banner 728x250

Teknologi AI dan Inovasi Medis Abdi Waluyo untuk Layanan yang Lebih Presisi

Teknologi AI dan Inovasi Medis Abdi Waluyo untuk Layanan yang Lebih Presisi
banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Sigit Pramono, Ketua Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Abdi Waluyo, memandang teknologi sebagai bagian yang semakin penting dalam perkembangan industri kesehatan. Dalam dunia medis, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus diarahkan untuk membantu tenaga kesehatan memperoleh diagnosis dan terapi yang lebih optimal secara cepat. Teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga medis, melainkan mendukung proses pengambilan keputusan agar pelayanan dapat diberikan secara lebih tepat dan terukur.

Penerapan AI dalam layanan kesehatan memiliki tujuan utama untuk memperkuat keselamatan pasien. Dengan dukungan teknologi, informasi yang relevan dapat membantu tenaga kesehatan menilai kondisi pasien secara lebih menyeluruh, sekaligus mempertimbangkan pilihan diagnosis dan terapi yang sesuai. Proses tersebut juga sejalan dengan penerapan evidence-based medicine, yaitu penggunaan bukti dan pengetahuan medis sebagai dasar dalam menentukan pelayanan. Kecepatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan ketelitian, pertimbangan klinis, serta tanggung jawab profesional.

banner 325x300

Selain mendukung ketepatan diagnosis dan terapi, teknologi membuka peluang bagi rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang lebih dipersonalisasi. Setiap pasien memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pendekatan yang seragam tidak selalu menghasilkan pengalaman maupun hasil layanan yang optimal. Karena itu, pemanfaatan AI perlu ditempatkan dalam kerangka personalized patient care, dengan tetap menjadikan keselamatan dan kebutuhan pasien sebagai prioritas.

Abdi Waluyo memadukan pengembangan AI dan teknologi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kombinasi tersebut dipandang penting untuk memastikan bahwa inovasi dapat digunakan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat nyata dalam pelayanan. Visi utama rumah sakit adalah mewujudkan personalized patient care melalui dukungan teknologi serta kompetensi tenaga kesehatan yang terus diperkuat. Pandangan Sigit Pramono ini disampaikan dalam Health Summit 2026 dan dikutip pada 12 Oktober 2026.

Abdi Waluyo membangun layanan medis berbasis teknologi melalui fondasi digital yang dikembangkan secara bertahap. Salah satu unsur penting dalam fondasi tersebut adalah penggunaan rekam medis digital yang terintegrasi dengan CT scan dan MRI. Integrasi ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk menyusun layanan medis dengan dukungan sistem dan perangkat yang saling terhubung. Pengembangan teknologi tidak ditempatkan sebagai proses yang berdiri sendiri, melainkan berjalan bersama pembaruan peralatan serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Menurut Sigit, penggunaan AI di Abdi Waluyo telah dimulai sejak 2004. Langkah tersebut menjadi bagian awal dari perjalanan rumah sakit dalam mengadopsi teknologi untuk mendukung layanan medis. Seiring waktu, Abdi Waluyo melanjutkan pembaruan perangkat dan penguatan kapasitas tenaga kerja. Dengan demikian, perkembangan teknologi di rumah sakit berlangsung melalui dua jalur yang berjalan bersamaan, yaitu pembaruan peralatan dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

Perjalanan adopsi teknologi itu kemudian ditandai oleh beberapa tonggak. Abdi Waluyo disebut sebagai rumah sakit pertama yang menggunakan 64-slice CT, cathlab, dan first cardiac imaging. Tonggak berikutnya terjadi pada 2015, ketika Abdi Waluyo menjadi rumah sakit pertama yang menggunakan 512-slice CT Revo dan MRI 1,5 T. Rangkaian tersebut menunjukkan kesinambungan pembaruan teknologi yang dilakukan rumah sakit sejak dimulainya penggunaan AI pada 2004. Dalam prosesnya, rekam medis digital tetap menjadi bagian dari fondasi layanan, dengan keterhubungan bersama CT scan dan MRI. Penerapan teknologi tersebut berjalan seiring dengan pembaruan peralatan dan pengembangan sumber daya manusia, sehingga langkah digitalisasi dan kesiapan tenaga medis dikembangkan secara bersamaan.

