Jakarta Pusat, Kamis (9 Juli 2026) — Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis siang. Aksi yang berlangsung di seberang BSI Tower tersebut diikuti sekitar 20 peserta dengan dipimpin oleh Fahri Salim, SH, sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait sejumlah isu yang mereka soroti.
Sejak pukul 13.35 WIB, massa mulai menyampaikan orasi secara bergantian dengan membawa sejumlah alat peraga berupa spanduk, poster, pengeras suara, serta kendaraan operasional. Dalam aksinya, GAMIS Indonesia menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan dan polemik yang dikaitkan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam pernyataannya, massa aksi meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap sejumlah keputusan, termasuk pemberian penghargaan Bintang Mahaputera Utama, proses kenaikan pangkat, hingga jabatan yang saat ini diemban Teddy Indra Wijaya. Mereka menilai berbagai persoalan tersebut perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Selain itu, GAMIS Indonesia juga mendesak adanya audit investigasi terhadap harta kekayaan yang menjadi perhatian publik serta meminta agar dugaan keterlibatan pihak keluarga dalam sejumlah program pemerintah dapat ditelusuri melalui mekanisme hukum yang berlaku. Mereka juga menyuarakan tuntutan evaluasi terhadap Perpres Nomor 148 Tahun 2024 yang menurut massa berpengaruh terhadap tata kelola birokrasi negara.
Dalam aksi bertajuk “Jilid IV Sedot Tinja Istana” tersebut, peserta juga membawa sejumlah poster berisi kritik, di antaranya seruan agar pemerintah menjaga prinsip meritokrasi, transparansi, dan profesionalisme dalam penyelenggaraan pemerintahan. Massa menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial sebagai bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat.
Situasi selama kegiatan berlangsung berjalan aman dan kondusif. Aparat melakukan pemantauan terhadap jalannya penyampaian aspirasi agar kegiatan tetap berlangsung tertib. Setelah menyampaikan seluruh tuntutannya, massa kemudian beristirahat sejenak di sekitar lokasi sebelum membubarkan diri.
Aksi GAMIS Indonesia berakhir sekitar pukul 14.00 WIB tanpa adanya gangguan berarti. Kelompok tersebut menyatakan akan terus mengawal berbagai isu terkait tata kelola pemerintahan, transparansi pejabat publik, serta penegakan prinsip hukum dan keadilan melalui jalur konstitusional.
Pewarta: Abdul Latif
- LSM LIRA Akan Layangkan Surat Klarifikasi: Audit Independen Diminta untuk Material Tol Yogyakarta–Bawen dan Verifikasi Asal Material di Kawasan Pabrik
- Fakta di Balik Penjagaan Rumah Jampidsus, Mabes TNI Bantah Berbagai Isu yang Beredar
- Amicus Curiae Diserahkan ke MK, Mahasiswa UGM Dukung Gugatan APBN 2026

















Respon (6)