banner 728x250
TNI  

Kolaborasi BPPP dan TNI: Pelatihan Manajemen Pompanisasi untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan

banner 120x600
banner 468x60

**Tabalong, 16 Oktober 2024** – Badan Pelatihan dan Pengembangan Pertanian (BPPP) Ketindan telah berhasil menyelenggarakan pelatihan manajemen pompanisasi secara daring dari tanggal 16 hingga 18 Oktober 2024. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Babinsa dari Kodim 1008/Tabalong dan Kodim 1001/HSU-BLG di wilayah Balangan, yang dilaksanakan di Aula Pandu Sakti Kodim 1008/Tabalong dan dihadiri oleh 104 orang Babinsa.

 

banner 325x300

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para Babinsa dalam manajemen sistem pompanisasi, yang sangat penting dalam mendukung pertanian dan pengelolaan sumber daya air di daerah mereka. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini, diharapkan para Babinsa dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan dalam membantu masyarakat mengelola sumber daya air secara efektif, yang pada gilirannya akan mendukung keberlanjutan pertanian lokal.

 

Kapten Inf Fendri Riyanto, Pasiter Kodim 1008/Tabalong, menyampaikan pentingnya pelatihan ini, “Pelatihan ini sangat bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan kami di lapangan. Kami mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai manajemen pompanisasi yang akan sangat membantu dalam mendukung program pertanian di wilayah kami. Kami berharap, para Babinsa dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam praktik sehari-hari untuk kepentingan masyarakat.”

 

Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya BPPP dan TNI untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah, serta memperkuat sinergi dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kodim masing-masing. Dengan mengedepankan kolaborasi antara institusi pertanian dan militer, diharapkan terbangun kerjasama yang solid dalam rangka mengatasi tantangan di sektor pertanian, terutama dalam hal pengelolaan air yang efisien dan efektif.

 

Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diberikan teori mengenai manajemen pompanisasi, tetapi juga dibekali dengan praktik dan simulasi yang relevan. Metode pembelajaran ini dirancang agar peserta dapat memahami dan mengimplementasikan ilmu yang didapat dengan lebih baik, serta dapat berbagi pengetahuan tersebut kepada masyarakat di wilayah binaan mereka.

 

Pelatihan manajemen pompanisasi ini menunjukkan komitmen kedua lembaga dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas teknis para Babinsa. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilanjutkan di masa mendatang, dengan melibatkan lebih banyak peserta dan mencakup topik-topik lain yang relevan untuk mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

 

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para Babinsa dapat menjadi agen perubahan di masyarakat, memfasilitasi adopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sumber daya air dan pertanian, serta berkontribusi terhadap peningkatan ketahanan pangan di daerah mereka. (Pen1008Tblg)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan