masih perlu menjaga konsentrasi dan mencari peluang untuk memperlebar jarak.

Upaya menambah keunggulan berbuah pada menit ke-66. Dalam sebuah serangan balik, Rizky Eka mengirim umpan ke depan yang membuka kesempatan bagi PSM untuk kembali mengancam. Bola kemudian dikuasai Stefan Jevtoski, yang melanjutkan rangkaian serangan dengan melepaskan tembakan. Sepakannya berujung gol dan membuat PSM unggul 2-0. Gol kedua itu lahir dari kerja sama dalam transisi: umpan Rizky Eka mengawali peluang, sementara Jevtoski menyelesaikannya menjadi gol. Dalam rentang waktu 16 menit, PSM mencetak dua gol setelah jeda, mengubah keunggulan tipis menjadi jarak yang lebih nyaman. Skor tersebut juga menegaskan efektivitas serangan balik PSM pada babak kedua, dengan dua penyelesaian yang membuat Cahya Supriadi harus memungut bola dari gawangnya.

Situasi pertandingan berubah drastis pada menit ke-77, ketika wasit meninjau tayangan VAR untuk memeriksa insiden di kotak penalti PSM. Dalam proses tersebut, bek PSM Dusan Lagator dinilai menginjak kaki striker PSIM, Nermin Haljeta. Setelah melihat ulang kejadian itu, wasit menunjuk titik putih untuk PSIM. Keputusan tersebut memberi tim tuan rumah kesempatan memperkecil ketertinggalan, sekaligus menjadi momen penting yang kembali membuka persaingan pada sisa pertandingan.

Selain menghadiahkan penalti kepada PSIM, wasit juga mengeluarkan kartu merah untuk Lagator. PSM pun harus melanjutkan laga dengan sepuluh pemain, sementara PSIM memperoleh keunggulan jumlah pemain dan peluang untuk mengejar hasil imbang. Ze Valente maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan baik. Tembakannya berhasil menggetarkan gawang PSM, sehingga skor berubah menjadi 1-2. Gol itu membuat selisih kembali menjadi satu dan meningkatkan tensi pertandingan pada menit-menit akhir.

Dalam keadaan unggul jumlah pemain, PSIM meningkatkan tekanan dan berupaya memanfaatkan kelebihan tersebut untuk mencari gol penyama kedudukan. PSM menghadapi serangan yang lebih intens setelah kehilangan Lagator, tetapi para pemainnya tetap berusaha menjaga organisasi permainan dan mempertahankan keunggulan. Meski mendapat tekanan hingga laga memasuki penghujung waktu, PSM mampu mengamankan skor 2-1 sampai peluit akhir dibunyikan. Hasil tersebut memastikan tim tamu membawa pulang kemenangan pertama mereka di Super League musim ini.

Kemenangan ini turut mengubah posisi PSM di klasemen sementara. Tambahan tiga poin mengangkat PSM ke peringkat ke-12, sebuah dorongan penting setelah tim mengawali kompetisi tanpa kemenangan. Bagi PSIM, kekalahan tipis di kandang membuat mereka belum memperoleh hasil maksimal. PSIM tetap berada di posisi ke-16 dan mengoleksi satu poin. Walau gol Ze Valente sempat memberi harapan, tim tuan rumah belum mampu menyamakan skor sebelum pertandingan berakhir. PSM pun menutup laga dengan kemenangan, sedangkan PSIM perlu berupaya memperbaiki hasil pada pertandingan berikutnya.

Baca juga: Kendal Tornado FC Raih Kemenangan Penting di Surabaya | Strategi Dewa United Menghadapi Borneo FC di Super League 2026/27 | Pameran Pertama Tartil Al-Qur’an Isyarat di MTQ Nasional 2026

banner 325x300