banner 728x250

Bau Sayur dan Parkir Semrawut Jadi Sorotan, Gubernur Jabar Janjikan Pembenahan Pasar Cikarang

Bau Sayur dan Parkir Semrawut Jadi Sorotan, Gubernur Jabar Janjikan Pembenahan Pasar Cikarang
banner 120x600
banner 468x60

BEKASI, 13 Juni 2026 — Aroma sayuran yang bercampur dengan kepadatan aktivitas jual beli masih menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan Pasar Baru Cikarang atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Pasar Ramayana lama. Kondisi itu menjadi salah satu persoalan yang langsung diserap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan kunjungan kerja ke pusat perdagangan tersebut, Sabtu (13/6/2026).

Dalam peninjauan yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu, Dedi tidak hanya melihat kondisi fisik pasar dari dekat, tetapi juga mendengar berbagai keluhan yang selama ini dirasakan para pedagang dan pengunjung.

banner 325x300

Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.10 WIB, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut langsung menyusuri sejumlah titik di kawasan Pasar Baru Cikarang yang berada di Jalan RE Martadinata, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja telah lebih dahulu tiba untuk melakukan peninjauan awal.

Suasana pasar yang padat tidak menghalangi Dedi Mulyadi untuk berdialog dengan para pedagang. Sejumlah persoalan yang selama ini menjadi perhatian pelaku usaha kecil mengemuka dalam pertemuan tersebut. Mulai dari kondisi parkir yang semrawut, penataan lapak yang belum tertib, hingga persoalan bau menyengat dari area penjualan sayur yang dinilai mengganggu pedagang pakaian.

Menurut para pedagang, keberadaan area dagang yang bercampur antara komoditas sayuran dan pakaian membuat kenyamanan pembeli berkurang. Dampaknya, omzet penjualan sejumlah pedagang mengalami penurunan.

Keluhan lain yang disampaikan adalah keberadaan dolak atau lapak tambahan yang menempati bahu jalan dan trotoar. Kondisi tersebut menyebabkan akses pejalan kaki terganggu sekaligus mempersempit ruang bagi kendaraan yang keluar masuk kawasan pasar.

Menanggapi berbagai persoalan itu, Dedi Mulyadi memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Sejumlah langkah pembenahan telah disiapkan dan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Dalam waktu dekat, perbaikan akan difokuskan pada kondisi lingkungan sekitar pasar. Pemerintah berencana melakukan pemeriksaan konstruksi bangunan, pembersihan sampah, pembenahan area parkir, pengaspalan menggunakan metode hotmix, serta penataan trotoar di sepanjang sisi depan Pasar Ramayana lama.

Untuk pekerjaan pengaspalan dan penataan trotoar, dukungan anggaran direncanakan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara pembenahan pada bagian gedung lama, termasuk pengecatan dan perbaikan di dalam kawasan pasar, akan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Di sela kunjungan tersebut, Dedi juga memberikan arahan kepada sejumlah perangkat daerah yang turut hadir agar proses penataan kawasan pasar dilakukan secara terintegrasi. Menurutnya, kawasan perdagangan tradisional harus mampu menghadirkan lingkungan yang bersih, tertib dan nyaman sehingga dapat meningkatkan daya saing pedagang.

Rencana jangka panjang pun telah disiapkan. Bangunan Ramayana lama yang saat ini masih digunakan sebagai area perdagangan dijadwalkan menjalani revitalisasi besar pada tahun 2027. Dalam proyek tersebut, sebagian bangunan lama akan dibongkar untuk kemudian dibangun menjadi pasar tradisional dengan konsep yang lebih tertata.

Penataan itu nantinya akan memisahkan jenis komoditas yang diperdagangkan. Area penjualan sayuran dan kebutuhan basah tidak lagi bercampur dengan lapak pakaian maupun barang lainnya. Pemisahan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat sekaligus memberikan kenyamanan bagi konsumen.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan sterilisasi trotoar di sepanjang kawasan Pasar Ramayana lama. Trotoar yang selama ini kerap dimanfaatkan sebagai tempat berjualan akan dikembalikan pada fungsi semula sebagai fasilitas pejalan kaki.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penataan kawasan secara menyeluruh agar kemacetan dan kesemrawutan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat diminimalkan.

Kunjungan Gubernur Jawa Barat itu turut dihadiri Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja, Kepala Satpol PP Kabupaten Bekasi Surya Wijaya, Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi Dwy Sigit Andrian, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Syafri Donny Sirait, Kepala Dinas Perdagangan Gatot Purnomo, Plt Kepala Dinas Perhubungan Agus Budiono, Babinsa Desa Cikarang Kota Koptu Budi, serta perwakilan Ikatan Pedagang Pasar.

Kehadiran sejumlah pejabat daerah tersebut menunjukkan bahwa pembenahan Pasar Baru Cikarang menjadi perhatian bersama. Sebab, kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki peran penting bagi perputaran perdagangan di Kabupaten Bekasi.

Sepanjang kegiatan berlangsung, rombongan gubernur mendapat sambutan dari para pedagang dan masyarakat sekitar. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi mengenai kondisi pasar yang selama ini mereka hadapi.

Bagi para pedagang, kunjungan tersebut membawa harapan baru. Mereka berharap rencana perbaikan yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan sehingga kawasan Pasar Ramayana lama tidak lagi identik dengan kondisi kumuh, bau menyengat, serta kesulitan akses parkir.

Dengan pembenahan yang dilakukan secara bertahap, Pasar Baru Cikarang diharapkan dapat berkembang menjadi pusat perdagangan tradisional yang lebih modern, nyaman, serta mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi.

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta itu berakhir pada pukul 15.05 WIB. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian peninjauan dan memberikan arahan kepada perangkat daerah, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama rombongan meninggalkan lokasi.

Seluruh agenda berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *