PRINGSEWU | Jejakperistiwa.id — Jalan hasil proyek Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Ruas Sp. 5 Tugu Sarinongko–Podomoro, Kabupaten Pringsewu, menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar satu bulan itu dilaporkan sudah mengalami kerusakan serius hampir di sepanjang ruas. Senin (05/01/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan, permukaan aspal mengelupas, bergelombang, dan tidak rata. Kerusakan paling mencolok terlihat di depan Kantor Pekon Podomoro, tepat di area perempatan jalan. Di lokasi tersebut, sejumlah titik tampak telah dilakukan penambalan.
Namun ironisnya, tambalan aspal dinilai tidak menyatu dengan lapisan sebelumnya. Bahkan, di beberapa bagian, bekas tambalan terlihat kontras dan kembali mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar soal kualitas pengerjaan proyek.
Seorang warga setempat berinisial YS (40) menilai persoalan utama bukan pada penambalan, melainkan pada mutu pekerjaan sejak awal.
“Tambalan itu bukan masalah utama. Yang jadi pertanyaan, kok jalan yang baru dikerjakan sekitar satu bulan sudah rusak lagi? Seperti apa kualitas pengerjaannya,” ujar YS.
Warga menilai, kerusakan dini pada hampir seluruh badan jalan tidak wajar untuk proyek peningkatan kapasitas struktur jalan yang menelan anggaran miliaran rupiah. Kondisi ini memicu dugaan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Bupati Pringsewu turun langsung ke lokasi untuk meninjau hasil pekerjaan. Masyarakat berharap kepala daerah dapat mengevaluasi kualitas proyek sekaligus memastikan fungsi pengawasan teknis oleh dinas terkait benar-benar berjalan.
Berdasarkan data LPSE, proyek ini merupakan pekerjaan konstruksi Tahun Anggaran 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu. Pagu anggaran tercatat sebesar Rp 8,7 miliar, dengan nilai kontrak sekitar Rp 8,66 miliar. Proyek tersebut dimenangkan oleh CV Dokoba Corp, perusahaan yang beralamat di Bandar Lampung.
Selain mendesak Bupati turun ke lapangan, warga juga mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, mulai dari kesesuaian pekerjaan di lapangan dengan spesifikasi teknis, mutu material, hingga Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jika ditemukan indikasi ketidaksesuaian, masyarakat berharap ada tindak lanjut tegas sesuai aturan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu maupun penyedia jasa belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan jalan yang terjadi meski proyek baru rampung. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.
Tim
