Perkembangan teknologi medis di Rumah Sakit Abdi Waluyo menunjukkan perubahan menuju pelayanan yang lebih presisi dan minim invasif. Pada 2023, Abdi Waluyo menjadi rumah sakit pertama yang menghadirkan teknologi High-Intensity Focused Ultrasound (HIFU) untuk terapi mioma dan adenomyosis tanpa pembedahan. Setahun kemudian, pada 2024, rumah sakit ini kembali menjadi yang pertama menggunakan teknologi Resum untuk tata laksana gangguan prostat. Kedua inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana kemajuan perangkat medis dapat mendukung pilihan terapi yang lebih terarah sekaligus mengurangi kebutuhan terhadap tindakan invasif.

HIFU bekerja dengan memanfaatkan energi ultrasound yang difokuskan pada area terapi. Berdasarkan penjelasan narasumber, prosedur ini tidak memerlukan pembedahan maupun sayatan dan dilakukan dengan sedasi ringan. Karakteristik tersebut menjadikan HIFU sebagai pilihan terapi yang efektif dan aman, dengan tujuan memberikan hasil yang optimal serta sesuai standar pelayanan medis. Karena tidak melibatkan sayatan, pasien berpotensi menjalani pemulihan yang lebih cepat dibandingkan prosedur yang membutuhkan tindakan bedah.

Keunggulan lain yang disebutkan adalah manfaat ekonomi bagi pasien. Waktu pemulihan yang lebih singkat dapat membantu mengurangi beban yang berkaitan dengan perawatan dan masa tidak produktif, meskipun penerapannya tetap bergantung pada kondisi setiap pasien. Kehadiran teknologi ini juga dinilai penting bagi masyarakat Indonesia karena kasus mioma disebut terus meningkat. Dengan demikian, tersedianya alternatif terapi yang lebih presisi menjadi bagian dari upaya menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang berkembang.

Penggunaan Resum untuk tata laksana prostat memperkuat arah inovasi tersebut. Bersama HIFU, teknologi ini mencerminkan kemungkinan berkembangnya layanan non-invasif atau minimal invasif pada masa depan. Perkembangan itu tidak sekadar berfokus pada penggunaan teknologi baru, tetapi juga pada penyediaan prosedur yang lebih aman, pemulihan lebih cepat, dan pelayanan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

AI berperan sebagai pendukung dalam proses medis, bukan sebagai pengganti tenaga kesehatan. Menurut Sigit, teknologi ini dapat membantu berbagai tahap pelayanan, mulai dari diagnosis hingga aspek terapeutik. Dalam proses diagnosis, AI mampu mengolah dan mengenali pola dari data medis sehingga tenaga kesehatan memperoleh informasi tambahan untuk mempertimbangkan kondisi pasien secara lebih menyeluruh. Dukungan serupa juga dapat diterapkan dalam penggunaan alat medis maupun alat bedah, terutama untuk membantu meningkatkan ketepatan tindakan dan mengoptimalkan pengendalian prosedur.

Penerapan teknologi tersebut memberikan sejumlah manfaat penting bagi pelayanan pasien. Presisi yang lebih baik dapat memperkuat keselamatan pasien, sementara pemantauan dan pengendalian tindakan yang lebih akurat berpotensi mengurangi risiko komplikasi. Apabila prosedur berlangsung secara efektif dan kondisi pasien dapat ditangani dengan tepat, masa pemulihan juga dapat menjadi lebih singkat. Dengan demikian, pasien berpeluang kembali ke rumah lebih cepat tanpa mengurangi kualitas perawatan yang diperlukan. Seluruh manfaat ini tetap bergantung pada penilaian klinis dan pengawasan tenaga kesehatan yang memahami konteks medis pasien.

Setelah diagnosis diperoleh, tenaga kesehatan di Abdi Waluyo tetap menerapkan evidence-based medicine dengan memilih terapi yang paling sesuai berdasarkan kondisi setiap pasien. Hasil analisis teknologi tidak langsung menjadi keputusan akhir, melainkan dipadukan dengan keahlian klinis, pemeriksaan, riwayat kesehatan, serta kebutuhan individual. Setiap pasien memiliki perbedaan biologis, kondisi kesehatan, preferensi, dan kultur yang perlu diperhatikan dalam menentukan pendekatan perawatan. Karena itu, penggunaan teknologi dan pemilihan terapi harus disesuaikan secara personal, bukan diterapkan secara seragam. Hubungan teknologi yang tepat, kualitas sumber daya manusia, keselamatan pasien, dan pelayanan yang dipersonalisasi menjadi dasar penting bagi layanan medis yang presisi dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Baca juga: Inovasi BGN dalam Pengadaan Bahan Baku Program Makan Bergizi Gratis | Inovasi Navigasi pada Motor: Tanpa HP di Stang | Inovasi Asuransi Astra dalam Deteksi Penipuan dengan AI

banner 325x300